Pengaruh asimetri informasi pada hubungan antara regulasi perbankan dan manajemen laba serta dampaknya terhadap kinerja saham :: Studi empiris pada industri perbankan di Indonesia
RAHMAWATI, Promotor Prof.Dr. Zaki Baridwan, M.Sc.,Ak
2006 | Disertasi | S3 Ilmu EkonomiTujuan penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu: (1) untuk membuktikan tentang pengaruh asimetri informasi pada hubungan antara regulasi perbankan dan manajemen laba, (2) pengaruh manajemen laba pada kinerja saham. Regulasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah regulasi perbankan yang berkaitan dengan informasi akuntansi. Regulasi tersebut berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap earnings suatu perusahaan, yaitu regulasi tentang kehati-hatian dan tingkat kesehatan. Alasan utama terjadinya regulasi di perbankan adalah untuk melindungi individu-individu yang berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Adanya asimetri informasi yang tinggi, menyebabkan manajer bank dapat mengelola laba tanpa diketahui pihak di luar perusahaan. Motivasi utama industri perbankan dalam melakukan manajemen laba adalah untuk memenuhi regulasi. Akrual kelolaan digunakan sebagai proksi manajemen laba. Akrual kelolaan mempunyai persistensi yang rendah karena adanya praktik manajemen laba. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan teori, penyusun standar akuntansi, regulator (Bank Indonesia), dan investor (praktisi). Data penelitian ini diambil dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) dan atau laporan keuangan tahunan perusahaan yang disediakan di Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) Bursa Efek Jakarta (BEJ) serta laporan keuangan bank publik yang diterbitkan di Direktori Perbankan Indonesia. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh bank publik yang ada di Indonesia pada tahun 1999 sampai 2004 yang terdaftar di BEJ. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh 120 observasi. Model regresi nonlinier dipertimbangkan untuk menguji pengaruh manajemen laba pada kinerja saham. Model Jones, Jones modifikasian, dan akrual khusus digunakan untuk memisahkan total akrual menjadi akrual nonkelolaan dan kelolaan. Indikasi adanya manajemen laba pada industri perbankan nampak pada rata-rata akrual kelolaan yang besarnya tidak sama dengan nol. Akrual kelolaan sebagai proksi manajemen laba dipengaruhi oleh regulasi perbankan tentang tingkat kesehatan. Bank yang mengalami penurunan tingkat kesehatan cenderung akan menurunkan laba sehingga dapat menaikkan nilai penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) agar mengurangi kos politik yang akan muncul. Simpulan ini mendukung penelitian Beaver dan Engel (1986), Wahlen (1994), Moyer (1990), Niswander dan Swanson (2000). Asimetri informasi memoderasi hubungan antara regulasi perbankan tentang kehati-hatian dan manajemen laba. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan asimetri informasi yang tinggi dapat menjadi suatu kesempatan untuk melakukan manajemen laba. Hasil dengan model akrual khusus perbankan yang dimasukkan dalam analisis tambahan memberikan dukungan simpulan hasil analisis utama. Bank yang tidak mengalami penurunan tingkat kesehatan dan yang tidak melanggar regulasi tentang kehati-hatian akan melakukan manajemen laba yang lebih besar dengan menaikkan saldo PPAP yang lebih besar agar lebih meningkatkan kualitas aktivanya dan untuk menghindari adanya ketidakpastian di masa yang akan datang. Hasil pengujian reaksi pasar menunjukkan ada pengaruh manajemen laba pada kinerja saham yang bersifat nonlinier pangkat tiga. Pasar bereaksi positif terhadap pengumuman laba industri perbankan yang melakukan manajemen laba.
The purposes of this research are two field: (1) to test the influence of information asymmetry at the relationship between banking regulation and earnings management, and (2) to test the influence of earnings management to stock performance. The regulation mentioned in this research is banking regulation which directly and indirectly influences company earnings. They are carefulness regulation and health level regulation. The main reason of bank regulation come about is to protect individuals who are in the loss position. With the high intensity of information asymmetry, bank’s manager is able to manage their earnings unknown by company’s outside party. The main motivation of earnings management by the banking industry is to fulfill the regulation. The accounting discretionary accrual is used as a proxy to earnings management. The low persistency level of discretionary accrual is anticipated to be caused by earnings managements perform. Result of this research can benefit to theory development, accounting standard organizer, regulator (Bank Indonesia), and also investor. This research data are collected from ICMD (Indonesian Capital Market Directory) and/or annual report company which are provided by the Capital Market Reference Center (PRPM) of Jakarta Stock Exchange (BEJ) and also financial statement of public banking companies published by Indonesia Banking Directory. Population of this research is all public bank exists at Indonesian in the year 1999 until 2004 which enlist in BEJ. Purposive sampling method was used to collecting data, and 120 observations are collected. Nonlinear regression model are considerate to test the influence of earnings management on stock performance. Jones model, modified Jones model and specific accrual model are used to decomposition accrual total become discretionary and nondiscretionary accrual. The existence of earnings management in banking industries is indicated by the mean of discretionary accrual not equal to zero (negative). The discretionary accrual as a proxy to earnings management is influenced by the health level banking regulation. Banks whose health score decrease make reducing earnings to can increase their balance of productive assets loss allowance (PPAP). This conclusion support the research of Beaver and Engel (1986), Wahlen (1994), Moyer (1990), Niswander and Swanson (2000). Information asymmetry moderates relationship between banking regulation of carefulness and earnings management. The test result shows that with the high intensity of information asymmetry can be an opportunity to perform earnings management. The banking specific accrual model results which are packed into additional analysis are supporting the main analysis results conclusion. Banks which has not suffered health level degrade and which has not violate the regulation of carefulness will do a greater earnings management by increasing balance PPAP in order to increase their assets quality. The market reaction test result shows that there is earnings management influence on stock’s performance have the character of three rank nonlinear. Market is reacting to the earnings announcement of banking industry that doing earnings management.
Kata Kunci : Manajemen Laba,Asimetri Informasi,Kinerja Saham,Regulasi Perbankan, earnings management, information asymmetry, banking regulation, stock performance