Laporkan Masalah

Pola kemitraan dalam praktek tanggung jawab sosial perusahaan pada program Community Development PT Toba Pulp Lestari, Tbk di Kabupaten Toba Samosir

PARDEDE, Pantun Josua, Dr. M. Baiquni, MA

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Di Indonesia konsep Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) telah diadopsi sebagian besar perusahaan besar dan menengah baik domestik, nasional, maupun multinasional. Fokus pengembangan masyarakat (community development) yang dilakukan di antaranya program-program pelayanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi dan juga program pemberdayaan lingkungan. PT. Toba Pulp Lestari, Tbk bergerak dalam bidang produksi pulp merupakan salah satu perusahaan yang sudah menerapkan konsep tersebut. Berlokasi di Porsea, Kabupaten Toba Samosir, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk mendeskripsikan tanggung jawab sosialnya melalui Pernyataan Pelaksanaan Komitmen Paradigma pada Akta Notaris Nomor 54 Tanggal 29 Januari 2003. Komitmen tersebut meliputi beberapa aspek seperti; pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan, manajemen sumber daya alam, serta pemberdayaan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Salah satu penerapan komitmen tersebut adalah kebijakan pengalokasian dana sebesar 1% dari penjualan bersih perusahaan per tahun untuk program pengembangan masyarakat. Implementasi program dilaksanakan melalui pendekatan kelembagaan kemitraan yang melibatkan beberapa partisipan, seperti Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dan delapan pemerintah kabupaten yang termasuk dalam wilayah operasional perusahaan, yayasan pengelola serta tim pengawas independen yang dibentuk oleh pemerintah. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mediskripsikan model dan sistem relasi yang dikembangkan pada lembaga pengelolaan program tersebut, menganalisa dinamika yang terjadi dalam model serta melihat pengaruhnya terhadap penerapan program secara keseluruhan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan model apa adanya sebagai suatu keadaan atau fenomena dalam penerapan konsep tanggung jawab sosial perusahaan. Dengan pendekatan tersebut penelitian ini tidak dimaksudkan untuk menguji suatu hipotesis tertentu atas penerapan tanggung jawab sosial PT. Toba Pulp Lestari, Tbk. Hasil penelitian merupakan pemaknaan dari informasi dan data yang didapat dari sumber-sumber yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Secara keseluruhan disimpulkan bahwa penerapan tanggung jawab sosial PT. Toba Pulp Lestari, Tbk melalui model kelembagaan pengelolaan program, lebih berorientasi investasi dan tidak mencerminkan suatu pola tanggung jawab sukarela. Kemitraan yang dibangun lebih bersifat elitis, tidak dibangun berdasarkan suatu sistem nilai yang disepakati bersama yang mengatur dan mengikat seluruh partisipan. Sistem relasi yang tercermin dalam model berlangsung tidak kondusif, rentan konflik dan berdampak pada kegagalan implementasi program. Dari kesimpulkan penelitian, dalam rangka pengembangan pengelolaan program, disarankan perlu suatu upaya penataan kembali model kelembagaan. Model sebaiknya lebih mengakomodasi kelompok masyarakat sebagai partisipan serta disusun dan diatur dalam suatu bentuk kesepakatan bersama yang mengikat seluruh partisipan dalam suatu sistem relasi yang baku.

In Indonesia corporate social responsibility concept (CSR) has been adopted by a large part of big companies and intermediate include domestic, national, and also multinational. The community development focuses are among others health service programs, education, economy empowerment and also environment empowerment program. PT. Toba Pulp Lestari, Tbk that concentrates in pulp production is one of the corporate that apply the concept. Located at Porsea, Toba Samosir regency, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk describes the social responsibility trough paradigm commitment in notarial document number 54, dates 29 January 2003. The commitment covered several aspects like; environmentally technology utilization, natural resources management, and social, economy and culture empowerment. One of the commitment implementation is company discretion to allocated 1% net corporate sales per year for community development program. The program implemented by the partnership models that involves several participants, like North Sumatera Government and eight regencies governments that include in corporate operational area, foundation and independent supervisor team that is formed by government. According to that mentioned, this research is aimed to describe the relationship system in model, analyze the dynamism that occurs in the model by seeing the influence towards program applications. This research is carried out by using qualitative descriptive approach to describe the model it self as a condition or phenomenon in social corporate responsibility applications. With this approach, the research is not meant to test a certain hypothesis on PT. Toba Pulp Lestari, Tbk social responsibility applications The research result developed by information and data interpretation that got from relevant sources to the research purpose. The conclusion is that PT. Toba Pulp Lestari, Tbk social responsibility applications, through the model, tends as investment oriented then voluntary responsibility. The partnership built more elitist, was not based on a agreement of system of norm as a regulation to tie up entire participants. That makes the model was not belongs conducive, susceptible to conflict and affect to program failure. Based on research conclusion, in order to develop the program management, it is suggested some necessary configuration efforts to reinvent the model. The model should be more accommodative to the community’s as participant and be composed and regulated in an agreement form the entire participants as a relationship standard.

Kata Kunci : Program Community Development,Pola Kemitraan, Corporate Social Responsibility, Community Development, Partnership, Stakeholders


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.