Laporkan Masalah

Seeking for East in Post War Area :: A Study on Jack Kerouac's The Dharma Bums

CAHYAWATI, Erna, Dr. Ida Rochani Adi

2007 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Jack Kerouac, tokoh utama generasi beat, dikenal sebagai penentang arus nilai nilai dominan pada era pasca perang. Hal ini dapat dilihat dari pencarian spiritualitasnya ke timur, khususnya ke ajaran Budha. Ketika mayoritas orang Amerika menyatakan anti Asia dan anti komunis yang ateis, Kerouac malah melakukan pencarian spiritualitas ke timur dan menemukan kekaguman pada Budha yang merupakan ajaran non-Tuhan. Kerouac juga lebih memilih ajaran timur (Budha) walaupun saat itu Amerika dengan sangat antusias merayakan kebangkitan Kristen. Ketertarikannya pada Budha diekspresikan lewat karyanya The Dharma Bums. Terbitnya novel ini menjadikan agama timur (Budha) lebih dikenal luas di barat (Amerika). Berangkat dari latar belakang yang menarik tersebut di atas, studi ini ditujukan untuk menguak motivasi yang mendorong Kerouac melakukan pencarian spiritualitas ke timur (Budha) seperti yang terlihat dalam novel The Dharma Bums. Untuk itu, penelitian pustaka dilakukan dengan mengambil data dari buku buku, ensiklopedia and sumber internet. Selanjutnya, pendekatan yang dipakai adalah intersdisipliner dengan mengintegrasikan pendekatan sastra, sosial dan sejarah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif pencarian Kerouac ke timur (Budha), dilakukan sebagai bentuk perlawanan pada tradisi dominan di barat di era paska perang. Pertama, Kerouac menolak nilai nilai budaya dan agama dominan di barat yang menyatakan bahwa materialisme dan kosumerisme adalah simbol kesuksesan, kemajuan, dan panggilan agama. Kecewa dengan budaya materialisme dan konsumerisme barat yang menurutnya tanpa disadari malah memicu timbulnya persaingan and lunturnya persudaraan, Kerouac mencari alternatif solusi dengan melakukan pencarian ke timur. Ia menemukan bahwa ajaran Budha tentang nonmaterialisme, saling berbagi dan persaudaraan merupakan solusi untuk masalah yang tengah di hadapi barat di era pasca perang. Kedua, Kerouac melakukan pencarian ke timur (Budha) sebagai protes terhadap kerusakan lingkungan akibat kemajuan tehnologi, industri dan ekonomi di era pasca perang. Dia melihat bahwa kemajuan-kemajuan tersebut ternyata malah mengakibatkan lingkungan menderita. Dalam hal ini dia menentang pandangan budaya dan agama barat yang mengatakan bahwa manusia merupakan makluk tertinggi di bumi sehingga mempunyai kekuasaan mengatur dan menggunakan sumber daya alam untuk kemakmuran hidupnya (anthroposentrisme). Pandangan superioritas manusia atas alam ini, menurut Kerouac tanpa disadari malah mengakibatkan terjadinya eksploitasi, polusi dan kerusakan alam lain. Sebagai bentuk perlawanan pada pandangan budaya dan agama barat tersebut, serta kekecewaanya pada kerusakan alam yang terjadi, Kerouac menemukan bahwa ajaran timur (Budha) tentang hidup sederhana dan harmony dengan alam merupakan solusi yang bisa ditawarkan untuk barat.

Jack Kerouac, a leading figure of the beat generation, is well recognized for his rebellion to the mainstream in the post World War II. One of his rebellions to the western dominant tradition can be witnessed by his spiritual seeking for eastern philosophy of Buddhism. While the majority of westerners declared anti Asia and anti godless communism, Kerouac sought for Asian spirituality, particularly Buddhism that was judged as the religion with ‘no God’. Furthermore, unlike the most western people who celebrated Christian revivalism in the post war, he looked to east and found fascination in Buddhism. His interest in eastern philosophy of Buddhism was then expressed in one of his works, The Dharma Bums. It was surprising that the impact of the novel then was very great. Through the novel, Buddhism gained vast popularity in the western mainstream in the post war. Departing from the interesting background above, the study is aimed to reveal the motives behind Kerouac’s seeking for a new spiritual alternative, particularly eastern philosophy of Buddhism as seen in The Dharma Bums. In conducting the study, library research is employed by making use of many books, encyclopedias and internet resources. Furthermore the interdisciplinary study integrating literary, social and historical approaches is used to support the analysis. The result of the study shows that, firstly, Kerouac’s refusal to western materialism and consumerism leads him to seek for eastern philosophy of Buddhism as an alternative solution. He rejects western religious and cultural values that put material wealth as a religious calling and a symbol of success and progress. Furthermore, he is disappointed knowing that instead of creating generosity and brotherhood, western materialism and consumerism just generated competition and rivalry. To cope with the problems, then he seeks for Buddhism whose teaching on non material attachment, as he believes, promotes generosity and brotherhood. Secondly, Kerouac’s disappointment seeing western environment destroyed as the cost of progress leads him to seek alternative solution to east. He claims that western development in technology, industries, and economy in the post war is the primary root of environmental damages. He rejects western cultural and religious values that put a man in superior position over nature (anthropocentricism). He declares that men’s privilege to use nature for their limitless needs can make the nature depleted and polluted. Dissatisfied with the western anthropocentricism, he seeks for eastern philosophy of Buddhism whose teaching on simple life and harmony with nature can be used as a solution to western environmental problems.

Kata Kunci : Sastra Inggris Amerika,Novel The Dharma Bums,Jack Kerouac's, the beat generation, conformity, post war, materialism and consumerism, anthropocentricism, environmental damages, east, west


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.