Laporkan Masalah

Evaluasi kinerja Bidan Puskesmas dalam pelayanan antenatal di Kabupaten Puncak Jaya

SALAMUK, Thomas, Prof.dr. Hari Kusnanto J., DrPH

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar belakang masalah: Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia menunjukkan angka yang lebih tinggi jika dibandingkan negara-negara lain di dunia. Berbagai upaya pengendalian dan pencegahan dengan melakukan usaha pemeliharaan dan pengawasan antenatal sedini mungkin, persalinan yang aman dan perawatan masa nifas yang baik sudah dilaksanakan,namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pelayanan antenatal yang baik masih sulit dilakukan di Kabupaten Puncak Jaya terutama dalam meningkatkan sumber daya manusia kesehatan khususnya bidan yang memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. Berdasarkan permasalahan rendahnya cakupan program dan kinerja bidan dalam memberikan pelayanan antenatal maka fokus penelitian ini adalah bagaimana kinerja bidan Puskesmas serta faktor-faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja bidan Puskesmas dalam memberikan pelayanan antenatal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja tenaga bidan Puskesmas dan faktor-faktor dominan apa yang berhubungan dengan kinerja bidan Puskesmas dalam memberikan pelayanan antenatal di Kabupaten Puncak Jaya. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif eksploratif. Informan sebagai sampel dalam penelitian ini terdiri dari orang yang memahami pelaksanaan program KIA dan pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Puncak Jaya melalui pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah keseluruhan informan penelitian adalah 19 orang, Hasil :. Pemberian insentif finansial dan insentif non finansial berupa pengangkatan bidan dari status PTT menjadi PNS daerah, ketersediaan fasilitas pelayanan antenatal yang ada, harapan sebagai ungkapan rasa ketidakpuasan, supervisi, standar pelayanan antenatal serta tidak adanya dukungan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan di Puskemas Kabupaten Puncak Jaya, menjadikan rendahnya pelayanan antenatal Kesimpulan : Kinerja bidan dalam pelayanan antenatal di Puskesmas Kabupaten Puncak Jaya masih rendah. Bidan yang memberikan pelayanan antenatal dapat dilihat dari kinerja berupa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kinerja bidan dalam pelayanan antenatal di Puskesmas kabupaten Puncak Jaya berupa masih kurangnya motivasi kerja dan tidak adanya pengaturan insentif finansial dan nonfinansial, kurang tersedianya fasilitas dan peralatan antenatal di Puskesmas, tidak ada kegiatan supervisi penyeliaan, dan rendahnya pengetahuan dan ketrampilan bidan puskesmas dalam pelayanan antenatal.

Background: Maternal mortality rate in Indonesia is higher than in other countries. Numerous efforts to control and prevent it through early antenatal care and monitoring, safe childbirth and good post natal care have been made, however the result are is still unsatisfying. Good antenatal service is difficult to provide at District of Puncak Jaya especially in improving health human resources, particularly midwives both qualitatively and quantitatively. Based on low program coverage and midwives' performance the study focuses on performance of the health center midwives and dominant factors related to performance of the health center midwives in providing antenatal service. Objective: The study was meant to give an overview of the health center midwives' performance and identify dominant factors related to performance of the center midwives in providing antenatal service at District of Puncak Jaya. Method: The method used in the study was explorative qualitative. Informants as samples of the study consisted of people understanding the implementation of mother and child health program and antenatal service at the health center of Puncak Jaya District. There were as many as 19 subjects purposively taken. Result: Low provision of financial and non financial incentives, such as changing status from non permanent staff to local civil servant, availability of antenatal service facilities, expectation as an expression of dissatisfaction, supervision, antenatal service standard and absence of support for knowledge and skills at the health center of Puncak Jaya District caused low antenatal service. Conclusion: Midwives' performance in antenatal service at the health center of Puncak Jaya District was still relatively low. Factors affecting low performance of midwives in antenatal service at the health center of Puncak Jaya District were lack of motivation, absence of financial and non financial incentives, limited antenatal facilities, absence of supervision, and limited knowledge and skills of the health center midwives in antenatal service.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Kinerja Bidan,Layanan Antenatal, performance, midwives, antenatal service


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.