Evaluasi kinerja jaringan irigasi Tanjung Gunung Kabupaten Ketapang
SARYADI, Ir. Darmanto, Dip.HE.,M.Sc
2007 | Tesis | S2 Teknik Sipil (Magister Pengelolaan Sumberaya AiKetersediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan air tanaman, penting bagi keberhasilan program peningkatan produksi pangan khususnya beras, terutama jika program itu dilaksanakan dalam bentuk program intensifikasi khusus. Pada suatu jaringan irigasi, keberhasilan program intensifikasi khusus juga tergantung pada kemampuan sistem irigasi dalam mengatur dan mendistribusikan air irigasi ke setiap petak pertanaman. Jaringan irigasi Tanjung Gunung dibangun pada tahun 1994/1995 dan sampai tahun 2004 telah sering direhabilitasi, tetapi belum dapat memperbaiki pola tanam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja jaringan irigasi Tanjung Gunung dan prioritas upaya untuk meningkatkan intensitas penanaman dan indeks pertanaman. Indikator yang digunakan untuk menilai kinerja jaringan irigasi Tanjung Gunung adalah Intensitas Penanaman (IP) dan indeks pertanaman pada lahan tersebut. Intensitas Penanaman (IP) berhubungan dengan pola tanam, dan indeks pertanaman berhubungan dengan luas tanam. Analisis ketersediaan air dan analisis kebutuhan air tanaman dalam jaringan irigasi dilakukan untuk mengetahui luas areal pertanaman yang dapat diairi. Analisis usahatani dilakukan untuk mengetahui besarnya peningkatan pendapatan petani karena meningkatnya intensitas penanaman dan indeks pertanaman. Hasil analisis ketersediaan air menunjukkan bahwa ketersediaan air mencukupi untuk penerapan pola tanam harapan 1 dan pola tanam harapan 2, tetapi kedua pola tanam tersebut tidak dapat dilakukan karenayang terjadi adalah kelebihan air pada permulaan musim tanam, yang merupakan faktor penghalang untuk menanam padi unggul. Kinerja jaringan irigasi Tanjung Gunung masih sangat rendah, Intensitas Penanamannya (IP) dan indeks pertanamannya adalah 100 % dan 67 %. Upaya prioritas bagi jaringan irigasi Tanjung Gunung adalah membangun sistem drainasi, perbaikan dan membelokkan/memindahkan saluran induk dari BSR 1 ke BSR 2, dan membuat percontohan pola tanam bagi petani. Penerapan pola harapan 1 dapat meningkatkan IP menjadi 200 % dan indeks pertanaman meningkat menjadi 153 %, dan penerapan pola tanam harapan 2 dapat meningkatkan IP sampai 300 % dan indeks pertanaman 209 %. Sebelum sistem drainasi dibangun, dapat diterapkan pola tanam alternatif, sehingga intensitas penanaman meningkat menjadi 200 % dan indeks pertanaman menjadi 133,5 %, dan pendapatan petani meningkat dari Rp.1.023.625/tahun dengan BCR sebesar 1,74, menjadi Rp. 2.833.680,-/tahun dengan BCR sebesar 2,07.
The sufficient water availability to support the plant growth at equal demand is important to contribute to success of food production improvment program primarily of rice production, especially when the program is carried out as special intensification program. In an irrigation scheme, the successful special intensification program is also depends on the ability of an irrigation system in controlling and distributing the irrigation water to each field. Tanjung Gunung irrigation scheme is built in 1994/1995 and until 2004 has often been rehabilitated, but not repair yet its cropping pattern. This study is carried out to find out the performance of Tanjung Gunung irrigation scheme and the priority effort to increase the planting intensity and plant index. The indicator applied in assessing the performance of Tanjung Gunung irrigation scheme is Planting Intensity (PI) and plant index on the area. The Planting Intensity (PI) is related to cropping pattern and the plant index is related to planting area. The analysis of water availability and the analysis of plant’s water need in irrigation scheme are carried out to find the size of irrigation area. The analysis of farming is carried out to find the measure of farmers’ raising in income related to the increase of planting intensity and plant index. Result of water availability analiysis indicated that the water availability is adequate to cropping pattern expectancy 1 and cropping pattern expectancy 2 application, but the both expectation pattern can’t be done because the occurrence is excessive of water at beginning of planting season, which is inhibit factor to planting the superior rice. The Tanjung Gunung irrigation sheme performance is very low, its Planting Intensity (PI) and plant index value is 100 % and 67 %. The effort priority for Tanjung Gunung irrigation sceme is build the drainage system, rehabilitation and turning/diverting the main channel from BSR 1 to BSR 2, and make the cropping pattern demonstration for farmer. The cropping pattern expectancy 1 application can increase PI become to 200 % and plant index become to 153 %, and cropping pattern expectancy 2 application can increase PI become to 300 % and plant index become to 209 %. Before the drainage system built, can apply the alternative cropping pattern, so the planting intensity increase to 200 % and plant index increase to 133,5 %, and farmers’ income increase from Rp.1.023.625,- annually with BCR 1,74, to Rp. 2.833.680,- annually with BCR 2,07.
Kata Kunci : Ketersediaan air, Intensitas Penanaman, Indeks Pertanaman, Water availability, Planting Intensity, Plant Index