Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan Puskesmas dalam pelayanan antenatal di Kabupaten Bengkulu Selatan

HAYADI, Firman, dr. Kristiani, SU

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar Belakang : Tingginya angka kematian ibu di Indonesia merupakan permasalahan penting yang perlu mendapat penanganan serius. Dari hasil survei SDKI tahun 2002, diketahui bahwa angka kematian ibu adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup. Di Kabupaten Bengkulu Selatan sendiri jumlah kematian ibu tahun 2004 mencapai 17 dari 4.243 ibu hamil. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu ini adalah dengan meningkatkan kunjungan ibu hamil ke tempat pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas. Di Kabupaten Bengkulu Selatan prosentase kunjungan ibu hamil ke empat (K4) tahun 2004 adalah sebesar 72,2%, masih dibawah target yang ditentukan yakni 85%. Begitu pula dengan porsentase persalinan oleh tenaga kesehatan yang hanya sebesar 65,1%, dibawah target yang ditentukan yakni 77%. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja tenaga bidan dalam pelayanan antenatal dan fakto-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan puskesmas di Kabupaten Bengkulu Selatan. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional, menggunakan metode kuantitatif didukung metode kualitatif. Populasi penelitian ini adalah tenaga bidan puskesmas, dengan total sampel sebanyak 85 orang. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan, yaitu harapan dalam pekerjaan, umpan balik dari atasan, motivasi dan insentif, lingkungan dan alat serta pengetahuan. Instrumen penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup dan panduan wawancara mendalam. Data kuantitatif dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi product moment Pearson dan regresi berganda. Hasil Penelitian : Kinerja sebagian besar tenaga bidan dalam pelayanan antenatal dikategorikan cukup (60%). Adapun hasil uji korelasi Product Moment Pearson menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara umpan balik dari atasan, motivasi dan insentif serta pengetahuan dengan kinerja bidan dalam pelayanan antenatal (p < 0,05), dengan keeratan hubungan sedang (r=0,282 untuk umpan balik dari atasan, r=0,299 untuk motivasi dan insentif, dan r=0,296 untuk pengetahuan). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara harapan dalam pekerjaan serta lingkungan dan peralatan dengan kinerja bidan dalam pelayanan antenatal (p>0,05). Dari seluruh variabel, pengetahuan menjadi faktor dominan (ß= 0,316). Kesimpulan : Kinerja bidan puskesmas dalam pelayanan antenatal Kabupaten Bengkulu Selatan dikategorikan cukup. Adapun faktor dominan yang berhubungan dengan kinerja bidan adalah pengetahuan.

Background. The high maternal mortality rate in Indonesia has become an important issue that needs to be handled seriously. The Indonesia Demographic and Health Survey (SDKI) in 2002 showed the maternal mortality rate was 307 per 100,000 living birth. In South Bengkulu District itself, the maternal mortality total reached 17 pregnant mothers in the year of 2004. One of the efforts conducted to decrease the maternal mortality rate was to encourage pregnant mothers to visit places which provide health care, especially health centers. In South Bengkulu District, the percentage of fourth visit of antenatal care (K4) in the year of 2004 was 72.2%, which was in fact under the targeted percentage of 85%. Same thing happened to the percentage of deliveries assisted by health officers which was only achieved 65.6%, under the targeted percentage of 77%. Objective. The objective of this research was to figure out the midwives’ performance in antenatal care and factors related to the performance in the District of South Bengkulu. Methods. This research was an analytical research, with cross sectional design, using quantitative and qualitative methods. The research population was health center midwives, with total sample of 85 midwives. The variables employed in this research were factors related to midwives’ performance, such as work expectations, feedbacks from superiors, motivation and incentives, environment and equipments, also knowledge. The research instruments were questionnaires and in-depth interview guide. Quantitative data were analyzed statistically, using Pearson product moment and multiple regression tests. Result. Most of midwives’ performances in antenatal care were categorized as average (60%). Meanwhile the result of Pearson product moment test showed there were significant correlations between feedbacks from superiors, motivation and incentives, also knowledge with midwives’ performance in antenatal care (p<0.05), with strength of relations in moderate level (r=0.282 for feedbacks from superiors, r=0.299 for motivation and incentives, and r=0.296 for knowledge ). On the other hand, there were no significant correlations between work expectations also environment and equipments with midwives’ performance in antenatal care (p>0.05). From all variables, knowledge became the most dominant factors (β=0.316). Conclusion. The health center midwives’ performance in antenatal care in the District of South Bengkulu was categorized as average. Meanwhile, the dominant factors related to the midwives’ performance were knowledge.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan, Antenatal, Kinerja Bidan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.