Laporkan Masalah

Kontestasi wacana Partai Politik di tingkat lokal pada Pemilihan Kepala Daerah di media cetak :: Critical Discourse Analysis terhadap pemberitaan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sleman pada tahun 2005 pada Harian Kedaulatan Rakyat, Radar Jogja, dan Kompas Edisi Yogyakarta

FARIZAL, Drs. Cornelis Lay, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Era demokrasi telah memberikan angin segar bagi perkembangan media di Indonesia. Bahkan kebebasan ini telah masuk keranah lokal yang menempatkan media sebagai sebuah instumen penting dalam dinamika politik lokal dalam hal ini adalah partai politik. Pada tataran normatif media menjadi penyambung lidah bagi rakyat dan menyampaikan pemberitaan yang ada dilapangan sesuai dengan data dan fakta yang ada. Namun, media massa tidak hidup dalam situasi yang vakum, seperti yang dikatakan oleh Ibnu Hammad (2004) dalam hasil penelitiannya tentang konstruksi realitas politik dalam media massa. Dengan kata lain, fenomena politik media terlepas dari konstruksi media yang sarat dengan kepentingan. Oleh karena itumenarik dikaji konstruksi partai politik di tingkat lokal?. Adapun objek penelitian Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Sleman. Hal yang ingin dilihat adalah proses bagaimana rekrutmen politik pada calon bupati yang terjadi gejolak politik. Dengan melihat pada konstruksi yang dilakukan oleh media cetak lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis yang masuk dalam kajian penelitian kualitatif. Teknik analisis yang dipakai adalah teknik analisis dari Norman Fairclough yang terdiri atas deskripsi (Text Analysis), interpretasi (Procesing Analysis), dan eksplanasi (sosial Analysis), dengan metode pengumpulan data analisis teks berita, wawancara mendalam, dan studi pustaka Sedangkan objek penelitian ini adalah Harian Kedaulatan Rakyat, Harian Radar Jogja, Harian Kompas Edisi Yogyakarta. Melalui analisis wacana analisis di fokuskan kepada tiga isu yang ada pada bulan Maret, April, dan Mei yaitu rekrutmen partai, Komunikasi politik dan citra calon. Perbedaan kepentingan terlihat pada kepentingan politiknya. Harian Kedaulatan Rakyat lebih berpihak kepada Partai Golkar, PDIP dan PAN, dalam konstruksi ini KR lebih melihat hubungan dari faktor kesejarahan dan tokoh dengan kedua partai tersebut. Harian Radar jogja lebih memihak calon (baru) yang secara latar belakang bersih yaitu calon yang diusung oleh PKS, melalui ekploitasi pemberitaan ada konflik internal PAN yaitu sebagai partai yang sarat akan konflik antar level internal partai. Sedangkan Kompas Edisi Yogyakarta lebih melihat isi kepentingan yang mengangkat proses dari pilkada tersebut. Kompas Edisi Yogyakarta melihat PKS sebagai partai yang selektif dalam mencari calon dan Partai Golkar adalah partai yang visioner. Minimnya pemberitaan Kompas edisi Yogyakarta menunjukkan harian ini lebih hati-hati dalam memberitakan proses politik, termasuk absennya pemberitaan partai Golkar dan PDIP. Penelitian ini membuktikan bahwa media cetak tidak bisa lepas dari kepetingan pragmatisme politik dan juga idealisme media dalam kontek pemilihan kepala daerah ditingkat lokal. Kedepan penting dilihat kembali konsistensi konstruksi media cetak pada pemberitaan politik yang lain, sehingga dapat dilihat juga apakah konstruksi dapat dipengaruhi oleh isu yang berkembang dari sikap partai politik.

Democracy era has given a fresh atmosphere for media development in Indonesia. Indeed, this freedom has come to local domain that places media as an important instrument in local politics dynamics, in this term means political party. In normative level, media becomes a bridge for the people’s voice and reports news in the field according to data and facts. Nevertheless, media, as presented by Ibnu Hammad (2004) in his research report on political reality construction, does not exist in a vacuum situation. In other words, media political phenomenon is out of media construction that is full of interest. Therefore, it is interesting to study political party construction in local level, especially in printed media. The object of this study is a regional head election in Sleman regency. This study wants to see how the process of political recruitment of regent candidates in political flame atmosphere by understanding the construction done by local-printed-media. This research uses a critical discourse analysis that includes in a qualitative research. This research uses an analytical technique by Norman Fairclough that consists of description (text analysis), interpretation (processing analysis), and explanation (social analysis) with news text analysis, in-depth interview, and referential studies as data collecting methods. The object of the research is daily newspaper, namely Kedaulatan Rakyat (KR), Radar Jogja, and Kompas Edisi Yogyakarta. By discourse analysis, this analysis focuses on three issues in March, April, and Mei. They are political recruitment, political communication, and candidates’ images. Kedaulatan Rakyat takes a side to Golkar Party, PDIP, and PAN. In this construction, KR sees more on the relationship of historical factors and patrons with the parties. Radar Jogja takes a side to a (new) candidate with clean background, a candidate carried by PKS, by exploiting news on PAN as a party with full of conflict among party’s internal levels. Kompas Edisi Yogyakarta sees more on content of interest by reporting the process of the election. Kompas Edisi Yogyakarta sees PKS as the selective party in finding a candidate and Golkar as the visionary one. The minimum report on the regional head election in Kompas Edisi Yogyakarta shows that this media is more careful in reporting political process, including the absence of reports on Golkar and PDIP. This research proves that printed media cannot separate itself from political pragmatism and media idealism in the context of regional head election in local level. In the future, it is important to see the consistency of printed media construction on other political reports, so it is also possible to see whether issue coming from the political parties’ attitude can influence the media construction.

Kata Kunci : Partai Politik,Pilkada,Media Massa,Berita Politik, construction, political parties, critical discourse analysis, regional head election, and Sleman regency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.