Evaluasi hasil ekstraksi bangunan secara otomatis cari Citra Quickbird sebagai suatu teknik pemutakhiran basis data sistem informasi geografis Pajak Bumi dan Bangunan :: Studi kasus Kelurahan Maguwoharjo Kabupaten Sleman
PURWANA, Firsta Eka, Ir. Christine Noegroho Kartini, SU.Pj
2007 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaSistem Informasi Geografis Pajak Bumi dan Bangunan (SIG PBB) merupakan bagian dari basis data Pajak Bumi dan Bangunan yang berkaitan dengan informasi spasial. Agar dapat menghasilkan analisis yang akurat maka masukan SIG PBB haruslah mencerminkan keadaan sebenarnya dilapangan. Sistem Informasi Geografis Pajak Bumi dan Bangunan (SIG PBB) memuat peta blok digital beserta data atributnya. Peta blok digital SIG PBB terdiri dari 10 layer yang salah satunya adalah layer bangunan. Metode pemutakhiran data (layer) bangunan pada peta blok digital SIG PBB yang dilakukan selama ini mempunyai kelemahan dalam hal lamanya waktu pemutakhiran yang diperlukan, tidak sesuainya bentuk bangunan hasil pemutakhiran terhadap bentuk bangunan aslinya, dan tidak tepatnya posisi bangunan hasil pemutakhiran terhadap bidang tanah objek pajak. Penelitian ini betujuan untuk melakukan evaluasi metode ekstraksi bangunan secara otomatis dari citra Quickbird sebagai suatu teknik pemutakhiran basis data SIG PBB khususnya layer bangunan pada peta blok digital SIG PBB. Ekstraksi bangunan secara otomatis pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Feature Analyst dari Visual Learning System, Amerika. Perangkat lunak ini menggunakan pembelajaran mesin dengan atribut spasial jamak seperti ukuran, bentuk, tekstur, pola, asosiasi spasial, dan bayangan yang digabungkan dengan informasi spektral untuk mengekstrak kenampakan geospasial dari citra penginderaan jauh dalam struktur data vektor yang siap diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis. Untuk keperluan evaluasi tersebut diambil dua daerah penelitian di wilayah Kelurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman yang menggambarkan karakteristik susunan bangunan berbeda. Daerah penelitian pertama adalah daerah yang memiliki susunan bangunan teratur, tidak padat, dengan ukuran bangunan yang relatif seragam. Daerah penelitian kedua adalah daerah yang memiliki susunan bangunan tidak teratur, padat, dengan ukuran bangunan yang bervariasi. Evaluasi dilakukan dengan menilai kualitas keseluruhan, kebenaran, kelengkapan, keserupaan ukuran, dan kualitas lokasi dari bangunan hasil ekstraksi secara otomatis. Penilaian terhadap hasil ekstraksi bangunan secara otomatis menunjukkan bahwa daerah penelitian pertama memiliki nilai kualitas keseluruhan sebesar 89.8 %, lebih tinggi dari daerah penelitian kedua dengan nilai kualitas keseluruhan sebesar 55.2 %. Hasil ekstraksi dari kedua daerah penelitian secara umum dapat digunakan untuk memutakhirkan layer bangunan pada peta digital SIG PBB. Tetapi sebelum proses pemutakhiran dilakukan perlu beberapa operasi vektor untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan ekstraksi yang ada.
Land and Building Tax Geographic Information System (GIS) database is part of Land and Building Tax database that related with spatial information. In order to produce accurate analysis, GIS input has to represent the real world. Land and Building Tax GIS containing digital block map with its attributes. Digital block map of Land Building Tax GIS consist of 10 layers. One of the layers is building layer. The weakness of existing building layer updating method are consuming a lot of time, producing the updated building result that not in the same shape to its real building, and producing the updated building result that unmatched in position to the parcel under. This research intended to evaluate automatic building extraction method from Quickbird satellite image as an updating technique of Land and Building Tax database, especially for its building layer of digital block map. Automatic building extraction was conducted using Feature Analyst software from Visual Learning System, USA. Feature Analyst using machinelearning algorithm with the input from multiple spatial attribute such as size, shapes, texture, pattern, spatial association, and shadows that combined with spectral information to extract geospatial features from remote sensing image in vector format that readily integrates to Geographic Information System. Two sites that have different buildings characteristic considered as study area of this research. First site has sparse and regular building array that relatively conform in size. Second site has dense and irregular building array that vary in size. Both sites located in Maguwoharjo County, City of Sleman. Evaluation was conducted by assessing the overall quality, correctness, completeness, similarity, and location quality of extracted building. Extracted building quality assessment of first site showing 89.8 % in overall quality, which higher than second site that showing 55.2 % in overall quality. The result of extracted building from two sites can used to update building layer of Land and Building Tax digital map. However, some vector operations need to do before the updating process. These vector operations aimed to remove some mistakes that still exist in the final extracted building.
Kata Kunci : Citra Quickbird, Pemutakhiran Data Pajak Bumi dan Bangunan, automatic building extraction, GIS, Quickbird image, building layer, data updating.