Kajian kerusakan lingkungan lereng selatan Gunungapi Merapi akibat penambangan bahan galian Golongan C di Kabupaten Sleman Provinsi daerah istimewa Yogyakarta
PURWANTO, Prof.Dr. Totok Gunawan, MS
2007 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan (Magister Pengelolaan LingkungaPenelitian ini dilaksanakan di Lereng Selatan Gunungapi Merapi Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bertujuan untuk mengkaji akibat penambangan bahan galian golongan C terhadap kerusakan lingkungan biofisik dan mengkaji pengaruh tingkat sosial ekonomi masyarakat Lereng Selatan Gunungapi Merapi terhadap kegiatan penambangan pasir dan batu. Dalam penelitian ini digunakan metode survei, dengan melakukan pengukuran, evaluasi kerusakan lingkungan biofisik pada masing-masing lokasi penambangan. Penilaian berdasarkan skor total terendah dan tertinggi tingkat kerusakan, kemudian dilakukan pengklasifikasian untuk menentukan tingkat kerusakan lingkungan. Untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi di digunakan quisioner terhadap 60 masyarakat penambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerusakan di masing-masing lokasi penambangan pasir dan batu yang dilakukan di lahan tegalan/pekarangan telah menimbulkan kerusakan lingkungan yang tinggi dengan nilai rata-rata total skor 39,33, sedangkan penambangan yang dilakukan di alur sungai berada tingkat kerusakan lingkungan sedang dengan nilai rata-rata total skor 23,00. Untuk kondisi sosial ekonomi masyarakat penambangan pasir dan batu di lereng selatan Gunungapi Merapi pada lokasi penambangan di tegalan/pekarangan yaitu 13 persen pada kondisi sosial ekonomi rendah dan 87 persen pada kondisi sosial ekonomi sedang. Untuk penambangan di sungai yaitu 23 persen pada kondisi sosial ekonomi rendah dan 77 persen pada kondisi sosial ekonomi sedang. Untuk aktivitas penambangan di tegalan/pekarangan dan sungai, berdasarkan pengklasifikasian nilai skor tergolong beraktivitas tinggi dengan nilai total skor masing-masing 13 dan dan 11,8. Adapun arahan pengelolaan lingkungan di lereng selatan Gunungapi Merapi yaitu pembuatan peraturan, penegakan hukum lingkungan dan pengawasannya di lapangan, penerapan teknis dan sistem penambangan, pengelolaan tanah penutup lahan dan pelaksanaan reklamasi yang berwawasan lingkungan hidup
This research conducted in South Slope Merapi Volcano, Sleman Regency, Yogyakarta Province. The aims of the research are to understand the impact of C Part mining activity in biophysics damaged environment, to understand the influence of social economic level of society in sand and stone mining activity. The survey method was used in this research by measuring, evaluating the biophysics damaged environment in each mining location. The measuring based on lowest and highest total score of the damaged, then conducted classifying to decide the damaged level. To study the social economic level of society was used 60 respondents from miner. The result show that damaged level in each sand and stone mining location in dry field has created high damaged environment level by average is 39,33, whereas the mining that conducted in river space is in medium level of damaged by average is 23. For the society social economic level side in dry field are 13% in low level and 87% in medium level. In other side, the social economic level of society in river space is 23% in low level and 77% in medium level. So that, for the mining activity in dry field and river space based on classifying score involved in high level by score total are 13 and 11,8. The suggest that could be given are making the role, the stand of environment and it’s control, the implementation the mining technique and system, the use of cropping plant and implementation of reclamation that environmental view.
Kata Kunci : Kerusakan Lingkungan, Penambangan Galian Golongan C, Damaged, Merapi Volcano and C Part Mining Material.