Laporkan Masalah

Dinamika pemilih :: Studi terhadap preferensi politik pemilih Etnis Ternate dalam Pemilu Legislatif 1999 dan 2004 di Ternate

ABDURRAHIM, Anwar, Dra. Ratnawati, SU

2007 | Tesis | S2 Ilmu Politik (Politik Lokal dan Otonomi Daerah)

Dinamika pemilih di kota ternate dalam dua kali pemilu di era reformasi mengalami perubahan yang sangat mencolok. Perubahan tersebut setidaknya dapat diamati dari pergeseran perolehan kursi anggota DPRD Kota Ternate yang dalam pemilu 1999 lebih didominasi satu partai. Hal ini menunjukkan adanya persaingan di antara peserta pemilu secara ketat. Penelitian ini menemukan adanya swinging voters (berpindahnya suara) dari satu partai ke partai yang lain secara signifikan. Partai Goklar yang pada pemilu 1999 unggul dalam perolehan suara pada pemilu 2004, dikalahkan oleh Partai Persatuan Demokrasi kebangsaan (PPDK) yang merupakan patai baru dalam pemilu saat 2004. Beberapa faktor yang mempengaruhi preferensi politik pemilih Etnis ternate dalam pemilu 1999 dan 2004, yaitu kharisma aktor, etnititas, dan pengaruh partai/isu partai. Pada pemilu 1999 untuk komunitas etnis ternate yang berada pada daerah yang homogen secara budaya, 96,4% menyatakan pilihan mereka sangat dipengaruhi oleh tokoh yang sangat dihormati di lingkungan mereka, dan hanya 3,6% yang tidak berpengaruh. Alasan mengikuti tokoh berpengaruh karena kharismanya. Sementara pemilu 2004 komonitas etnis ternate yang heterogen , 42,9% menyatakan pilihannya dipengaruhi oleh pengurus parpol, diikuti oleh pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan kapabilitas calon. Tokoh yang memiliki latar belakang sebagai tokoh adat dan sekaligus sebagai tokoh partai memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pilihan pemilih. Kharisma aktor tetap menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap preferensi pemilih, disamping kapabilitas, dan kepemimpinan. Etnisitas juga turut memberi warna tersendiri dalam menentukan pilihan pemilih bagi etnis ternate dengan presentasi rata-rata 67,86% baik komunitas homogen maupunheterogen pada pemilu 1999, sedangkan pada pemilu 2004, 89,29% pemilih homogen terpengaruh oleh kedekatan etnis dan 71,43% pemilih heterogen menyatakan terpengaruh oleh kedekatan etnis. keberadaan aktor panutan seperti Sultan Ternate Muidafar Syah dalam satu partai politik tertentu, memberikan pengarauh terhadap pemilihan pemilih etnis ternate, baik pada pemilu 1999 maupun 2004. Keberadaan Mudafar Syah dalam kepengurusan PPDK pada pemilu 2004, telah berdampak pada kemenangannya terhadapa partai golkar pada pemilu 2004, telah berdampak pada kemenangannya terhadap Partai Golkar pada pemilu 2004. Penciptaan lapangan kerja merupakan program yang berpengaruh terhadap pilihan pemilih pada pemilu 1999 dan 2004 bagi komunitas yang homogen. Untuk komunitas heterogen, pemberantasan KKN merupakan isu yang sangat berpengaruh terhadap pilihan politik mereka. Isu lokal yang turut berpengaruh terhadap pilihan pemilih pada pemilu 1999 dan 2004 adalah Gubernur pertama maluku utara, penciptaan lapangan kerja, pembentukan propinsi maluku utara, pencalonan sultan ternate pada tahun 2005. Disamping isu-isu umum lainnya seperti pendidikan, serta janji untuk memperhatikan kemajuan daerah.

Kata Kunci : Pemilu Legislatif,Dinamika Pemilih,Etnis Ternate, dinamic, political preference, voter, ternatenese, legislative, election


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.