Hubungan antara persepsi anak terhadap kekerasan dengan ketrampilan sosial ditinjau dari lingkungan berbeda
LATING, Ainun Diana, Prof.Dr. Endang Ekowarni
2007 | Tesis | S2 Psikologi PerkembanganSituasi lingkungan yang dialami dan dirasakan oleh anak baik tentang peristiwa kekerasan dalam konflik maupun peristiwa sosial lainnya sangat mempengaruhi persepsi anak terhadap peristiwa tersebut yang dimanifestasikan melalui ketrampilan sosial (Sarwono, 2003). Kekerasan akibat konflik yang terjadi di Maluku membawa dampak yang cukup besar bagi anak dalam mengembangkan ketrampilan sosialnya. Dampak tersebut terjadi ketika konflik sedang berlangsung maupun sudah mereda. Tidak jarang pula anak harus menanggung risiko sosial dari konflik tersebut. Pada saat konflik berlangsung, anak sering kali menjadi sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap kekerasan dengan ketrampilan sosial ditinjau dari lingkungan yang berbeda. Instrumen yang digunakan adalah angket persepsi anak terhadap kekerasan dan angket ketrampilan sosial anak. Subjek dalam penelitian ini adalah anak laki- laki etnis Maluku di Ambon berjumlah 60 orang dan anak Maluku di Yogyakarta berjumlah 34 orang yang berusia 10,11 dan 12 tahun. Hasil korelasi regresi menunjukan bahwa adanya korelasi antara variabel bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y) adalah (r = 0. 917 dan p= 0.001.) hasilnya dinyatakan sangat signifikan. Berdasarkan uji-t, ada perbedaan yang sangat signifikan antara persepsi terhadap kekerasan pada anak Maluku di Ambon {t =6.165 dan nilai. p=0.010}, sedangkan pada anak Maluku di Yogyakarta {t =3. 133 dan p=0.010}. Hasilnya menunjukan bahwa persepsi terhadap kekerasan pada anak Maluku di Ambon lebih tinggi dari pada anak Maluku di Yogyakarta. Selain itu ada perbedaan ketrampilan sosial antara anak Maluku di Ambon {t =6.221 dan nilai p=0.010.}, dan dinyatakan rendah. Sedangkan ketrampilan sosial anak Maluku di Yogyakarta {t = 10.441 dan p=0.010 } dan dinyatakan lebih tinggi dari pada anak Maluku di Ambon.
The environment situation that experienced and felt by children in the violent event either the social conflict or the another social event is very influent to the children perception of the event that manifested by the social skill (Sarwono, 2003). The violence caused by Maluku conflict had a great influence to the children in develop their social skill. The influences happened either the event was in processing or past. Often the children must take on the social risk of the conflict. In the midle of conflict the children often be victim. This research aims to know the relation between the children perception of violence and the children social skill viewed from the different environment. The instrumens in used is the questionarre to the children perception of violence and to the children social skill. The subject of the research is 60 0f the Maluku boys at Ambon and 34 of Maluku son in Jogjakarta in their 10, 11 and 12 years age. The regression correlation result showed that there was a correlation between the independence variable (X) and the dependence variable (Y), and the correlation was (X of Y ) and viz (r =0.917). The result was very significant (p<0.0.01). Based on t-test, there was a significant difference between the children perception of violence in Ambon {t=6.165. and p<0.010} and the children perception of violence in Jogjakarta {t=3.133. and p< 0.010}. The result showed that the children perception of violence in Ambon is higher than the children perception of violence in Jogjakarta. Besides there was a difference between the children social skill of Maluku in Ambon {t=6.221 and. p< 0.010}, and said as low, and the social skill of Maluku children in Jogjakarta {t=10.441, and p<0.010} and said as higher.
Kata Kunci : Persepsi, Anak, Kekerasan, Perception of violence, Social Skill.