Hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja bagi karyawan RSUD H. Boejasin Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan
HAMDIE, Taufiqurrahman, Drs. Sito Meiyanto, Ph.D
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Magister Manajemen RuLatar belakang: RSUD H.Boejasin dengan tipe C, tempat tidur 75 buah. Mempunyai BOR rata-rata dibawah 40% dalam tiga tahun terakhir, masalah kemangkiran berupa absensi hanya dilakukan pada saat hadir dan akan pulang, yang dilakukan karyawan antara kedatangan dan kepulangan tidak ada sistem yang mengawasi, turn over tahun 2004 mencapai 18,7 %, strategi komunikasi antar staf hanya pada rapat rutin saja, mekanisme untuk pengembangan karir bagi karyawan hampir tidak ada, penilaian kinerja hanya terbatas pada DP3, hubungan rekan kerja terlihat kurang kondusif. Keadaan iklim organisasi yang kurang mendukung terhadap kepuasan kerja sehingga perlu diteliti apakah terdapat hubungan antara iklim organisasi (variabel Independen) dan kepuasan kerja (variabel dependen). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara iklim organisasi dengan kepuasan kerja, mengidentifikasi hubungan dimensi iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan, mengidentifikasi hubungan dimensi iklim organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan dengan profesi perawat, tenaga bidang apotik/farmasi, tenaga bagian umum atau administrasi serta tenaga penunjang medis. Metode: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional survey. Subyek penelitian seluruh karyawan RSUD H.Boejasin, alat ukur yang digunakan ; angket kepuasan kerja dan angket persepsi terhadap iklim organisasi. Skala yang digunakan skala interval , skoringnya menggunakan skala Likert. Analisis statistik menggunakan regresi korelasi terhadap kedua variabel. Hasil dan pembahasan: Iklim organisasi berhubungan positif dengan kepuasan kerja, angka koefisien (R) 0,400 dengan signifikansi 0,000, hubungan tersebut termasuk kategori sedang. Iklim organisasi dapat mamprediksikan kepuasan kerja sebesar 16 %. Rumus persamaan regresi : Kepuasan kerja = 57,536 + 0,205 iklim organisasi. Terhadap seluruh karyawan dimensi yang signifikan terhadap kepuasan kerja (p<0,05) adalah imbalan, tanggung jawab, standar pelaksanaan pekerjaan dan kepemimpinan. Pada profesi perawat dimensi yang signifikan terhadap kepuasan kerja adalah kepemimpinan, tanggung jawab, imbalan, pada bidang apotik/farmasi; konformitas dan kejelasan keorganisasian, pada tenaga umum atau administrasi; hanya dimensi imbalan, pada tenaga penunjang medis tidak ada dimensi yang signifikan. Kesimpulan dan saran: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan tingkat korelasi sedang. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kepuasan kerja RSUD H.Boejasin perlu memperhatikan dimensi yang mempunyai korelasi signifikan.
Background : H. Boejasin Hospital is a C type hospital, it has 75 unit of beds. Its Bed Occupation Rate for the last three years is under 40 %, attendence problem in which signing the attendence sheet only done on the time arrival and before going home, and the the system for observing the employees performance between those time are not available, turn over for the years 2004 was 18,7%, communication strategy among the staffs only on routine meetings, career development mechanism for the employees are not available, porformance assessment is limited on DP3, relationship with peers seems not too conducive. The organizational climate does not support the job satisfaction, therefore the association between the organizational climate (independent variable) and job satisfaction (dependent variable) need to be studied. Objective : The study was intended to find out the correlation between the organizational climate and job satisfaction, to identifiy the correlation of organizational climate dimension toward the job satisfaction of the employees, to identifiy the correlation of organizational climate dimension toward the job satisfaction of the employee working as a nurse, pharmacist, employee of general or admistration departemant, and supporting medical staff. Method : The study was Quantitative with cross sectional survey design. The subjects are the entire H. Boejasin hospital employee, measurement tool ; Job satisfaction questionnaire and organizational climate questionnaire. Interval scale was used with scoring technique using Likert. Statistical analysis used regression correlation of the two variables. Result and Discussion : Organizational climate correlate positively with job satisfaction, correlation coefficient ( R ) 0,400 with significance of 0,000, categorized as moderate correlation. Organizational climate could predict the job satisfaction for 16 %. Regression equation formula : job satisfaction = 57,536 + 0,205 organizational climate. Concerning all employee, following dimension regarded as significant toward the job satisfaction (p<0,05) : rewards, responsibility, standard procedure, and leadership. For whose profession is nurse, significant dimension includes leadership, responsibility, and rewards, for pharmacist ; conformity and organizatioal clearence, for general or administration employee; only rewards; for medical supporting staffs there is no significant dimension. Conclussion and recommendation : There is a positive association between organizational climate and job satisfaction with moderate correlation. Therefore, in order to maintain and improve job satisfaction of H. Boejasin Hospital, the dimension which have significant correlation are need to be concerned of.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Kepuasan Kerja,Iklim Organisasi, Organizational climate, job satisfaction