Laporkan Masalah

Pengikatan monitor station ke dalam International Terrestrial Reference Frame (ITRF) :: Studi kasus Monitor Station Kantor Pusat PBB dan BPHTB Jakarta

ADIWIBAWA, Prastawa, Ir. Djawahir, M.Sc

2007 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Direktorat PBB dan BPHTB saat ini memiliki sembilan monitor station GPS yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Monitor station GPS adalah alat penerima (receiver) sinyal GPS yang dapat mengamat secara terus-menerus. Dalam kenyataannya monitor station tersebut belum dapat digunakan secara optimal karena belum diikatkan ke dalam jaring yang tetap, baik lokal, regional maupun global. Sementara itu di sekitar wilayah Indonesia terdapat stasiun-stasiun IGS (International GPS Service), yang menyediakan data pengamatan GPS setiap saat dan data pengamatan GPS tersebut dapat di download melalui situs IGS secara gratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengikatkan monitor station yang berada di kantor Pusat PBB dan BPHTB Jakarta ke dalam International Terrestrial Reference Frame (ITRF) 2000, dengan menggunakan 8 stasiun IGS di sekitar Indonesia, yaitu COCO, DARW, DGAR, GUAM, IISC, KARR, KUNM, dan PIMO. Data berupa file RINEX hasil pengamatan GPS pada monitor station Jakarta, file RINEX hasil download dari situs IGS, file navigasi dan file precise ephemeris diperiksa kelayakannya datanya menggunakan perangkat lunak TEQC (Translation, Editing, Quality Checking). Tahap selanjutnya, perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data pengamatan GPS tersebut adalah GAMIT (GPS Analysis Massachusset Institute of Technologi) dan GLOBK (Global Kalman filter VLBI and GPS analysis program) yang merupakan perangkat lunak yang bersifat ilmiah dan bersifat open source dengan platform berbasis UNIX/LINUX. Pengolahan data pengamatan GPS dengan GAMIT dilaksanakan melalui 4 tahapan pengolahan, yaitu makexp, makex, fixdrv dan batch processing. Hasil akhir dari pengolahan data pengamatan GPS dengan GAMIT berupa file Q, file H dan file L. File H digunakan untuk proses selanjutnya yaitu pengolahan dengan perangkat lunak GLOBK. File H hasil pengolahan dengan GAMIT dan file H global hasil download dari internet (IGS H-files) selanjutnya diolah dengan GLOBK. Hasil akhir pengolahan dengan GLOBK berupa file *.prt yang merupakan perhitungan akhir terhadap koordinat dan ketelitian tiap stasiun, panjang baseline, ketelitian dan matrik baseline-nya. Hasil penelitian berupa koordinat stasiun SPID hasil pengolahan data GPS tanggal 4 februari – 7 februari 2005 dengan perangkat lunak GLOBK menghasilkan koordinat kartesi (XYZ) dalam ITRF 2000 sebagai berikut (dalam meter) : - 1.834.288,28505; 6.069.769,47087; -687.126,91456 dengan ketelitian titik untuk komponen XYZ sebesar 7,41 mm; 11,13 mm dan 2,66 mm. Pengolahan data GPS dengan perangkat lunak GLOBK juga menghasilkan ketelitian baseline tertinggi sebesar 4,37 mm didapat pada baseline stasiun SPID ke KUNM dengan panjang baseline 3.442 km, sedangkan ketelitian baseline terrendah yaitu sebesar 7.94 mm didapat pada baseline stasiun SPID ke stasiun DGAR dengan panjang baseline 3.752 km.

The Directorate of Land and Building Tax (PBB) and Land Right and Building Acquirement Cost (BPHTB) have nine GPS monitor stations spread across big cities in Indonesia. GPS monitor station is a signal GPS receiver which is able to observe continously. In fact this monitor station cannot be used optimally since it hasn’t been tied into permanent network either locally, regionally or globally. Meanwhile there are International GPS Service (IGS) station over regions in Indonesia providing GPS observation data. The data can be accessed through free charge IGS sites. This research aims to tie the monitor station in the Office Center of PBB and BPHTB in Jakarta into ITRF 2000, by using 8 IGS stations outside Indonesia, that is COCO, DARW, DGAR, GUAM, IISC, KARR, KUNM, and PIMO. The data is in the form of RINEX files from GPS observation, result taken from Jakarta monitor station, RINEX files from IGS sites, navigation file and precise ephemeris file, the liability is examined by using TEQC software. The next step is to analyze GPS observation data using GAMIT and GLOBK which is a scientific and open source software under UNIX/LINUX based platform. GPS observation data analysis used GAMIT is done in 4 steps, makexp, makex, fixdrv and batch processing. The outcome is in Q-file, H-file and L-file. H-file is used for further process, that is analysis by GLOBK software. H-file from GAMIT analysis and Hfile from the internet (IGS H-files) is further analyzed by GLOBK. The final result is in file *.prt as the ultimate calculation to the coordinate and precission of every station, the length, precission and matrix of the baseline. The result is the coordinate of SPID station Jakarta as a result of GPS data analysis taken on 4th February – 7th February 2005 by using GLOBK resulted cartesy coordinate (XYZ) in ITRF 2000 as follows (in meter) 1.834.288,28505; 6.069.769,47087; -687.126,91456 with station precission for XYZ component are 7,41 mm; 11,13 mm dan 2,66 mm. GPS data analysis by GLOBK also resulted the highest baseline precission 4,37 mm got from baseline of SPID station to KUNM with length of 3.442 km, while its lowest baseline precission is 7, 94 mm, got from baseline of SPID station to DGAR station with 3.752 km length.

Kata Kunci : Monitor Station GPS,ITRF,PBB dan BPHTB, monitor station, International Terrestrial Reference Frame (ITRF), International GPS Service (IGS), GAMIT, GLOBK


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.