Laporkan Masalah

Hubungan praktik menyusui dengan kelangsungan hidup anak di Indonesia :: Analisis data SDKI 2002-2003

GUSTIANA, dr. Siswanto A. Wilopo, SU.,M.Sc.Sc.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar belakang: Berdasarkan laporan SDKI 2002-2003 terjadi peningkatan menyusui segera setelah melahirkan dari 53% pada tahun 1997 menjadi 62% pada tahun 2002-2003 dan terjadi penurunan kematian balita dari 63 per 1.000 kelahiran hidup tahun 1997 menjadi 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2002-2003. Menyusui merupakan salah satu elemen GOBI (Growth monitoring, Oral dehydration, Breastfeeding and Immunitation) untuk meningkatkan kelangsungan hidup anak. Pada faktanya pemberian ASI semakin menurun dengan bertambahnya usia anak dan pola menyusui masih bervariasi. Tujuan: Mengetahui hubungan praktik menyusui setelah melahirkan dengan kelangsungan hidup anak di Indonesia. Metode: Jenis penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospectif menggunakan data SDKI 2002-2003. Sampel penelitian adalah semua anak batita (berumur 1-36 bulan, menyusui setelah lahir) dari ibu yang berumur 15-49 tahun berjumlah 9.627. Variabel bebas adalah praktik menyusui setelah lahir, variabel terikat kelangsungan hidup anak. Analisis yang digunakan adalah univariabel, bivariabel dan analisis survival dengan Kaplan- Meier, Log regression dan Cox regression. Hasil : Analisis bivariabel dengan survival Kaplan-Meir didapatkan hubungan yang bermakna antara praktik menyusui segera lahir dengan kelangsungan hidup anak, namun kelangsungan hidup lebih tinggi pada anak yang menyusui lambat dibandingkan dengan menyusui dini (90%:86%). Rata-rata kelangsungan hidup anak pada menyusui dini 35 bulan dan menyusui lambat 36 bulan. Analisis multivariabel dengan Cox regresion menunjukkan peluang kelangsungan hidup pada anak menyusui dini sebesar 0,78 kali lebih rendah dibandingkan dengan menyusui lambat (RR 0,78; CI 95%=0,60-0,99). Kesimpulan: Praktik menyusui segera melahirkan (dini atau lambat) bermakna secara statistik, namun secara praktis tidak ada perbedaan kelangsungan hidup anak pada menyusui dini dengan menyusui lambat. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup anak adalah pendidikan ibu, status ekonomi, penolong persalinan dan status tempat tinggal.

Background: based on IDHS (Indonesian Demographic and Health Survey) report in 2002-2003, breastfeeding after delivery increased from 53 percent (1997) to 62 percent (2002-2003) while mortality rate for children under three years old decreased from 63 percent per 1,000 live birth (1997) to 46 percent per 1,000 live birth (2002-2003). Breastfeeding is one element of GOBI (Growth monitoring, Oral dehydration, Breastfeeding and Immunization). In fact, in accordance with the decrease of breastfeeding giving as a child grows, types of breastfeeding are still various. Objective: this study was aimed at finding out the correlation between breastfeeding after delivery and child survival in Indonesia. Methods: it was an observational study with cohort retrospective design using IDHS data in 2002-2003. The 9,627 samples were children 1-36 old months who were in breastfeeding period since the delivery from mothers between 15 to 49 years of age. Breastfeeding and child survival were independent and dependent variables, respectively. The analyses used were univariable, bivariable, and survival using Kaplan-Meier, Log regression, and Cox regression. Results: a significant correlation between breastfeeding after delivery and child survival occurred in bivariable by using Kaplain-Meir; however, child survival was higher in late breastfed children than that in early breastfed children (90%:86%). Mean child survival for early and late breastfed children was 35 months and 36 months, respectively. Multivariable analysis using Cox regression shower that the opportunity in early breastfed children survival was 0.78 times lower than in late breastfed children survival (RR 0.78; CI 95% = 0.60 – 0.99). Conclusions: early and late breastfeeding given for children after delivery was statistically significant but, in practice, there was not any difference in the survival for both early and late breastfed children. Other factors affecting child survival were maternal education, economic status, delivery attendant, and the area they live.

Kata Kunci : Kesehatan Anak,Kelangsungan Hidup,Praktek Menyusui, child survival, breastfeeding practice, children under three years old


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.