Laporkan Masalah

Manajemen unit gawat darurat pada penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri di Rumah Sakit Umum Tengku Mansyur Tanjung Balai

RITONGA, Nurhidayah A, dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (Kebij. dan Manaj. Pe

Latar belakang: Penanganan kasus gawat darurat khususnya obstetri sering menjadi sorotan publik pasien sering merasa terabaikan dan tidak jarang berakhir pada kematian. Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh informasi tentang gambaran penanganan kegawatdaruratan obstetri di unit gawat darurat, apakah telah melaksanakan tugas sesuai dengan standar pelayanan gawat darurat. Permasalahan: Lemahnya manajemen unit gawat darurat di RSUD dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai, khususnya pelaksanaan pelayanan gawat darurat pada penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri yang dapat mengakibatkan kematian ibu. Metode: Rancangan cross sectional, yaitu penelitian observasional. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan stakeholder. Lokasi penelitian adalah RSUD dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai, Medan, Sumatra Utara. Hasil: Administrasi pengelolaan masih sangat terbatas dan sederhana. Kualifikasi tenaga pelayanan masih sangat kurang memenuhi kualifikasi. Fasilitas dan peralatan sebagian besar sudah ada, namun ada beberapa yang belum tersedia. Seluruh pengawai unit gawat darurat belum pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan, pengembangan staf sangat kurang dan program evaluasi tidak pernah dilakukan. Kesimpulan: RSUD dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai merupakan satusatunya rumah sakit yang ada di daerah kotamadya dan kabupaten Asahan yang memiliki unit gawat darurat yang dapat melayani kebidanan dan kandungan dalam waktu 24 jam. Dalam penelitian ini, didapatkan bahwa pelaksanaan belum sesuai dengan pelayanan gawat darurat.

Background: The management of emergency case in a hospital, especially in the obstetric area was often spotlighted by public as the users of the health care service who frequently felt ignored and ended in death. It was expected that the study was able to dercribe if the management of the obstetric emergency in a hospital has accomplished the task and met 7 emergency car standars. Problem: The weakness of the emergency unit of dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai Public Hospital, especially in meeting of the management of obstetric emergency case resulted in the death of the laboring mothers. Method: This was an observation study that used a cross sectional design and the data was collected qualitatively using interview with the following stakeholders. The location of the study was dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai Public Hospital. Results: The administration and the management still had weaknesses and limitations. The qualification of the health care workes has not been completely met though the existing facilities and equipments were sufficient. However, there were some facilities and equipments that have not been available. Additionally, the nurses have not been attended the training in the management of the obstetric emergency case. Conclusion: The dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai Public Hospital was the only hospital in Asahan distric that had an emergency unit providing the obstetric service in 24 hours. The study found that health care service standard have not been met in the emergency unit though the obstetric emergency unit, because the patients obstetric never sending to The Province Hospital.

Kata Kunci : Manajemen Layanan Kesehatan,UGD,Obstetri, emergency unit, emergency of obstetric


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.