Laporkan Masalah

Kebutuhan biaya untuk penerapan strategi DOTS di Kabupaten Bangli

NADI, I Nengah, dr. Adi Utarini, M.Sc.,MPH.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. Pembiayaan da

Latar Belakang. Di negara-negara Asia Tenggara TB paru masih merupakan masalah kesehatan, karena 37 % kasus TB paru terdapat di negara-negara tersebut. Di Indonesia dari hasil survey kesehatan rumah tangga tahun 1995, penyakit TB paru merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit saluran pernafasan pada semua kelompok usia. Sejak tahun 1995 di Indonesia dilaksanakan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS). Di Kabupaten Bangli strategi DOTS dilaksanakan mulai tahun 1998. Penemuan penderita TB paru BTA positif di Kabupaten Bangli dari tahun ke tahun tidak pernah mencapai target, salah satu penyebab adalah kurangnya alokasi dana untuk melaksanakan kegiatan Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis tersebut. Tujuan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan dana dalam melaksanakan kegiatan Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis dengan strategi DOTS di Kabupaten Bangli. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus, dengan jenis penelitiannya adalah deskriptif, yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitiannya adalah petugas kesehatan yang menangani Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis di Kabupaten Bangli. Variabel penelitiannya adalah penemuan penderita BTA positif dan kebutuhan dana, rencana analisis data dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Hasil Penelitian. 1. Kebutuhan biaya untuk penemuan dan pengobatan 1 orang penderita TB paru BTA positif besarnya adalah Rp.1.414.565,-. 2. Kebutuhan biaya untuk menemukan 1 orang penderita TB paru BTA positif besarnya adalah Rp.762.043,-. 3. Kebutuhan biaya untuk melaksanakan kegiatan pengobatan 1 orang penderita TB paru BTA positif besarnya adalah Rp.652.522,-. Kesimpulan. 1. Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan Program Penanggulangan Penyakit Tuberkulosis dengan Strategi DOTS di Kabupaten Bangli adalah Rp.134.383.675,-.2. Besarnya biaya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan penemuan penderita TB paru di Kabupaten Bangli adalah Rp.72.394.085,-. 3. Besarnya biaya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pengobatan penderita TB paru di Kabupaten Bangli adalah Rp.61.989.590,-.

Background: Lung tuberculosis (TB) is still a major health problem in South- east Asian countries because 37% of lung TB cases happen within these countries. The result of household health survey in Indonesia 1995, lung TB is the third major cause of death after cardiovascular and respiratory tract diseases in all age group. Since 1995 Directly Observed Treatment Short course (DOTS) strategy has been implemented in Indonesia. At District of Bangli DOTS strategy has been implemented since 1998. The identification of positive acid fast bacillus lung TB patients at District of Bangli has not reached target every year. One of the causes in inadequate allocation of fund for the implementation of TB disease control program. Objective: To objective of the study was to identify financial sources and cost needed to implement DOTS strategy at District Bangli. Method: This was a descriptive case study with quantitative approach. The population is health staff undertaking TB disease control program at District of Bangli. Variables of the study were the identification of positive acid fast bacillus patients and the financing needs. Data were analyzed descriptively using quantitative approach. Result: The funding needed for case finding and case holding of 1 positive acid fast bacillus lung TB patient was as much as Rp 1,414,565;. This was for identification of 1 positive acid fast bacillus lung TB patient (Rp 762,043;), and curing 1 positive acid fast bacillus lung TB (Rp 652,522;). Conclusion: The amount of funding needed for the implementation of DOTS strategy at Bangli District was Rp 134,383,675;. The amount of funds needed for the identification of lung TB patient at Bangli District was Rp 72,394,085;. The amount of funds needed for the medication of lung TB patient at Bangli District was Rp 61,989,590;. The total of funding needed to implement DOTS strategy at Bangli District was Rp 134,383,675, consisting of Rp 72,394,085, for case finding and Rp 61,989,590, for case holding.

Kata Kunci : Pembiayaan Kesehatan,Penyakit TB,P2TB DOTS,Lung tuberculosis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.