Laporkan Masalah

Produktivitas kerja pegawai pada Pemerintah Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa

MAMESAH, Alexander W, Prof.Dr. Warsito Utomo

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dengan adanya kebijakan otonomi daerah berdasarkan Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, berdampak pada perubahan organisasi pemerintah kecamatan. Pemerintah Kecamatan Tondano Timur belum siap untuk menerima perubahan yang terjadi, sehingga berbagai permasalahan dalam proses administrasi dan pelayanan publik yang disebabkan oleh kualitas SDM yang tidak memiliki kompetensi, penjenjangan jabatan yang tidak profesional, rendahnya moralitas pegawai, minimnya sarana dan prasarana kantor mengakibatkan menurunnya produktivitas organisasi Kecamatan Tondano Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas kerja pegawai yang dilihat dari hubungan antara variabel dependen yaitu perilaku pegawai dan variabel independen yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, yaitu untuk melihat dan mengetahui serta menggambarkan produktivitas kerja pegawai di Kecamatan Tondano Timur. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara, pengamatan dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan melakukan reduksi data, dan disajikan dalam bentuk uraian singkat dan kemudian diambil suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan produktivitas kerja pegawai dalam proses administrasi dan pelayan publik sangat rendah. Indikator produktivitas yang dianalisis yaitu: peningkatan hasil diukur dari ada tidaknya visi dan misi organisasi serta tingkat proses pengelolaan administrasi; perilaku yang diukur dari tingkat moralitas pegawai, mutu kerja yang diukur dari prosedur pelayanan dan mekanisme administrasi, disiplin kerja pegawai berupa absensi pegawai, dan kualitas kehidupan pegawai berupa gaji, jaminan sosial dan keselamatan kerja. Indikator produktivitas kerja pegawai dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berupa: usaha diukur dari upaya pemerintah kecamatan dalam menjalankan organisasi dan analisa jabatan struktural, motivasi yang berupa memberi kesempatan pendidikan dan pelatihan teknis, pegawai yang berprestasi dan layak diusulkan dalam jabatan struktural, hubungan kerja antara atasan dan bawahan dan sesama pegawai, kemampuan pegawai yang diukur dari pendidikan dan pelatihan dan, kesempatan dan kejelasan tujuan dilihat dari nilai dasar organisasi dan moralitas pegawai, dan tidak tercipta inovasi dan kreativitas, kebersamaan dan dinamika kelompok kerja. Berdasarkan hasil penelitian, saran untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai pemerintah kecamatan yaitu: Menetapkan arah dan tujuan organisasi berdasarkan potensi dan karakteristik wilayah, dan beban tugas. Penataan struktur organisasi berdasarkan PP No. 8 tahun 2004 dan sistem rekruitmen jabatan yang profesional dan memiliki kompetensi. Pemberian motivasi dalam bentuk perbaikan sistem gaji berupa tunjangan kinerja, pengembangan moral dan budaya dalam diri pegawai, sistem reward and punishment yang jelas, dan pemberian fasilitas berupa teknologi. Pengembangan SDM dalam bentuk peningkatan pendidikan dan pelatihan teknis fungsional, pendekatan learning organization, penerapan strategi benchmarking, serta pendekatan agama. Perubahan budaya organisasi dengan menciptakan identitas dan rasa percaya diri pegawai, komitmen organisasi terhadap arah dan tujuan. Mewujudkan konsep good governance dalam pelayanan publik yang berorientasi pada azas pelayanan.

With the existence of local autonomy policy based on UU no. 22/1999 about local government, affect in district government organization change. The East Tondano District government not ready to get the change yet, so that evoke various problem in administration and public service that caused by quality of human resource didn't have competence, function stage was not professional, low of official morality, the minimum tool and office infrastructure cause to decreased the East Tondano District organization productivity. This research aims to detect official work productivity that seen from connection between dependent variable like official behavior, and independent variable like factors that influences the official work productivity. This research was used qualitative research method with descriptive analysis, in aim to see and detect also to describe the official work productivity at East Tondano District. The data were gathered by using interview method, observation and documentation, furthermore to analyzed with data reduction, and presented in the short explanation form and then take a conclusion. The research result shows that the official work productivity in the administration process and public services were very low. The productivity indicator that analyzed was: result enhanced that seen from vision and unclear of organization mission, the process of administration management, the behavior that seen from the official morality, the work quality seen from service procedure and administration mechanism, the discipline of official work like official attendance, the official life quality like salary, social security and working safety. The official work productivity indicator is influenced by factors like: effort is measured from district government efforts to run the organization and structural function analysis, motivation only show by given a education chance and technical training, good official and proper to proposed in structural function, work connection between higher and subordinate and official fellow, the official ability measured by education and training shows, the chance and aim clarity have seen from the base value of organization and official morality, and was not created innovation and creativity, togetherness and team working dynamics. Based on research result, suggestion to increase the district government official work productivity that are: decide the direction and organization aim based on the potential and area characteristics, and task load. The configuration of organization chart based on PP no. 8 tahun 2004 and the professional function requirement system and has competence. The motivation by salary system improvement like performance subsidy and efficient salary, clear of reward system and punishment, and gift facilities like technology. The human resources development by education enhanced and functional technical, learning organization approach, benchmarking strategy implementation, with religion approach. The organization culture change like create identity and official self confidence, organization commitment towards direction and aim. Realize the good governance concept in public service was oriented in service principal.

Kata Kunci : Produktivitas Kerja,Visi dan Misi Organisasi, productivity, behavior, district government


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.