Laporkan Masalah

Pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di Jawa Tengah dan Jawa Timur daerah project dan non project Safe Motherhood Partnership Family Approach :: Analisis data SKRRI th 2002-2003

PRIHARTINI, Dwiyatmi, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG(K).,PhD

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kes. Ibu dan Anak-Ke

Latar belakang: Salah satu upaya pemerintah Indonesia didalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja adalah melaksanakan projek safe motherhood partnership and family approach di 10 Kabupaten di propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Projek tersebut memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan reproduksi remaja dengan pendekatan kemitraan dan pendekatan keluarga. Tujuan penelitian: membandingkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada daerah proyek SMPFA dan daerah non projek SMPFA. Metode penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional study, memakai data sekunder survei kesehatan reproduksi remaja Indonesia (SKRRI) 2002-2003. Subjek penelitian ini adalah remaja umur 14 – 24 tahun, belum menikah dan tinggal di wilayah kabupaten SMPFA (Jombang, Ngawi, Tulungagung, Pamekasan, Jepara, Rembang, Brebes,Cilacap dan Pemalang), sebanyak 150 orang, Dengan kontrol remaja umur 14 – 24 tahun, belum menikah di Jawa Tengah dan Jawa Timur daerah non projek SMPFA. . Hasil penelitian: nilai pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di daerah SMP-FA dalam katagori rendah sebanyak (54%) dan nilai pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dalam katagori tinggi sebanyak (46%). Sedangkan nilai pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di daerah non SMP-FA dalam katagori rendah sebanyak (46%) dan nilai katagori tinggi (54%). Dengan uji chi square didapatkan tidak adanya perbedaan pengetahuan di daerah projek SMPFA dan daerah non projek SMPFA (p=0.204) Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi projek SMPFA dari analisa data SKRRI 2002-2003 belum terbukti keberhasilannya.

Background: one of the Indonesian government’s efforts to improve the knowledge on adolescent reproductive health is by conducting Safe Motherhood Partnership and Family Approach project in ten districts of Central Java and East Java Provinces. This project gives communication, information and education (CIE) on adolescent reproductive health by partnership and familial approaches. Objective: to know the comparison on the level of adolescent reproductive health in SMPFA project sites and non SMPFA project sites. Method: this study is an observational study using cross sectional design. Secondary data were obtained from Indonesian Adolescent Reproductive Health Survey (SKRRI) in 2002-2003. The subjects were 150 unmarried adolescents aged 14-24 years old who live in the areas of SMPFA project.(Jombang, Ngawi, Tulungagung, Pamekasan, Jepara, Rembang, Brebes, Cilacap, and Pemalang). As the control, another 150 unmarried adolescents aged 14-24 years old who live in non SMPFA project sites were observed. Result: it was found out that the level of adolescent reproductive health knowledge in SMPFA project sites was 54% low and 46% high. Meanwhile, the result in non SMPFA project sites were 46% low and 54% high. By chi square test, it was found out that there was no difference in knowledge level between SMPFA project sites and non SMPFA project sites (p = 0.204). Conclusion: SMPFA project intervention from data analysis in 2002-2003 (SKRRI) had not proven its success yet.

Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Pengetahuan Remaja,Proyek SMPFA,knowledge, reproductive health, adolescent, SMPFA project, SKKRI 2002-2003


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.