Laporkan Masalah

Kaitan produksi dan konsumsi rumahtangga tani pada sistem tata air garpu di lahan pasang surut Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala

YURISINTHAE, Erlinda, Promotor Prof.Dr.Ir. Sri Widodo, M.Sc

2007 | Disertasi | S3 Ilmu Pertanian (Ekonomi Pertanian)

Penelitian ini mempergunakan teori rumahtangga tani (agricultural household models). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produksi dan produktivitas usahatani serta tenaga kerja keluarga, sumber-sumber pendapatan dan kontribusinya pada total pendapatan rumahtangga tani, pengalokasian pendapatan, pola konsumsi rumahtangga tani, dan melihat kaitan serta pengaruh produksi pada konsumsi rumahtangga tani. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di tata air Garpu Barambai. Sampel ditentukan secara acak sederhana berstrata (stratified random sampling) pada rumahtangga tani, dengan mengelompokkan rumahtangga tani berdasarkan tipologi luapan dari lahan usahataninya, yaitu rumahtangga tani di lahan terluapi (181 sampel) dan tidak terluapi (119 sampel). Analisis data dilakukan dengan tabulasi, uji beda dua ratarata, regresi berganda dengan metoda OLS, model heteroskedastis dan metoda persamaan simultan 2SLS. Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Rata-rata produktivitas lahan yang diusahakan oleh rumahtangga tani di lahan terluapi lebih tinggi dibandingkan rumahtangga tani di lahan tidak terluapi, (2) pada usahatani di lahan terluapi penggunaan input produksi berupa lahan, tenaga kerja keluarga, benih, pupuk Urea dan TSP serta suku kepala keluarga berpengaruh positif sedangkan pupuk KCl berpengaruh negatif pada produksi padi, (3) pada usahatani di lahan tidak terluapi penggunaan input produksi berupa lahan, benih, pupuk Urea, kapur pertanian berpengaruh positif sedangkan pupuk KCl dan pestisida berpengaruh negatif pada produksi padi, (4) secara keseluruhan pada usahatani di lahan pasang surut penggunaan input produksi berupa lahan, tenaga kerja keluarga, benih, pupuk Urea, kapur pertanian, suku kepala keluarga, cara membuat tabatan dan tipologi luapan lahan berpengaruh positif sedangkan pestisida berpengaruh negatif pada produksi padi, (5) persentase terbesar sumber pendapatan rumahtangga tani pada kedua kelompok rumahtangga tani berasal dari pendapatan off farm, (6) persentase terbesar dari pengalokasian pendapatan rumahtangga tani di kedua tipologi luapan adalah untuk konsumsi pangan, (7) pengeluaran konsumsi non pangan rumahtangga tani di lahan pasang surut dipengaruhi oleh pendapatan rumahtangga tani dari kegiatan off farm dan jumlah tanggungan, (8) keputusan produksi mempengaruhi keputusan konsumsi rumahtangga tani di lahan pasang surut melalui produksi pendapatan dari kegiatan off farm. Disarankan adanya upaya mendorong petani untuk : memperbaiki teknik budidaya sehubungan dengan penggunaan input produksi, penggunaan dan pemeliharaan tabatan. Perlu kebijakan pengembangan lapangan pekerjaan yang dapat melibatkan anggota rumahtangga tani serta kegiatan yang meningkatkan pemanfaatan pekarangan serta program bantuan pengadaan bibit ternak dan penyediaan air bersih. Penelitian ini merupakan satu langkah dalam upaya menjelaskan keadaan rumahtangga tani di lahan pasang surut khususnya dengan mempergunakan sistem tata air garpu. Penting untuk mempertimbangkan mempergunakan variabel harga dan variabel demografi lainnya pada penelitian yang akan datang agar diperoleh model rumahtangga tani yang lebih sesuai dan mendekati keadaan sebenarnya dari rumahtangga tani di lahan pasang surut.

This research aim was to analyses : (1) analyze factors influencing production of paddy (2) analyze the source and contribution of various source of income, and also allocation income of farm household, (3) analyze the pattern of consumption and factors influencing consumption of farm household, (4) analyze the linkage between of production and consumption of farm household. Selection of farm household samples was undertaken with stratified random sampling. Total sample was 300 farms household, consists of 181 farms household representing farm household with rice field with farm typology flooded and 119 farm household representing the farm household with paddy field at area unflooded. Consumption and production was analyzed using multiple linear model on production and consumption function, while linkage production and consumption analyzed by using simultaneous equation model. Multiple linear models were undertaken using method of OLS and FGLS for the model which impinge classical assumption, while simultaneous model by using 2SLS method. The result showed that: (1) The average productivity from household that flooded was higher than farm household unflooded, (2) at flooded area usage of input (land, family labor, seed, Urea fertilizer, TSP fertilizer, and ethnical is positively but KCl fertilizer is negatively related with production of rice, (3) unflooded area the use of input (land, seed, Urea fertilizer and lime is positively but KCl fertilizer and pesticide is negatively related with production of rice, (4) ) at all tidal swamp the use of input (land, family labor, seed, Urea fertilizer, lime, ethnical, the way of constructing tabatan and land farm typology is positively but pesticide is negatively related with production of rice, (5) off farm activity have great contribution to total income for agriculture household, (6) food consumption have great allocation of total income for agriculture household, (7) expenditure consumption for non food was influenced by household of income and the number of dependent, (8) factors influencing paddy production will influence household income from paddy production and off farm income. By efforts to push farmer to improve technique of usage of input and motivate farmer in order construction and conservancy of tabatan at farm level. Consider contribution of off farm activity can be as basis for planning rural economics by local government. Encourage activities with aim to improve income from home yard as intensification and diversified toward crops that market value so can cover the expense of transportation, including aid program levying of livestock seed and clean water. This study is one-step in elucidating the farm household behavior. However, much more work needs to be done and more research on this topic has to be conducted. It may be relevant to use price and demographic variables to consider a more realistic agricultural household model for farm household at tidal swamp.

Kata Kunci : Usahatani,Pendapatan Rumah Tangga,Sistem Tata Air Garpu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.