Laporkan Masalah

Pengaruh lamanya pelayuan daun kayu putih (Melaleuca Cajuputi) terhadap rendemen dan mutu minyak atsiri dengan sistim destilasi air

KAWIT, Ir. Subarmono, MT.,PE

2007 | Tesis | S2 Teknik Mesin (Magister Sistem Teknik)

Minyak kayu putih adalah minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi). Minyak kayu putih di Indonesia banyak diproduksi oleh kalangan petani pengrajin dalam skala industri kecil. Terbatasnya pengetahuan membuat hasil produksi kurang maksimal. Alat yang digunakan adalah sistim destilasi air karena memang ekonomis. Pemetikan daun kayu putih dengan jumlah besar mencapai ribuan kg dan menumpuk sampai berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu karena tidak dapat dilakukan dalam sekali penyulingan dengan destilator berkapasitas ratusan kilogram, untuk menyelesaikannya perlu bertahap. Akibat lamanya penumpukan, daun akan mengalami pelayuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lamanya pelayuan daun akibat menunggu proses destilasi terhadap rendemen dan mutu minyak kayu putih Proses penelitian diawali dengan penimbangan daun tiap sampel 10 kg sebanyak 5 buah. Masing-masing sampel dilakukan proses pelayuan pada suhu kamar dengan interval waktu 0, 3, 6, 9, 12 hari kemudian dilakukan penimbangan ulang dan dilakukan pemeriksaan kadar air bahan. Sampel didestilasi air selama 2 jam, pengambilan destilat setiap 10 menit. Destilat diseparasi dan dilakukan perhitungan rendemen. Minyak kayu putih diuji mutu di laboratorium dan uji statistik. Proses dilakukan ulangan 3 kali untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat. Hasil penelitian diperoleh rendemen yang meningkat tiap interval pelayuan dari 1,117% untuk L-0 sampai 1,364% untuk L-12. Diperoleh juga penurunan kadar sineol sebagai parameter utama mutu minyak kayu putih dari 66% sampai 31,33%.

Melaleucca cajuputi oil is a volatile oil resulting from Melaleuca cajuputi trees. It is produced in Indonesia by artisan farmers in small scale industry. The lack of proper knowledge in the production of the oil results in the less maximal results. The producing instrument is water distillation system because of its economy. The big amount of the Melaleuca cajuputi leaves are gathered and accumulated for days and even it lasts for weeks because the distillation process can not be carried out in a single distillation process using the existing distillator with the capacity of only hundreds kilograms and hence the distillation must be carried out gradually. Because of the long duration of the accumulation the leaves are wilting. The study aims at investigating the presence of the impact of the wilting duration during the waiting time for the distillation process on the rendemen and the quality of the resulting oil. It is conducted by first weighing the leaves of each of the 5 samples of 10 kg of weight. Each of them is wilted at ambient temperature in the intervals of 0, 3, 6, 9, 12 days and then they are re-weighted and their water content is examined. They are water-distilled for 2 hours and the distillate is extracted every ten minutes. The distillate is separated and the calculation of the rendemen is carried out. The quality of the Malaleuca cajuputi oil is tested in a laboratory and a statistical test is conducted. The process is carried out in triplicates in order to give accurate results. The results of the study show that the rendemen increases in each of the wilting interval from 1,117% for L-0 to 1,364% for L-12. Additionally, the sineol content as the main parameter of the quality of the oil decreases from 66% to 31.33%.

Kata Kunci : Minyak Atsiri,Mutu,Destilasi,Pelayuan Daun, Melaleuca cajuputi leaves, wilting, rendemen, quality


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.