Laporkan Masalah

Sikap Muhammadiyah terhadap pluralitas agama di Indonesia :: Studi pasca Muktamar ke-43 di Banda Aceh 1995 hingga Muktamar ke-45 di Malang 2005

HIDAYATULLAH, Syarif, Prof.Dr. H. Abdul Munir Mulkhan

2007 | Tesis | S2 Ilmu Perbandingan Agama

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sikap Muhammadiyah pasca Muktamarnya ke-43 di Banda Aceh pada 1995 hingga Muktamar ke-45 di Malang pada 2005 dalam merespon pluralitas agama di Indonesia Selain itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran yang dilakukan Muhammadiyah dalam merespon pluralitas agama tersebut. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif; yakni penelitian yang berusaha untuk menggambarkan gejala keagamaan, dilakukan dengan pendekatan fenomenologis. Data penelitian ini akan diperoleh melalui dua kategori sumber data: pertama, sumber utama adalah literatur ilmiah, baik berupa buku, jurnal ilmiah, majalah, dan koran, yang menginformasikan perihal tindakan dan perkataan maupun pemikiran manusia, dalam hal ini para individu yang terkait dengan gerakan Muhammadiyah, baik sebagai pengurus maupun umat atau warga Muhammadiyah. Kedua, adalah sumber pendukung yaitu, literatur lain yang tidak terkait langsung dengan keberadaan Muhammadiyah namun ia diperlukan untuk menguatkan dan mengelaborasi informasi dari sumber utama tersebut serta untuk pengayaan hasil penelitian. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa dalam merespon pluralitas agama di Indonesia, Muhammadiyah pasca Muktamar ke-43 Banda Aceh 1995 hingga Muktamar ke-45 di Malang 2005 ini mengembangkan beberapa model sikap yang lebih terbuka dibanding periode-periode sebelumnya. Di antara model yang dikembangkan adalah Model Fullfilment, Model Mutuality, dan Model Acceptance. Sedangkan peran Muhammadiyah dapat dibuktikan dalam sejumlah hal, antara lain: pertama, kemunculan sejumlah intelektual dan aktivis Muhammadiyah yang bersikap lebih terbuka terhadap wacana pluralitas agama di Indonesia, seperti M. Amien Rais, Ahmad Syafii Ma’arif, Abdul Munir Mulkhan, dan M. Amin Abdullah; Kedua, Kemunculan Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM); Ketiga, penyelenggaraan beberapa seminar dan forum pengembangan wacana pluralitas agama dan budaya; Keempat, penegasan atas penerimaan Muhammadiyah terhadap Pancasila; dan Kelima, penerbitan buku “Tafsir Tematik al-Quran Tentang Hubungan Sosial Antar Umat Beragama”.

This research aims to study on Muhammadiyah’s attitudes in the period of time from the 43rd Muktamar (meeting) in Banda Aceh and the 45th Muktamar in Malang, which were held in 1995 and 2005 respectively in responding to religious plurality in Indonesia. This research also aims to identify proof of Muhammadiyah’s role in responding religious plurality. This research tries to approach religious phenomena, using a phenomenological method. Data for the research was acquired from two categories data sources: firstly, primary sources, including scientific literature, such as books, journals, magazines, and newspapers, which give information about human action and thinking in the Muhammadiyah movement. Secondly, secondary sources, such as other literature which is not directly related to the Muhammadiyah movement, but is strongly needed to support and elaborate information from the primary source. The conclusion of this research is that in responding to the development religious plurality in Indonesia, the new Muhammadiyah tries to implement some attitude models, which are more open than the former Muhammadiyah. Among the models are: the fulfilment, mutuality, and acceptance models. Proof of Muhammadiyah’s role can be seen through: (a) the emergence of several Muhammadiyah intellectuals and activists who are more open toward religious plurality discourse in Indonesia; (b) the emergence of Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM); (c) the implementation of seminars and forums on religious and cultural plurality discourse; (d) the affirmation of Muhammadiyah’s acceptance of the Pancasila; and (e) the publishing of the exegesis book titled Tafsir Tematik tentang Hubungan Sosial Antar Umat Beragama.

Kata Kunci : Muhammadiyah,Pluralitas Agama, Muhammadiyah, Respond, Plurality of Religion


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.