Kelembagaan lahan dan tenaga kerja pada usahatani tanaman pangan di Kabupaten Gunung Kidul Zona Selatan
SUWARTO, Promotor Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, M.Sc
2007 | Disertasi | S3 Ilmu PertanianPenelitian bertujuan mengetahui: (1) pengaruh kelembagaan lahan dan tenaga kerja terhadap penggunaan tenaga kerja luar keluarga dalam usahatani, (2) pengaruh kelembagaan lahan dan tenaga kerja terhadap produktivitas lahan, biaya produksi usahatani, pendapatan usahatani, dan konsumsi rumah tangga tani, (3) distribusi penguasaan lahan dan pendapatan usahatani, dan (4) kontribusi pendapatan usahatani. Penelitian dilaksanakan secara survai di Kabupaten Gunung Kidul zona selatan yang diharapkam memberikan banyak informasi mengenai variasi kelembagaan lahan dan tenaga kerja pada usahatani. Analisis data menggunakan tabulasi silang, regresi, anova, uji t, dan Gini ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tenaga kerja luar keluarga petani pemilik penggarap dan penyewa lahan lungguh, kas desa, dan milik perseorangan (LKP) lebih besar dari penggunaan tenaga kerja tersebut oleh para petani pada kelembagaan lainnya. Luas penguasaan lahan, keanggotaan dalam kelembagaan tenaga kerja, dan kemudahan mengakses pekerjaan luar usahatani meningkatkan penggunaan tenaga kerja luar keluarga dalam usahatani. Penggunaan tenaga kerja luar keluarga meningkatkan biaya produksi, dan menurunkan pendapatan usahatani tanaman pangan. Biaya produksi tanaman pangan petani penyewa LKP lebih tinggi dari biaya tersebut pada petani dalam kelembagaan lahan lainnya. Sejalan dengan itu, pendapatan tanaman pangan para LKP lebih rendah dari pendapatan tersebut pada petani dalam kelembagaan lahan lainnya. Pendapatan rumah tangga petani pemilik penggarap lebih besar dari pendapatan rumah tangga petani penyewa HB. Pendapatan rumah tangga petani yang menggunakan tenaga kerja upahan dan arisan lebih besar dari pendapatan rumah tangga petani yang menggunakan tenaga kerja sambatan dan yang mengerjakan sendiri usahataninya. Total konsumsi rumah tangga penyewa LKP dan peminjam lahan kehutanan lebih rendah dari tingkat konsumsi para petani pada kelembagaan lahan lainnya. Pendapatan rumah tangga, nilai aset, dan jumlah anggota keluarga yang bekerja meningkatkan konsumsi rumah tangga. Distribusi pendapatan usahatani merata selaras dengan distribusi penguasaan lahan, dan distribusi pendapatan luar usahatani pada kemerataan sedang. Kontribusi pendapatan usahatani petani pemilik penggarap dan penyewa lahan HB lebih besar dari kontribusi usahatani petani penyewa LKP dan peminjam lahan kehutanan. Kontribusi pendapatan usahatani petani yang menguasai lahan luas lebih besar dari kontribusi yang berlahan sempit. Kontribusi pendapatan usahatani yang menggunakan tenaga kerja sambatan lebih besar dari kontribusi pendapatan usahatani petani yang menggunakan tenaga kerja lainnya. Kontribusi pendapatan usahatani yang jauh dari kota lebih besar dari kontribusi usahatani petani yang dekat dengan kota.
This research aims to find out the effects of land and labor institution on: 1) using of non-household labors, 2) land productivity, cost of production, farm income, household consumption, 3) farm income and land holding distributions, and 4) farm income contribution. The research conducted using survey method in southern area of Gunung Kidul Regency with hopes it obtain a lot of information concerning variations on land and labor institutions. Data analysis used tabulation, regression, anova, t-test, and Gini ratio. The result shows that the usage of non-household labor for the land owneroperator and lungguh, kas desa, and private owned land (LKP) rented land is higher than one farmers from others land institution. The land holding vast of food crop, membership at labor institution, amenity acces of non and off farm increases usage of non household labor. The involvement of non household labor increased production cost, and decreased food crop farm income. Cost production of food crop farm of LKP rented land is higher than one farmers from other land institution. According to, food crop farm income per ha for rented land of LKP is lower than one farmers from other land institution. The household income of the land awner operator is higher than the one of HB rented land. Household income of farmers who employ hired labors and arisan is higher than those who employ sambatan labor and cultivated their lands by themselves. Total household consumption of LKP’s rented land and forestry land borrowers is lower than one farmers from others land institution. Household income, asset value, and household labor number increases the houshold consumptions. Farm income distribution is evenly distributed in line with distributions of land holding and non and off farm income of moderate evenness distribution. Farm income contribution to household income of the land owner operator and HB rented land is higher than one of LKP rented land and the lender forestry land. Income contribution of farmers who dominates vast land is higher than those with the limited one. Farm income contribution of farmers who employ sambatan labor is higher than one farmers from others labor institution. Farm income contribution of farmers who relatively difficult to access market or city is higher than those who were easy to access market or city.
Kata Kunci : Usahatani Tanaman Pangan,Lahan dan Tenaga Kerja, land and labor institutions, land productivity, cost of production, farm income, household income, distribution, contribution, and consumption