Evaluasi pelaksanaan Posyandu di Puskesmas Tlogomulyo Temanggung
SUTADI, Hery, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. PeLatar Belakang: Posyandu merupakan kegiatan kunci dalam mempermudah jangkauan masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan. Meskipun telah dilaksanakan bertahun-tahun, fektivitas posyandu jarang dilaporkan. Upaya revitalisasi posyandu telah menjadi program departemen kesehatan. Puskesmas sendiri membuat program posyandu menjadi bagian rutin mereka. Selain itu, posyandu merupakan bagian upaya masyarakat menolong diri mereka sendiri. Kegiatan penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan di posyandu menjaring anak-anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan penyakit secara dini. Penelitian ini mencoba memahami seperti apa kinerja posyandu dan kader telah mampu mengelola program seperti diharapkan. Metode: Penelitian cross sectional ini mengambil data laporan posyandu di puskesmas tahun 2002 hingga 2006. Wilayah Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung. Unit analisis penlitian ini adalah desa. Selain data laporan ke puskesmas, penelitian ini membuat fokus group dengan meminta kader mencurahkan pendapat mengenai pengalaman serta suka dan duka menjadi kader. Seluruh pengumpulan data dilakukan bulan November 2006. Data dianalisis sesuai dengan kebutuhan menjawab pertanyaan penelitian. Untuk data kuantitatif dilakukan deskripsi. Hasil: Kinerja posyandu masih di bawah rata-rata nasional. Meskipun demikian, kinerja antar desa cukup bervariasi. Kinerja posyandu sulit diukur dari kehadiran dan kelengkapan mereka karena kehadiran masyarakat merupakan faktor luar yang tersendiri. Indikator kinerja outcome posyandu bisa lebih baik pada kasus kader menjemput bola ke rumah-rumah dan menimbang balita. Desa yang relatif mampu menunjukkan kinerja yang lebih bagus dibandingkan dengan desa yang relatif miskin. Kesimpulan dan Saran: Penemuan penelitian ini memperlihatkan secara jelas ada masalah dalam kinerja posyandu tetapi kebijakan puskesmas dalam mengelola posyandu baru terbatas kegiatan minimalis sekadar melaksanakan kegiatan rutin. Puskesmas perlu memperhatikan variasi antar desa sehingga petugas dapat difokuskan pada daerahdaerah yang kinerjanya lebih buruk. Dengan memfokuskan desa yang perlu perhatian, maka beban petugas puskesmas tidak terlalu berat dan bisa menghasilkan dampak yang lebih jelas. Posyandu memerlukan pengorganisasian lebih berorientasi pada penghargaan kader. Pengelolaan kader mampu membuat kader lebih senang bekerja dan memperoleh kedudukan yang membuat mereka terhormat.
Background. Posyandu is a key primary health activity in rural communities. Although posyandus have been there for many years, their effectiveness is rarely reported. Revitalization of posyandu has become program of the ministry of health. Beside posyandu as a routine puskesmas activity, rural community hold posyandu as their contribution to help their community members. Growth monitoring and medical examination screen children with minor illness and growth stunting early. This study attempts to evaluate the performance of posyandu and the significant role of cadres in its management. Method. This cross sectional study use posyandu regular report to Tlogomulyo Puskesmas of Temanggung from 2002 to 2006. Analysis unit is village. The study also collect information from focused group discussion and ask cadres to write their opinion about posyandu and their roles. Data collection took place in November 2006. Research questions provide the basis for data analysis. Finding. Although posyandus perform less that national expectation, they vary by village context. Performance of posyandu seen from the presence and completeness of cadre participation is difficult to interpret. Community participation acts as an independent factor. Outcome indicator of posyandu is better when health workers take action to rend home visit for weighing babies. Villages with higher social economic status show performance better than that with relatively low socioeconomic status. Conclusion and Recommendation. The finding of the study shows clearly that posyandu perform less than expected. Puskesmas run posyandu as minimalist as routine activities. Problems found in the implementation are not solved proportionately. The study suggests that health centers should consider variation in posyandu performance according village context. Giving attention to village with poor performance, puskesmas could allocate limited resources to that of essential to areas of great impact. Posyandu need organization that orients toward cadre reward. Managing cadres could make them work more satisfied and better position in the community.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Posyandu,Puskesmas