Pengaruh penyuluhan dengan media Audio Visual terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita gizi kurang/buruk di Kabupaten Kotawaringin Barat Propinsi Kalimantan Tengah
ABDULLAH, Ira Rahmawati, Toto Sudargo, SKM.,M.Kes
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Gizi dan Kesehatan MLatarbelakang: Kejadian gizi buruk bila diteliti diperkirakan menyebabkan kematian 54% pada anak balita. Gizi kurang pada balita menurut kabupaten di Indonesia dengan prevalensi >40% (sangat tinggi) terdapat pada 35 kabupaten, salah satunya adalah kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Tahun 2005 sesuai hasil survei Penilaian Status Gizi maupun hasil survey Badan Pusat Statistik di Kabupaten Kobar masih menunjukkan prevalensi balita kurang gizi 13,1 % dan gizi buruk 2,3 %. Balita yang berada di Bawah Garis Merah dari bulan Januari sampai Mei 2006 yaitu : 5 %, 4%, 4%, 4,1% dan 4,6%. Perbaikan keadaan gizi penting untuk meningkatkan kesehatan, menurunkan angka kematian bayi dan balita, meningkatkan kemampuan tumbuh kembang, fisik, mental, sosial anak, produktivitas kerja serta prestasi akademik. Salah satu pendekatan yang sering digunakan adalah dengan menyampaikan pesan atau informasi, melalui Pendidikan, pengajaran dan penyuluhan, sehingga informasi tersebut dapat diterima dan dipahami. Tujuan: Mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita yang mengikuti penyuluhan dengan media ausiovisual, modul dan kontrol dan mengetahui tingkat perbedaan peningkatan tersebut antara sebelum dan sesudah intervensi. Metode: Penelitian adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan melakukan pre test – post test, dengan kontrol group design (random allocation). Populasi dialokasikan dalam tiga group, yaitu group kontrol, group perlakuan modul dan group audiovisual. Masing-masing terdiri dari 15 ibu dengan balita gizi buruk. Hasil: 1) Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita yang mengikuti penyuluhan dengan media audio visual lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengikuti penyuluhan dengan modul dan control, 2) Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita berbeda antara sebelum dan sesudah intervensi Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara general dapat dikatakan metode audiovisual adalah lebih baik dibandingkan dengan metode modul dan metode modul adalah lebih baik dibandingkan dengan tanpa intervensi (group kontrol). Dengan demikian maka metode audiovisual adalah lebih unggul.
Background: The incident of malnutrition, when it is being examined, will caused mortality in 54% children under five years old. Malnutrition in children under five years old based on districts in Indonesia with prevalence of > 40% (very high) is located in 35 districts which one them is West Kotawaringin district (Kobar). The result of nutrition status measurement survey or statistic center survey in Kobar district in the year of 2005 showed that the prevalence of lack nutrition of children under five years old was 13,1 % and malnutrition was 2,3%. Children under five years old who were below the red line from January to May 2006 was 5%, 4%, 4%, 4,1% and 4,6%. The improvement of nutrition condition is necessary to improve health, decrease mortality rate of infants and children under five years old, improve the ability of growth, physical, mental, child social, work productivity as well as academic achievement. One of the approaches that are often used is by conveying message or information through education, teaching and information so that it can be well obtained and understood. Objective: This research was aimed to improve knowledge, attitude and behavior of mother of children under five years old who joint the health information with audiovisual media, module and control as well as to find out the different level of the improvement before and after intervention. Method: This was a quasi experimental research that used pre test – post test with control group design (random allocation). The population was allocated in three groups; control, treatment and audiovisual groups with 15 mothers who had mildly and severely malnourished children under five years of age respectively. Result: 1) The improvement of knowledge, attitude and behavior of mothers who had children under five years old who joint the information with audiovisual media was higher than those who joint the information with module and control group 2) There was a difference on knowledge, attitude and behavior of mother of children under five years old before and after intervention. Conclusion: The result of the research showed that, in general, audiovisual method was better than module method and module method was better than without intervention (control group). Therefore, audiovisual is the best method to be used.
Kata Kunci : Gizi Masyarakat,Penyuluhan dan Pendidikan,Information, audiovisual,module,bad nutrition,improvement on knowledge,attitude and behavior