Studi fenologi pembungaan, penyerbukan dan uji viabilitas benih Casuarina equisetifolia Linn Var. Incana di Pantai Pandansimo, Yogyakarta
PUTRI, Vincencia Septaviani Issera Sulistya, Prof.Dr.Ir. H. Mohammad Na'iem, M.Agr
2007 | Tesis | S2 Ilmu KehutananC. equisetifolia LINN var. Incana telah ditanam di beberapa kawasan pantai Daerah Istimewa Yogyakarta untuk proyek reklamasi dan penahan angin. Beberapa pertanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik dan menunjukkan inisiasi pembungaan. Sementara jenis ini menunjukkan kemampuan adaptasi pada kawasan pantai yang kritis, namun belum ada informasi selama ini yang menjelaskan apakah benih bisa diproduksi dari pembungaan tersebut. Studi ini diarahkan untuk mempelajari pembungaan, penyerbukan dan mekanisme pembentukan biji pada pembungaan awal jenis tersebut pada beberapa kawasan pantai. Penyerbukan terkendali dan uji viabilitas biji dikaji untuk mempelajari potensi sumber benih. Lima contoh pohon terpilih secara acak yang menandakan awal pertumbuhan regeneratif dari pertanaman C. equisetifolia di pantai Pandansimo untuk menentukan pengembangan dan perkembangan organ generatif. Inisiasi pembungaan ditandai oleh pembentukan kuncup reproduktif, induksi pembungaan, pertumbuhan tunas menjadi anthesis, penyerbukan dan pembuahan, perkembangan buah sampai masak, perkecambahan biji. Perkembangan pembungaan diamati berdasarkan waktu-waktu tahap-tahap tersebut berlangsung. Puncak berbunga ditentukan dengan jumlah terbanyak pohon yang berbunga pada suatu periode waktu.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. equisetifolia membentuk bunga tipe protoganic di mana bunga betina masak terlebih dahulu dibanding bunga jantan. Dibutuhkan waktu sekitar 123-149 hari untuk menyelesaikan satu periode pembungaan, dimulai dari inisiasi bunga (Juni) sampai masaknya buah dan biji (Oktober). Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk anthesis adalah 6 jam 23 menit, yaitu pada pukul 08.00 – 09.00 di pagi hari atau pada pukul 03.00 – 06.00 di sore hari. Puncak pembungaan terjadi sekitar bulan September dengan dijumpainya 113 pohon yang berbunga (19,25 %). Enam taksa serangga yang dijumpai berinteraksi dengan bunga C. equisetifolia yaitu ngengat dan kupu-kupu (Lepidoptera), lebah madu dan semut (Hymenoptera), Belalang (Orthoptera) serta lalat (Diptera). Di antara jenis-jenis serangga tersebut, kupu-kupu, ngengat dan lebah madu diketahui berperan sebagai pollinator. Uji viabilitas C.equisetifolia menunjukkan bahwa rata-rata persentase perkecambahan biji adalah 83,29 %, dimana yang tertinggi diperoleh dari crossing 91,52 %, terendah 74,68 % diperoleh dari selfing. Nilai rata-rata indeks vigor benih adalah 69,68, tertinggi berasal dari crossing (78,34), dan terendah berasal dari selfing (59,59). Nilai rata-rata laju perkecambahan adalah 6,88 hari, tertinggi berasal dari crossing (6,98 hari), dan terendah dari selfing (6,71 hari). Penentuan Out Crossing Index (OCI) menunjukkan bahwa C. equisetifolia termasuk tipe self-compatible parsial, sedangkan penentuan Index of Self Incompatibility (ISI) menunjukkan bahwa C. equisetifolia termasuk tipe self compatible.
Casuarina equisetifolia LINN var. Incana has been planted in some coastal areas of Yogyakarta for reclamation and wind-breaker projects. Some plantations show fairly good growth performance and indicate some stages of flowering initiation. While adapted vegetatively to such critical coastal areas, no information so far as to explaining whether seeds could be produced from the early flowering seasons of the species. The study aimed to specify the fowering, polination and seed formation mechanisms during the early flowering seasons of the species in some coastal areas. Controlled polination and the resulting seed viability were also studied to determine the possible potential for seed source. Five tree samples indicating early regenerative growth were selected randomly from C. equisetifolia plantations in Pandansimo area to determine the formation and development of generative organs. Flowering initiation was indicated by the formation of reproductive sprout, flowering induction, bud development toward anthesis, pollination and impregnation, fruit development and maturation, seed germination. The flowering development stages ware identified based on the time where each phase took place. The peak flowering stage was determined based on the number of trees forming flower. The results showed that C. equisetifolia forms typically protoganic flower in which female flower matures before male flower. It took 123 to 149 days to finish a flowering cycle, starting from reproductive sprout formation (Juni) until the fruit and seeds ripen (October). The anthesis took at average of 6 hours 23 minutes, in the morning or evening, that is at about 08.00 am to 09.00 am or at 03.00 pm to 06.00 pm. Flowering climax happened in September with the occurrance of 113 (19.25%) blooming trees. Insects to be found in interaction with flower of Casuarina equisetifolia were butterflies and moths (Lepidoptera), ants and honeybees (Hymenoptera), Grasshopper (Orthoptera) and also flies (Diptera). Butterflies, honeybees and moths were among those would acted as pollinator. Seed viability test of the species indicated that mean percentage of germination was 83.29 %, with the highest was obtained from crossing (91.52 %), and the lowest was obtained from selfing (74.68 %). Seed vigor index was 69.68, with the highest were from crossing (78.34), and the lowest from selfing (59, 59). Germination rate was 6.88 days, with the highest was obtained from crossing (6.98 days) and the lowest was obtained from selfing (6.71 days). Determination of Out Crossing Index (OCI) indicated that C.equisetifolia is included partial selfcompatible type. Determination of Index of Self Incompatibility (ISI) indicated that C.equisetifolia is included to compatible self type.
Kata Kunci : Tanaman Cemara Udang,Fenolofi,Viabilitas Benih, Phenology, pollinator, seed viability.