Laporkan Masalah

Persepsi Stakeholder terhadap pembentukan Kelurahan Siap Antar Jaga (SiAGa) di Kota Tasikmalaya Tahun 2006

MUSTARI, Arip, dr. Kristiani, SU

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang: Angka kematian ibu dan kematian bayi Propinsi Jawa Barat masih tinggi yaitu 321,15 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi 43,83 per 1000 kelahiran hidup (BPS Jawa Barat, 2003). berdasarkan data pada proposal evaluasi diri di Kota Tasikmalaya tahun 2005 teridentifikasi dari 69 desa terdapat 7 desa yang memiliki paling banyak permasalahannya yang Berdasarkan indeks kesehatan yaitu angka kematian ibu dan bayi masih tinggi, masih tingginya persalinan non nakes dan kurangnya tenaga bidan. Berdasarkan hal tersebut dalam rangka percepatan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kota Tasikmalaya maka pemerintahan Kota Tasikmalaya membuat kebijakan pembentukkan tim pembina kota SiAGa yang dituangkan dalam SK. Walikota Tasikmalaya No. 440/Kep.616.A-Dinkes/2005. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepi stakeholder terhadap pembentukkan desa SiAGa di Kota Tasikmalaya. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah stakeholder yang meliputi tim pembina kota SiAGa yang terdiri dari ketua umum (asisten ekonomi pembangunan), Ketua Harian (kepala dinas kesehatan kota), Kabid Kesga, bidan kelurahan, kepala kelurahan dan ketua PKK serta suami istri ibu hamil. Cara pengumpulan data di kumpulkan dengan wawancara mendalam dan Diskusi kelompok terarah. Hasil :Sosialiasi kelurahan SiAGa terhadap stakeholder sudah baik tetapi terhadap suami ibu hamil masih kurang, pengetahuan stakeholder tentang kelurahan SiAGa sudak baik , pengetahuan suami istri tentang kelurahan SiAGa masih kurang. Sikap stakeholder semuanya mendukung terhadap kebijakan pembentukan dan pengembangan kelurahan SiAGa di Kota Tasikmalaya, semua stakeholder mempunyai persepsi yang baik mengenai komitmen dan partisipasinya dalam pembentukan dan pengembangan kelurahan SiAGa. Kesimpulan:Tidak semua stakeholder mendapat sosialisasi dan mempunyai pengetahuan yang baik tentang kelurahan SiAGa, tetapi semua stakeholder mempunyai sikap yang mendukung dan mempunya persepsi yang baik tentang komitmen dan partisipasinya terhadap kebijakan pembentukan kelurahan SiAGa di Kota Tasikmalaya

Background. Maternal mortality rate and infant mortality rate in West java Province are still high. The Maternal mortality rate was 321.15 per 100,000 living birth and infant mortality rate achieved 43.83 per 1000 living birth (West Java Central Bureau of Statistics, 2003). Based on data from the self assessment proposal of Tasikmalaya City in 2005, from 69 villages, 7 villages rate were identified with most problems such as high maternal and infant mortality rate, high rate of deliveries without health officers’ assistance, and lack of midwives. Based on those facts, the goverment of Tasikmalaya has developed a policy on the establishment of SiAGa City Mentoring Team, as stated in Tasikmalaya City Mayor Decision Letter No. 440/Kep.616.A-Dinkes/2005. Objective. The objective of this research was to know the perceptions of stakeholders towards the establisment of SiAGa Village at Tasikmalaya City. Methods. This research was a descriptive research, with case study design. The research was conducted at Tasikmalaya City, and 7 villages wewe chosen as research samples by using purposive sampling method. Subjects in this research were stakeholders, such as SiAGa City Mentoring Team (consisted of general coordinator,Economic Development Assistant, Head of City Health Office, and Head of family Health Section of Tasikmalaya City Health Office), besides village midwives, heads of villages, leader of PKK (family welfare education groups), ang pregnant mother with their husbands. Data were collected by using in-depth interview guide and focus group discussion guide. The data were then analyzed descriptively. Result. Soaialization on SiAGa Village towards pregnant mothers was considered good, but there was lack in the sosialization towards pregnant mothers with their husbands. The stakeholders had good knowledge aboutSIAGA Village. On the other hand, pregnant mothers and their husbands had not enough knowledge about the SiAGa Village. All stkeholders had supportive attitudes towards the policy of the establishment and development of SiAGa Village at Tasikmalaya City. They also had good perceptions about their commitments and participations in the establishment ang development of SiAGa Village. Conclusion. Not all stakeholders were well-informed and had good knowledge about SiAGa Village. Nevertheless, all stakeholders had supportive attitudes and good perceptions about their commitments and participations in the establishment and development of SiAGa Village at Tasikmalaya City.

Kata Kunci : Kebijakan Kesehatan,Kelurahan SiAGa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.