Pengaruh suhu dan waktu karbonisasi tempurung kelapa terhadap kualitas briket arang dengan proses pirolisis
HASMORO, Edi, Dr.Ir. Sarto, M.Sc
2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Mag. Sistem Teknik-Tek. Peng. danTempurung kelapa merupakan limbah biomassa yang banyak diperoleh di lingkungan sekitar. Disisi lain, kebutuhan energi semakin meningkat dan subsidi BBM semakin dikurangi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan energi alternatif yang berasal dari bahan baku tempurung kelapa. Salah satu upaya pemanfaatan limbah tempurung kelapa adalah dengan membuat suatu sistem pengolahan tempurung kelapa dengan proses karbonisasi untuk menghasilkan arang, selanjutnya untuk meningkatkan kualitasnya menjadi briket arang dibuat. Proses karbonisasi dilakukan dalam waktu 2 jam dengan suhu divariasi 300oC, 400oC dan 500oC yang selanjutnya disebut sebagai Perlakuan I, II dan III. Adapun pada heat rate yang sama waktu divariasi selama 1 jam, 3 jam, dan 3,5 jam yang selanjutnya disebut sebagai Perlakuan IV, V dan VI. Pada proses pembuatan briket arang dilakukan dengan cara penambahan bahan perekat yang dibuat dengan perbandingan 1:16 dengan arang yang sudah ditumbuk sebanyak 50 gram kemudian dicetak dengan sistem hidrolik manual selanjutnya dikeringkan. Hasil Penelitian untuk pengaruh suhu karbonisasi terhadap kualitas arang dan briket arang dari Perlakuan I - III, hasil Perlakuan III lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya, yaitu mempunyai nilai kalor arang dan briket arang berturut-turut 7.084,00 kal/g dan 7.517,76 kal/g, sedangkan pengaruh waktu karbonisasi dengan heat rate yang sama terhadap kualitas arang dan briket arang dari Perlakuan IV - VI, hasil Perlakuan VI lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya, yaitu mempunyai nilai kalor arang dan briket arang berturut-turut 7.093,59 kal/g dan 7.477,97 kal/g. Briket arang dari proses karbonisasi dengan variasi suhu dan waktu terhadap kadar air, kadar abu, volatile matter dan kadar karbon terikat telah memenuhi persyaratan dalam standar spesifikasi briket arang.
Coconut shell represents the waste biomass which is a lot of obtained in environment, while the need of energy therefore alternative energy from coconut shell should be developed. One effort of using coconut shell waste is to design a carbonizing system to get charcoal from coconut shell. In order to increase the quality charcoal should be converted to be briquette. The carbonization process was done for 2 hours with the temperature variation of 300oC, 400oC and 500oC which then was referred as treatment I, II and III for the same heat rate of variation time for 1 hour, 3 hour and 3,5 hour referred as treatment IV, V and VI. At process of charcoal briquette was done by agglutinant addition made with the comparison 1:16 with the crushed charcoal as much 50 gram, then printed with the manual hydraulic system dried. Result of Research for the influence of carbonization temperature to quality of charcoal and charcoal briquette from treatment I-III result of treatment III is better than the other treatment, which has the heating value of charcoal and charcoal briquette are 7.084,00 cal/g and 7.517,76 cal/g, while influence of carbonization time with heat rate quality of charcoal and charcoal briquette from treatment IV-VI. Result of treatment VI is better than other treatment, which is have the heating value of charcoal and charcoal briquette are 7.093,59 cal/g and 7.477,97 cal/g. Charcoal briquette from carbonization process with variation of temperature and time which influence moisture, ash, volatile matter and fix carbon have fulfilled the conditions charcoal briquette standard.
Kata Kunci : Briket Arang Tempurung Kelapa,Pirolisis,Suhu dan Waktu Karbonisasi, Pyrolisis, Coconut Shell, Charcoal Briquette