Kajian penggunaan Citra Quickbird ditinjau dari aspek geometrik untuk pembuatan peta dasar pendaftaran tanah :: Studi kasus lokasi LMPDP Kabupaten Purwakarta
PURWANTO, Heri, Dr.Ir. Haryono
2007 | Tesis | S2 Teknik GeomatikaProyek Administrasi Pertanahan (PAP) merupakan program pemerintah yang diarahkan untuk melaksanakan percepatan pendaftaran tanah, peningkatan sistem administrasi pertanahan dan pengembangan kebijakan pertanahan jangka panjang. Program pendaftaran ini mencatat bidang-bidang tanah dan hak atas tanah di dalam buku tanah yang disimpan di Badan Pertanahan Nasional dan diterbitkan sertifikat tanah bagi pemilik tanah yang terdaftar. Salah satu alternatif teknologi di dalam penyiapan infrastruktur pendaftaran tanah yaitu teknologi penginderaan jauh untuk pembuatan peta dasar pendaftaran tanah. Penggunaan teknologi tersebut merupakan terobosan, karena selama ini pengumpulan data spasial untuk pembuatan peta dasar pendaftaran tanah dilakukan secara terestris yang memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang relatif besar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis penggunaan model Rational Polynomial Coefficients (RPCs) dengan sampel penelitian 30 bidang sawah menggunakan 40, 24 dan 6 titik kontrol tanah di dalam melakukan ortorektifikasi citra QuickBird untuk pembuatan peta dasar pendaftaran tanah. Selain itu juga untuk menguji perbedaan luas dan posisi antara hasil pengukuran identifikasi dan deliniasi diatas citra QuickBird Orto dengan hasil pengukuran terestris terhadap 30 bidang tanah persawahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 40, 24 dan 6 titik kontrol tanah secara keseluruhan menghasilkan nilai RMSE lebih kecil dari dua (< 2 ) piksel. Penggunaan 6 titik kontrol tanah menghasilkan nilai RMS Error sebesar 0,06 piksel yang lebih kecil daripada penggunaan 40 titik kontrol tanah yang menghasilkan nilai RMS Error sebesar 0,17 piksel. Pada penggunaan 6 titik kontrol tanah dengan menggunakan 34 titik cek mengasilkan nilai RMS Error sebesar 6,36 piksel yang tidak memenuhi persyaratan planimetris pembuatan peta dasar pendaftaran tanah. Pada tingkat kepercayaan 95 %, luas bidang tanah hasil indentifikasi dan deliniasi citra QuickBird Orto tidak berbeda secara signifikan dengan luas bidang tanah hasil pengukuran terestris. Data hasil pengukuran luas dengan indentifikasi dan deliniasi citra QuickBird Orto yang tidak memenuhi batas toleransi yang ditetapkan oleh Badan Pertanahan Nasional sebanyak 4 bidang tanah. Perbandingan tingkat akurasi posisi pada identifikasi citra satelit QuickBird Orto menunjukan rata-rata radius error sebesar 0,64 piksel dan RMSE radial sebesar 0,80 yang memenuhi batas toleransi yang ditetapkan sebesar 0,75 meter.
The Indonesian Land Administration Project (LAP) is a government program aimed at accelerating land registration, improving the current system of land administration and developing a policy on land which is feasible in the long term. The registration program records land parcels and tenure rights in the national register storage by the National Land Agency (called BPN) and produce certificates to the registered owners. One of technology alternative in preparing land registration infrastructure used remote sensing technology to produce Land Registration Base Map. Because, as long as measuring spatial data conducted with terrestrial method which using high enough cost and time. In this research, analysis and experiment utilized Rational Polynomial Coefficients (RPCs) model with 30 wet rice field land parcels using 40, 24 and 6 Ground Control Points in carry out orthorectification QuickBird imagery to produce Land Registration Base Map. In addition to test different position and area result measurement delineation and identification QuickBird Ortho satellite imagery with the result measurement terrestrial method was conducted using 30 wet rice field land parcels. The results indicate that using 40, 24 and 6 Ground Control Points produce RMS Error value of < 2 pixel. Using 6 Ground Control Points produce RMS Error of 0.06 pixel below of utilizing 40 Ground Control Points produce RMS Error of 0.17 pixel. In utilizing 6 Ground Control Points with 34 Idependent Check Points produce RMS Error of 6.36 pixel which not fulfill planimetric tolerance. The results indicate that on 95 % confident level, the differences of areas resulting from delineation and identification QuickBird Ortho satellite imagery were not significant compared terrestrial method. The data delineation and identification QuickBird Ortho satellite imagery that reached the tolerance limit determined for National Land Agency were only 4 land parcels. The comparison of position accuracy resulted from the identification QuickBird Ortho satellite imagery shows a mean radius error of 0.64 meter and RMSE radial of 0.80 meter below the limit of error tolerance of 0.75 meter.
Kata Kunci : Citra Quickbird,Geometrik,Peta Dasar Pendaftaran Tanah