Peluang kerja, migrasi, dan jaringan sosial
SURYANINGSIH, Dr. Partini
2007 | Tesis | S2 Sosiologi (Studi Pembangunan)Migrasi merupakan gejala umum yang terjadi didunia maupun di Indonesia. Di Indonesia, migrasi terjadi karena dorongan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Migrasi ini terutamanya dilakukan oleh masyarakat dari pedesaan ke perkotaan. Lama kelamaan migrasi masyarakat pedesaan mulai bergerak ke migrasi melewati lintas batas Negara. Pada awalnya migrasi internasional lebih didominasi oleh kaum laki- laki, tetapi beberapa tahun ini mulai terjadi pergeseran. Laki-laki tidak lagi mendominasi migrasi internasional melainkan terjadi kecenderungan sebaliknya yaitu mulai didominasi perempuan. Hingga akhirnya muncul istilah migrasi feminisasi. Migrasi Internasional pekerja perempuan sebenarnya bukan sesuatu yang menyenangkan. Dari berita berbagai media massa sebenarnya berbagai kekerasan cenderung melanda perempuan baik itu sebelum berada didaerah tujuan migrasi maupun semasa masih berada didaerah perbatasan. Tetapi kecenderungan migrasi feminisasi terus mengalami peningkatan. Salah satu daerah yang dijadikan daerah tranist calon migran internasional perempuan adalah Tanjungpinang. Padahal dari berita di media massa lokal, berada dipenampungan asrama di Tanjungpinang sering terjadi kasus-kasus yang melanggar hak asasi manusia. Dari latarbelakang yang demikian ini maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab bergesernya peluang kerja dari laki- laki menjadi lebih besar peluang tenaga kerja perempuan yang berangkat ke luar negeri, bagaimana jaringan sosial yang dimiliki sehingga calon TKW memilih daerah di luar daerah asal sebagai daerah transit ke luar negeri meskipun didaerah asal mereka juga terdapat jasa pengiriman tenaga kerja, serta apa hambatan-hambatan yang dihaapi calon TKW mulai dari daerah asal hingga tiba didaerah transit. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Data-data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap calon TKW asal Flores, Lombok dan Madura sebanyak 17 orang. Penentuan 17 orang diambil secara purposif. Wawancara dilakukan terhadap calon TKW baik yang melalui jalur legal maupun illegal. Wawancara dilakukan diasrama-asrama penampungan yang tersebar dibeberapa titik di Kota TanjungpinangUntuk melengkapi data wawancara juga dilakukan kepada pemilik PJTKI, calo TKW serta pegawai Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang. Melalui proses penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa penyebab bergesernya peluang kerja dari laki-laki menjadi lebih besar peluang tenaga kerja perempua n yang berangkat ke luar negeri disebabkan oleh faktor telah terjadinya pergeseran peluang kerja didaerah asal. Pergeseran peluang kerja tersebut terjadi akibat dari terjadinya pergeseran penggunaan teknologi pertanian, dan akhirnya membuat perempuan tidak memperoleh kesempatan untuk merebut peluang kerja yang ada. Selain itu juga karena terjadinya pergeseran dalam peran perempuan dalam keluarga. Saat ini ekonomi keluarga tidak hanya menjadi tanggungjawab laki-laki, tetapi perempuan telah ikut serta berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.pergeseran migrasi internasional dari laki-laki menjadi lebih banyak perempuan disebabkan oleh proses perekrutan yang terjadi. Akibat dari permintaan tenaga kerja dalam pasaran kerja internasional yang lebih banyak membutuhkan tenaga kerja Indonesia untuk di pekerjakan sebagai tenaga pembantu rumah tangga. Hal ini membuat calo, kerabat atau teman dan petugas lapangan yang dikirim PJTKI memfokuskan sasaran mereka kepada tenaga kerja perempuan. Sedangkan temuan tentang jaringan sosial yang dimiliki terkait dengan jalur yang dijalani oleh calon TKW. Ada 3 jalur yang dii pergunakan oleh calon TKW yang sedang transit di Tanjungpinang yaitu, Jalur resmi yaitu melalui PJTK, ikut teman atau kerabat yang telah mengetahui jalur ke luar negeri, pergi sendiri karena telah pernah bekerja ke luar negeri. Sedangkan hambatan-hambatan yang dialami oleh calon TKW berkaitan dengan hambatan kultural dan hambatan struktural. Hambatan yang paling dirasakan oleh calon TKW yaitu hal yang berkenaan dengan pendidikan, karena pada umumnya calon TKW memiliki pendidikan yang relative rendah. Dengan bekal pendidikan yang terbatas membuat calon TKW mempunyai akses yagn terbatas pula terhadap informasi kerja dan kontrak kerja yang akan mereka jalani.
Migration is phenomenon symptom that happened the world and also in Indonesia. In Indonesia, migration happened because motivation to fulfill the economic requirement. This migration especially is it done by society from rural to urban. Old too long migration of rural society start to make a move to migration through border passage State. Initially the international migration more predominated by menfolk, but this some years take its rise friction. Men shall no longger predominate international migration but happened the tendency on the contrary that is start predominated by the woman. Till finally emerge term of feminization migration. International Migration charwoman in fact non something that please. From news various mass media in fact various hardness tend to knock over the that good woman before residing in area of target of migration and also during still reside in borderland. But tendency of feminization migration non-stoped to experience of improvement. One of area taken as area of transit candidate of international migrant woman is Tanjungpinang. Though from news in mass media of local, residing in relocation of hostel in Tanjungpinang often happened the case which impinge human right. From background like this hence this research aim to to know cause shift the opportunity work from men become bigger opportunity of labour of woman which go to abroad, how network of social owned so that candidate of TKW chosen area outside area of origin as area of transit out the country though area of their origin also there are service of labour delivery, and also what the resistance faced candidate of TKW start from area of origin till arrive at area transit. This research utilize method qualitative and presented descriptively. Various data collected by through circumstantial interview to candidate of TKW of origin Flores, Lombok And Madura as much 17 people. Determination 17 people taken by purposif. Interview done to candidate of TKW both for through legal band and also illegal. Interview done in hostel of relocation which gone the round of in some place in Tanjungpinang city. To equip data interview also done interview to owner PJTKI, broker of TKW and also the officer On Duty Labour of Tanjungpinang city. Through process of research which have been done, knowable that cause shift the opportunity work from men become bigger opportunity of labour of woman which go to abroad because of factor have the happening of friction of opportunity wo rk in origin area. friction Opportunity of the job happened effect of the happening of friction of technological use agriculture, and finally make woman do not get the opportunity to grab opportunity of existing job. Others also because the happening of friction in role of woman in family. In this time economics of family do not only become men responsibility, but woman have joined in to try to fulfill economic requirement family. friction of international Migration from men become the more amount woman because process of recruitment that happened. Effect of request labour in marketing of international job which is more amount requiring labour of Indonesia to be employed as housemaid energy. This matter make broker, consanquinity or friend and worker of field sent by PJTKI focussed their target to woman labour. While finding about social network owned relevant with band experienced by candidate TKW, there is 3 band utilized by candidate TKW which transit in Tanjungpinang that is, formal band that is through PJTKI, follow the consanquinity or friend known band out the country, go xself because have ever worked out country. While resistance experienced of by candidate TKW go together cultural resistance and the structural resistance. most resistance felt by candidate TKW that is respective matter with education, because generally candidate TKW own education which low relative. By having education limited make candidate TKW have to access limited also to information work and contract job they to experience.
Kata Kunci : Migrasi,Peluang Kerja,Jaringan Sosial