Laporkan Masalah

Profesionalisme Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sintang

MARTINA, Prof.Dr. Warsito Utomo

2007 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Di era otonomi luas dan tantangan globalisasi, sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi setiap organisasi untuk bekerja secara profesional serta mampu merespon dengan cepat segala aspirasi dan tuntutan kebutuhan masyarakat dengan mengedepankan nilai-nili pelayanan yang responsive, inovatif, efektif dengan mendasari pada visi - misi dan nilai-nilai organisasi. Tuntutan tersebut terkait dengan kondisi lingkungan dan perubahan-perubahannya yang sering kali sulit diprediksi, sehingga banyak organisasi publik terutama BUMD yang dibentuk oleh Pemerintah untuk menyelenggarakan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, diera reformasi organisasi publik tersebut hampir tidak mampu bertahan. Sifat ketergantungan kepada anggaran Negara telah menjadikan organisasi berada dalam kondisi stagna dan sakit karena kekurangan sumber daya. Hal ini terjadi karena secara umum organisasi publik tersebut belum mampu dikelola secara profesional, bertindak reaktif terhadap perubahan lingkungan (kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi) bahkan cenderung tidak responsif, inovatif dan bersikap masa bodoh dalam menyelenggarakan pelayanan publik. Berdasarkan fakta empiris di atas, profesionalisme menjadi topik yang menarik sebagai pusat kajian dalam penulisan tesis ini, oleh karenanya penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan tingkat profesionalisme PDAM Kabupaten Sintang dalam menjalankan misi perusahaan, dan mencari faktor-faktor yang secara signifikan merupakan penyebab utama yang mempengaruhi profesionalisme. Dari hasil penelitian terungkap bahwa Organisasi PDAM Kabupaten Sintang sangat tidak profesional dalam mengelola perusahaan, kinerja organisasi selama lima tahun sangat rendah, Responsivitas dalam upaya menyikapi kemajuan teknologi dan tuntutan kebutuhan masyarakat dan lingkungan masih sangat terbatas dan hanya dalam bentuk program kerja, sementara inovasi sebagai perwujudan kecakapan organisasi dalam menciptakan model kerja baru sangat rendah. Dalam penelitian ini juga ditemukan faktor utama yang menghambat profesionalisme organisasi adalah keterbatasan sumber daya organisasi baik kualitas maupun kuantitas, disamping itu dukungan dari pihak Pemerintah Daerah hanya sebatas pada kebijakan anggaran dalam bentuk dana subsidi yang baru diberikan dalam tiga tahun terakhir, sedangkan kebijakan dalam bentuk peraturan sangat minim, sementara pemberdayaan masyarakat sebagai konsumen belum pernah dilakukan. Saran dalam tesis ini menawarkan alternative kebijakan kepada Pemda Kabupaten Sintang dan pihak PDAM Kabupaten Sintang, penting melakukan pembenahan terhadap sumber daya organisasi meliputi penggantian dan penambahan terhadap fasilitas kerja, menggantikan dan memperbaiki sarana produksi dengan yang lebih berkualitas, meningkatkan kualitas SDM melalui rekrutmen jabatan Direktur Utama dengan menawarkan jabatan tersebut kepada public, menghindari kebijakan penerimaan pegawai honorer, mengirim pegawai secara berkala dan berkelanjutan untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan khusus, menjaga kelestarian sumber air baku dengan menjaga kelestarian hutan pada pusat-pusat peresapan air serta dukungan kebijakan peraturan dan alokasi anggaran dalam APBD Kabupaten. Melalui kebijakan di atas diharapkan organisasi akan lebih profesional dalam mengelola perusahaan sehingga pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat dengan sendirinya akan tercipta.

In the era of vast autonomy and globalization challenges, it is important for all organization to be professional and capable to quickly respond the public aspirations and demands. They need to put forward responsive, innovative, and effective service values based on organizational vision, mission and values. Those demands are associated with their environment and changes that mostly unpredictable, and consequently many public organizations, particularly BUMDs (Local Government Corporation), established mainly to meet the basic needs of general public, were hardly able to survive in the era of reformation. Being dependent on state budget, they were in stagnant and unhealthy conditions as the consequent result of fewer resources. The case being so as the public organizations are mostly managed in less professional way; reactive, rather than proactive, to environmental changes (public demands and the advance of technology); and, even worse, irresponsive, not innovative and ignorant in providing public service. Considering the above empirical facts, professionalism becomes an interesting topic of discussion in this thesis, and the current study, therefore, aimed to describe the level of professionalism at the PDAM (Municipal Waterworks) of Sintang Regency in realizing the corporate mission, and to find the influencing factors that significantly affect their professionalism. The results of the study demonstrated that PDAM of Sintang Regency was not managed in professional way; having lowest organizational performance in the last five years period; and limited responsiveness to the advance of technology, public demands, and environmental changes in the form of simply action plan, while their innovative efforts as the manifestation of organisational capability in preparing new action models were lacking. In addition, the study found also that the main factors impeding the organizational professionalism are the lack of organizational resources, in both quality and quantity, local government support that limited to the budgeting policy in the form of subsidy provided only in the last three years, while the policy in the form of regulations were minimal, and the empowerment of community as their consumers, has not been implemented this far. The thesis proposes the following alternative policies for Local Government of Sintang Regency and PDAM of Sintang Regency: rearrangement of organizational resources that involves replacing or repairing the old production facilities with the new and better ones; improvement of human resources quality through recruitment for chief director position; avoid recruitment for honorary staff; periodically send the staff for special training and education; conduct a collaborative efforts to preserve natural water resources and natural forests supported with specially allocated budget. Through these policies, organizations are expected to be more professionally managed in order to provide quality services for general public.

Kata Kunci : Kinerja Organisasi,PDAM,Profesionalisme, Professionalism, Organizational Performance, Responsiveness, Innovation, Organizational development and Human Resources Development


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.