Laporkan Masalah

Efisiensi pelayanan instalasi farmasi dalam pendistribusian obat umtuk penderita rawat inap di Bengkalis Grand Hospital

ZAMSARI, Zaiyus, dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc.,Ph.D

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Magister Manajemen Ru

Pengantar : Bengkalis Grand Hospital telah menyadari adanya tuntutan perubahan terhadap pelayanan rumah sakit, sehingga menetapkan visi dan misi sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada customer. Penelitian ini dilakukan di IFRS dan ruang perawatan di Bengkalis Grand Hospital yang difokuskan pada Alur pendistribusian obat untuk penderita rawat inap di Bengkalis Grand Hospital. Metoda : Jenis penelitian ini adalah observasional. Rancangan penelitian ini adalah studi kasus. Subjek penelitian adalah petugas IFRS dan perawat dari ruang rawat inap dengan metode pengamatan langsung, wawancara mendalam dengan pihak direktur, kepala IFRS, Kepala keperawatan, kepala ruangan dan dokter yang merawat pasien. Kuesioner pada perawat dan pasien. Objek penelitian adalah sistem pendistribusian obat yang meliputi, proses pendistribusian obat IFRS ke rawat inap dan perencanaan pendistribusian obat. Hasil : Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: 1) Alur distribusi obat : Waktu dokter menulis resep 9,5 menit, waktu perawat mencatat kembali permintaan obat ke dalam blangko amprahan obat/ BHP 49, 8 menit, ketepatan waktu pemberian obat 31, 25 menit, 2) Indikator distribusi obat : wakktu yang digunakan untuk melayani resep yaitu 18, 3 menit, jumlah resep yang terlayani 84,75 %, obat yang dilabeli dengan benar yaitu 90,08 %, keluhan profesi lain terhadap pelayan farmasi 28, 47%. Kesimpulan : Dalam pengelolaan obat untuk rawat inap harus adanya koordinasi antar bagian.

Background: Bengkalis Grand Hospital realized change demands toward hospital service so that they determined their vision and mission in order to increase customer service. The study that was obtained in pharmacy installation and inpatient department in Bengkalis Grand Hospital focused on drug distribution for patient in inpatient department, Bengkalis Grand Hospital. Methods: This was observational study with case study design. Subject of the study wad staff in pharmacy department and nurses in inpatient department using direct observation, in depth interview with directors, head of pharmacy installation, head of nursing department, head of ward, and doctor who cared patients. Questionnaires were spreaded to patients. Object of the study was drug distributing system that included drug distributing process from pharmacy department to inpatient department and drug distributing plan. Results: The study showed that: 1) comparation between drug distributing and time of prescribing of doctor was 9.5 minutes, time of rewriting drug requested of nurse was 49.8 minutes, accuracy time for drug distribution was 31.25 minutes; 2) comparation between drug distribution indicator and time for prescribing service was 18.3 minutes, number of prescription served was 84.75%, right drug labeled was 90.08%, complaint of other professions toward pharmacy services was 28.47%. Conclusions: The study concludes that managing drug for inpatient department need coordination between departments.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Instalasi Farmasi,Distribusi Obat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.