Pengaruh perlakuan bahan baku dan tekanan pengempaan pada pembuatan briket bioarang dari pelepah salak (Salacca edulis) sebagai bahan bakar alternatif
EKAWATI, Heni, Ir. Arief Budiman, MS.,D.Eng
2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Mag. Sistem Teknik-Tek. Peng. danKrisis energi akibat laju konsumsi bahan bakar fosil mengharuskan kita untuk mencari sumber energi alternatif. Biomassa adalah salah satu sumber energi alternatif terbarukan ramah lingkungan yang sampai saat ini pemanfaatannya belum optimal. Biomassa merupakan bahan hayati yang biasanya dianggap sebagai sampah dan sering dimusnahkan dengan cara dibakar. Sebenarnya, biomassa tersebut dapat diolah menjadi briket bioarang sebagai bahan bakar yang memiliki nilai kalor cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan seharihari. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan briket arang yang terbuat dari limbah pelepah salak. Parameter yang dipelajari adalah perlakuan bahan baku dan tekanan pengempaan. Proses pembuatannya dimulai dengan karbonisasi limbah pelepah salak dalam metal kiln sampai menjadi arang. Kemudian hasil karbonisasi tersebut dicampur dengan perekat yang terbuat dari tepung kanji/pati yang sebelumnya dicampur air dan dipanaskan sehingga menyerupai pasta dengan perbandingan 10 kg arang : 10 kg air : 1 kg kanji/pati. Selanjutnya, di kempa dengan menggunakan alat pres bertekanan sampai menjadi briket. Selanjutnya briket diuji sifat fisik dan kimianya seperti : kadar air, kadar abu, kadar karbon terikat, kekerasan dan nilai kalor untuk mengetahui karakteristiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket dari ranting/batang pada umumnya menghasilkan sifat fisik dan kimia yang lebih baik dari yang lainnya. Pada kondisi optimum dihasilkan briket dengan sifat : kadar air 4,5687%, kadar abu 19,85%, kadar karbon terikat 36,332%, volatile matter 39,25% dan nilai kalor 5.250,87 kal/g.
The energy crisis resulted from the increasing of fossil fuel consumption forces us to find alternative energy sources. Biomass is one of those environmentally renewable alternative energy resources which is nowadays has not been optimaly utilized. Biomass represents substance which is usually considered as garbage and is often annihilated by burning. In fact, the biomass can be processed to produce bio-char briquette which have high heating value that can be practically used in daily life. This research attemps to convert salacca stem waste to be charcoal briquette. Parameter investigated are the treatment of raw materials and compaction pressure. The process started by carbonization of salacca stem waste bark in metal kiln. The charcoal produced from carbonization process, then was mixed with warm starch powder pasta solution with the mass ratio of charcoal : water : starch of 10 : 10 : 1. The product was pressed using a screw press to be briquette. The briquette then was tested for its physical and chemical characteristics, such as : moisture content, ash content, carbon content, hardness, and the heating value. The result of this research showed that the treatment towards trunks/branches produces briquette having better physical and chemical characteristics. The optimal condition will produce briquette with characteristics as follows : moisture content of 4,5687%, ash content of 19,85%, fixed carbon of 36,332%, volatile matter of 39,25% and heating value of 5.250,87 kal/g.
Kata Kunci : Briket Bioarang,Bahan Briket Alternatif,Pelepah Salak, Salacca stem waste, metal kiln, charcoal, briquette