Laporkan Masalah

Aplikasi inovasi teknologi pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif biogas berbasis partisipasi masyarakat di desa Jatisari, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap

HIMAWAN, Wahyudi, Ir. Bakti Setiawan, MA.,PhD

2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Mag. Sistem Teknik-Tek. Peng. dan

Problem utama yang dihadapi penduduk di Desa Jatisari adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan limbah kotoran sapi yang dituding mengganggu lingkungan. Penduduk belum mengerti teknologi biogass. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu digali dan di carikan alternative pemecahan masalah yang berbasis pada sumberdaya local, partisipasi dan inovasi masyarakat serta transfer teknologi dari kalangan akademisi kepada masyarakat langsung melalui penelitian tindakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat partisipasi dan inovasi masyarakat dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan anggota masyarakat dalam rangka pengembangan teknologi pemanfaatan limbah kotoran sapi sebagai sumber energi alternatif biogas. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mendiskripsikan data hasil diskusi dan tindakan langsung lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) dalam proses perencanaan usulan berasal dari masyarakat dengan peneliti sebagai fasilatator, pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mufakat, kewenangan sepenuhnya ditangan masyarakat; (2) pada proses pelaksanaan, merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun sebelumnya, masyarakat cenderung berpartisipasi dalam bentuk tenaga kerja, material, dan uang, partisipasi masyarakat berada pada tipe derajat kekuasaan masyarakat yaitu tangga delegasi kekuasaan; (3) pada tahap refleksi, sudah dilakukan upaya untuk pengembangan terhadap sarana di wilayah yang lain walaupun masih rencana, tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi dan berada pada tipe derajat kekuasaan masyarakat pada tangga kontrol masyarakat; (4) secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah manfaat yang memberikan keuntungan langsung, keberadaan peneliti sebagai fasilitator desa dalam memberikan transfer teknologi dan pengetahuan serta manfaat dari instalasi biogas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun faktor yang paling signifikan adalah tingkat benefit. Hasil Penelitian ini menyarankan agar pembangunan berbasis sumberdaya local dan partisipatif dapat berlangsung optimal, diperlukan penguatan kelembagaan ditingkat desa, membuat model sistem yang mewakili situasi dan kondisi alam sebenarnya.

The main problem in the community of Jatisari Village now is low knowledge of the usage of feces and urine cow that pointed in environment disturbance. People have no experience of biogas technology. To increase community welfare, there is a need to find a direct alternative problem solving based on local sources ability, participation and community innovation, knowledge and technology transfer. This idea can be done community through action research application. The goal of this research is to evaluate the level of community participation and innovation, and factors that influence the involvement of community members in developing technology for utilizing feces and urine cow for biogas as energy alternative resources. The research method used is a combination between qualitative and quantitative method. The qualitative method is used to describe data of discussion results and field action. The research resulted in important points : (1) the planning process is coming from community and researcher as facilitator, the decisions are made through discussion and, thus, the entire authority is on the community it self; (2) execution process is the implementation of the planning; the community trends is participating as labors, material, and financial that give sufficient results. Community participation is strongly depend on of community authority level type at the authority delegation stage; (3) at reflection level, development effort had been done to the other community area, even tough on planning, community participation was high enough at the level of community control; (4) generally, the factors that influence community participation is the direct benefit to community, the existence of researcher as community facilitator in the knowledge and technology transfer and the benefit of biogas installation as community needs, however the most significant factors are benefit it self. This research recommends that to optimize development based on local resources and community participation, developing strength point of the institute in the local level, to create system model as the true of representative natural situasion and condition.

Kata Kunci : Energi Alternatif,Biogas,Limbah Kotoran Sapi, Participation, action research, biogas, alternative energy biogas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.