Audit klinik bedah sesar di Rumahsakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan
SUBANDI, M, Dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc.,PhD
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Magister Manajemen RuRumah Sakit Umum Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) adalah Rumah Sakit Kelas B Non-Pendidikan milik Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur yang berlokasi di Kota Balikpapan, sebagai rumah sakit rujukan wilayah Selatan Kalimantan Timur. Secara statistik terdapat kecenderungan peningkatan angka bedah sesar di RSKD Balikpapan yaitu dari 24,16% pada tahun 2002 menjadi 32,78% pada tahun 2003, atau meningkat sebesar 8,62%. Kenaikan angka bedah sesar perlu dilakukan audit klinik bahwa unsur audit klinik meliputi struktur, yang mencakup sumber, pelayanan, tenaga kesehatan. Sedangkan indikator merupakan variabel yang diukur dan bertalian dengan struktur, proses atau hasil pelayanan kesehatan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian deskriptif dilakukan secara retrospektif dengan menelaah rekam medis. Karakteristik umur ibu dengan bedah sesar, penelitian ini mendekati pola pelaporan umur ibu pada umumnya yaitu bedah sesar terjadi antara umur 15 tahun hingga 42 tahun. Kalau dipisahkan faktor maternal dan faktor bayi, faktor maternal indikasi utama adalah : kelainan plasenta 15%, komplikasi medis (pre-eklamsia, eklamsia, diabetes) 14%, sedangkan faktor bayi: indikasi yang paling tinggi adalah disproporsi kepala panggul 17%. Dari riwayat bedah sesar primer dan sekunder, jumlah ibu yang mengalami bedah sesar primer 91% sedang yang mengalami bedah sekunder 9%. Mayoritas pasien dirawat kurang atau sampai dengan 5 hari yaitu 85%. Pembiayaan untuk bedah sesar bervariasi sesuai dengan kelas perawatan, jenis operasi, lama dirawat, rata -rata per-pasien biayanya Rp. 3.719.243,-.
General Hospital Dr. Kanujoso Djatiwibowo was Hospital of class B Non Governmental property Education of Province East Kalimantan which have location in Balikpapan, as regional hospital reference of south of East Kalimantan . Statistically there are tendency of Caesarean Hospital Balikpapan increase from 24,16% in the year 2002 becoming 32,78% in the year 2003, or mount equal to 8,62%. a clinic audit that element make an audit of the clinic cover the structure, including source, service, health resouces. While indicator, representing variable measured and apropos of structure, process or result of health service The Research was descriptive research, by retrospective with analyzing medical record. Characteristic old age the mother with the cesarean section, this research come near the reporting pattern old age the mother generally that is cesarean section happened between age 15 year till 42 year. If dissociated by factor of maternal and baby factor, especial factor maternal indication was: placenta disparity 15%, medical complication ( pre-eclamsia, eclamsia, diabetes) 14 %, while baby factor: highest indication was disproportion lead the flank 17% . From history operate on the fault of primary and secondary. Sum up the natural mother operate on the primary fault 91% natural medium operate on the secondary 9%, Patient majority taken care of less or up to 5 day that is 85%, Defrayal cesarean section vary as according to treatment class, operation type, taken care of old, its mean per patient expense was Rp.3.719.243,-
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Audit Klinik,Bedah Sesar, general hospital, clinical audit, caesarean section, expense