Daya tarik Kota Baru menurut penghuni dan pengembang :: Kasus Kota Mandiri Bumi Serpong Damai
APDENI, Risma, Prof.Ir. A. Djunaedi, MUP.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturKota baru adalah salah satu bentuk permukiman yang berkembang di sekitar wilayah Jakarta sejak awal dekade 1990-an. Setelah krisis ekonomi dan moneter tahun 1997, salah satu kota baru yang berhasil melewati krisis dan tetap diminati oleh pembeli rumah adalah kota mandiri Bumi Serpong Damai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor daya tarik kota baru Bumi Serpong Damai (BSD) menurut penghuni dan pengembangnya serta membahas kesesuaian antara faktor-faktor daya tarik menurut kedua kelompok tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan rasionalistik dan data yang dihasilkan bersifat kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dan dimaksudkan untuk mendapatkan sebanyak mungkin variasi jawaban. Unit amatan pada penelitian ini adalah perencana kota dan pemilik rumah yang tinggal di Bumi Serpong Damai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 4 konsep daya tarik BSD menurut penghuni dan pengembangnya, yaitu aksesibilitas, ekonomi, lingkungan, dan citra. Terdapat kesesuaian yang tinggi antara konsep daya tarik BSD menurut penghuni dan pengembang yang menunjukkan bahwa pengembang BSD telah memahami kebutuhan konsumen sasarannya sehingga dapat menentukan strategi yang tepat untuk menarik calon pembeli rumah di BSD. Temuan penelitian memperkuat teori preferensi pemilihan rumah secara umum, yaitu faktor aksesibilitas dan faktor lingkungan sebagai daya tarik utama suatu lokasi perumahan. Temuan penelitian juga memperkuat berbagai teori mengenai preferensi pemilihan rumah dari sudut pandang pengembang, penghuni kelas atas, menengah dan bawah. Selain itu penelitian juga menghasilkan 2 faktor daya tarik khusus untuk hunian di dalam sebuah kota baru, yaitu faktor tata kota (masterplan) dan faktor citra kota. Elemen fisik kota, mulai dari tata ruang hingga elemen arsitektur kota, dapat digunakan untuk membangun citra kota baru. Selain konsep-konsep daya tarik, penelitian juga menghasilkan 4 konsep masalah yang dapat mengurangi daya tarik kota baru bagi calon pembeli rumah, yaitu masalah-masalah yang berkaitan dengan aksesibilitas, ekonomi, lingkungan, dan kepastian hukum
New city is a residential form that have been grown since early 1990’s in Jakarta area. After economy and monetary crisis in 1997, one of the new city project that can survive and still draw homebuyers’ interest is self-contained city Bumi Serpong Damai. The objectives of this research are to identify new city BSD attraction factors according to its dwellers and developer, and to examine the match between those factors according to both groups. This research uses rationalistic-qualitative approach. Sample was taken purposively in order to gain the variation of answers as many as possible. Observation units of this research are developer (city planner) and dwellers of Bumi Serpong Damai The research finding shows that there are four attraction concepts according to developer and dwellers of BSD, i.e. accessibility, economy, environment, and image. There is a high match between attraction concepts according to dwellers and developer of BSD. This match implies that developer of BSD has an understanding of homebuyers needs so that they have been determined the right marketing strategy. The research finding affirms the general housing preference theory that accessibility and environment are the prominent attraction factors of a housing location. The research finding also affirms several housing preference theories from city developer, high income, middle income, and low income dweller’s point of view. In addition to that, this research also gain 2 specific attraction factors for housing locating in a new city, i.e. masterplan and city image factor. Physical elements of the city, from masterplan up to architectural elements, can be used for developing the image of the city. Other result of this research is four concepts of problems that can decrease attraction values of a new city, i.e. problems related to accessibility, economy, environment, and law assurance.
Kata Kunci : Kota Baru,Pemasaran,Bumi Serpong Damai, new city, attraction, housing preference