Gambaran Histopatologik dan Immunohistokimia pada ayam broiler yang diinfeksi virus Avian Influenza (H5N1) isolat Banjarbaru secara intravena dan intranasal
AGUSTINA, H, drh. Sitarina Wdyarini, MP.,Ph.D
2007 | Tesis | S2 Sain VeterinerPenelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan secara histopatologi pada organ ayam broiler setiap interval 24 jam setelah diinfeksi buatan dengan virus Avian Influenza (H5N1) isolat lokal melalui intravena dan intranasal. Penelitian ini digunakan 60 ekor ayam broiler strain Cobb produksi Charoen Pokphand umur 35 hari yang dikondisikan spesifik pathogen free terhadap AI dan dibagi ke dalam 2 kelompok perlakuan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 2 perlakuan yaitu kelompok (1) dan (2). Kelompok pertama sebagai kelompok yang diinfeksi buatan dengan isolat virus avian influenza dengan rute intravena. Kelompok kedua diinfeksi buatan dengan rute intranasal. Infeksi buatan dilakukan dengan pemberian isolat virus AI sebanyak 0.2 ml (isolat virus AI yang diencerkan 40X) / ekor ayam. Setiap interval 24 jam 5 ekor ayam dalam tiap kelompok dieutanasi dengan sodium pentobarbital (100 mg/kg BB). Perubahan secara histopatologi dilihat dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan dikonfirmasi dengan pewarnaan khusus immunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan perubahan pada organ hati dan pankreas adalah yang paling berat diantara organ-organ lain pada jam ke-24 setelah diinfeksi rute intravena, setelah 48 jam pasca infeksi perubahan histopatologi sudah mencapai organ trakhea, paru-paru, proventrikulus dan ginjal. Infeksi buatan rute intranasal pada jam ke- 24 organ paru-paru memperlihatkan perubahan yang lebih berat dibanding organ-organ lainnya. Jam ke-48 organ hati dan pankreas mengalami peningkatan perubahan histopatologi. Organ paru-paru mengalami kerusakan paling parah pada jam ke-72, sedangkan pada jam ke-96 kerusakan terparah dialami oleh organ hati. Disimpulkan adanya perbedaan target organ akibat infeksi buatan virus AI secara intravena dan intranasal.
The aim of this research is to determine change histpatological features at various organs of broiler each 24 hours interval post inoculation with Avian Influenza (AI) virus (H5N1) local isolate through intravenous and intranasal. Sixty broiler strain Cobb produced Charoen Pokphand aged 35 days were used which conditioned specific of pathogen free to AI, divided into 2 treatment groups. This research use the completely randomized design with 2 treatments that are group (1) and (2). First group inoculated with isolate of AI virus intravenously. Second group inoculated intranasally. Treatment done by inoculated 0.2 ml isolate of AI virus (0.1% isolate of AI virus in sterile phosphate buffer saline) each chicken. Five chickens were euthanatized with sodium of pentobarbital (100 mg/kg bw) every 24 hours interval in each group. Internal organs were removed, fixed in 10% formalin for microscope examination using hematoxylin and eosin staining and immunohistochemistry using antibody anti AI. The result of this research shows that liver and pancreas severe changes among other organs at 24 hours post inoculated intravenously. After 48 hours histopatologically changes have reached trachea, lung, kidney and proventriculus. Inoculation intranasally show that lung more severe to be compared to other organs at 24 hours post inoculation. Liver and pancreas increase damage histopatologically at 48 hours post inoculation. Lung damage most hard at 72 hours, while liver hard damage at 96 hours post inoculation.
Kata Kunci : Ayam Broiler,Virus H5N1,Histopatologik dan Immunohistokimia, intranasal, intravenous, inoculation, avian influenza, microscopic examination