Kegagalan Golkar dalam Pilkada :: Studi tentang efektivitas jaringan terhadap kegagalan Golkar Sulawesi Tengah dalam Pilkada Gubernur Tahun 2006
KAMINDANG, Irwansyah, Mada Sukmajati, MPP
2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)Tidak berfungsi secara optimal jaringan-jaringan politik dalam pilkada gubernur Sulawesi Tengah tahun 2006, mengakibatkan kegagalan Partai Golkar memenangkan pasangan calon yang diusungnya dalam pilkada tersebut. Padahal sebagai bekas mesin politik Orde Baru, Partai Golkar masih sangat dimungkinkan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat melalui jaringan-jaringan politik yang dimilikinya. Jaringan-jaringan politik itu terdiri dari jaringan personal yakni birokrasi dan militer, serta ormas-ormas yang menjadi kelompok induk organisasi (KINO) Golkar, yakni SOKSI, Kosgoro, MKGR, MDI, Tarbiyah, dan AMPI sebagai jaringan institusional. Bahkan menghadapi pemilu 2004 dibentuk sayap Partai Golkar yakni AMPG dan KPPG mulai dari tingkat pusat sampai tingkat kecamatan. Selanjutnya, pada pilkada gubernur Sulawesi Tengah tahun 2006 dibentuk pula jaringan-jaringan politik diluar jalur Partai Golkar sebagai organisasi relawan, antara lain, AF, AMM, PBM, AFC, dan 32 jaringan politik lainnya. Untuk itu Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan "Mengapa jaringan Golkar yang telah dibangun dan sangat efektif selama 32 tahun tidak berfungsi secara optimal saat Pilkada Gubernur tahun 2006?". Dengan tujuan untuk mengetahui tidak berfungsinya jaringan-jaringan politik Partai Golkar secara optimal yang mengakibatkan kegagalan dalam pilkada Gubernur Sulawesi Tengah tahun 2006. Landasan teori yang digunakan adalah efektifitas jaringan, organisasi partai, kepemimpinan partai, konsolidasi partai, dan Golkar sebagai organisasi partai. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-eksploratif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun analisa data penelitian ini menggunakan analisa kualitatif dengan model interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak berfungsinya jaringan-jaringan politik Partai Golkar secara optimal dalam pilkada gubernur Sulawesi Tengah tahun 2006, disebabkan oleh rendahnya akseptabilitas figur pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di internal Partai Golkar yang dipengaruhi oleh kepemimpinan Partai Golkar yang paternalistik dibawah kendali Aminuddin sebagai calon gubernur sekaligus ketua DPD I Partai Golkar yang menetapkan figur Sahabuddin Mustafa sebagai calon wakil gubernur Partai Golkar. Keputusan tersebut berdampak terhadap rapuhnya konsolidasi Partai Golkar yang telah terbina dan terjalin dengan baik. Melihat hal itu, Aminuddin membentuk jaringan politik diluar jalur Partai Golkar yakni organisasi relawan dimana salah satunya Aminuddin Fondation, dan memposisikan AMPG dan SOKSI seolah tidak dibutuhkan dan difungsikan secara optimal menjadi kekuatan Partai Golkar dalam pilkada tersebut. Dengan demikian, DPD I Partai Golkar Sulawesi Tengah perlu memperbaiki pola rekrutmen figur kandidat dengan pertimbangan akseptabilitas, kapabilitas, dan kredibilitasnya, serta perlu meningkatkan evaluasi kepemimpinan partai dan program konsolidasi partai secara berkala dengan menata kelembagaan organisasi sayap dan jaringan-jaringan politik Partai Golkar agar lebih berfungsi. Selain itu juga, DPD I Partai Golkar Sulawesi Tengah perlu memberikan keleluasaan struktur partai di semua tingkatan agar lebih berperan aktif secara lebih optimal dalam kegiatan-kegiatan partai, termasuk memberikan keleluasaan pada jaringan-jaringan politik Partai Golkar Sulawesi Tengah untuk lebih inovatif dan kreatif melaksanakan kegiatan-kegiatan Partai Golkar guna mencapai program, tujuan dan cita-cita politik Partai Golkar
The politic networks that not give an optimal function in Governor election of Central Sulawesi 2006, effects the failure of Golkar party to win candidate couple that they support in the election. Whereas as the eks political machine of Orde Baru, Golkar party still have possibility to reach all the lining of society with the political networks that they have. The political networks consist of personal networks likes military and bureaucracy, and also organizations of society that being the group of Golkar’s main organizations (KINO), likes, SOKSI, Kosgoro, MKGR, MDI, Tarbiyah, and AMPI as institutional network. Even to face the election 2004, shaped the wings of Golkar party, likes, AMPG and KPPG from central level until district level. Then, to Governor election of Central Sulawesi 2006 also shaped the political networks out of Golkar party’s line as volunteer organization, are AF, AMM, PBM, AFC, and others 32 political networks. This research try to answer question “ why the Golkar’s networks that have been shaped and so effective in 32 years become unoptimal function when the Governor election 2006?â€. With the goals to knowing of unoptimal function political networks of Golkar party that effects the failure on Governor election of Central Sulawesi 2006. the basic theory that used are network effectivity, party organization, party leadership, party consolidation, and Golkar as the party organization. The research method that used are kualitative-eksplorative. And the technic of data assamble with interview, observation, and documentation. The analysis data of this research used kualitative analysis with interpretative model. The result of this research showed that the unoptimal function political networks of Golkar party on Governor election 2006, caused low akseptability of the profil couples candidate of Governor and Deputy, in internal Golkar party that influenced of Golkar party’s leadership that paternalistic under control of Aminuddin as a Governor candidate, at the same time he is a chairman of DPD I Golkar party, and determine Sahabuddin Mustafa as a Governor Deputy candidate of Golkar party. The decision effects to weaked Golkar party’s consolidation that have been good build. To see that things, Aminuddin shaped political network out of Golkar party’s line, are, volunteer organization where one of it Aminuddin Foundation, and positioning AMPG and SOKSI likes not needed and unoptimal function to be the power of Golkar party on the election. Thus, DPD I Golkar party of Central Sulawesi must make some correction for the recruitment design of candidates, with consideration of akseptability, capability, and credibility, and also must to increase evaluation of party leadership and party consolidation programme periodically with arrange the institutionalitation of wings organization, and Golkar party political networks so that more function. Besides that, DPD I Golkar party of Central Sulawesi need to give unrestricted for Golkar party political networks of Central Sulawesi, so that more innovative and creative in implementation all of the Golkar party’s activities, for achieve the programmes, goals, and the political ambitions of Golkar party.
Kata Kunci : Pemilihan Kepala Daerah,Kegagalan Golkar, Network Effectivity, Akseptability, Leadership, Consolidation,Golkar’s failure