Pengaruh pendidikan awal terhadap kemampuan membaca pada anak tuna rungu
WIDURI, Asti, Prof.dr. Soepomo Soekardono, Sp.THT-KL(K)
2006 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikAktivitas membaca merupakan sarana yang dibutuhkan oleh hampir semua bidang kehidupan dan sangat penting dalam kaitannya untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan. Hubungan persepsi suara, produksi suara dengan perkembangan bahasa sangat kuat dan sebagai kunci dalam proses belajar membaca. Anak tuna rungu yang mendapatkan pendidikan awal di Karnnamanohara yang mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara verbal/ berbicara pada usia perkembangan bicara dan bahasa diharapkan memiliki kecerdasan bahasa yang optimal sehingga mendukung proses belajar membaca untuk mencapai kemampuan membaca normal. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh pendidikan awal terhadap kemampuan membaca anak tuna rungu dengan skor tes kemampuan membaca. Rancangan penelitian adalah kohort retrospektif. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dikelompokkan menurut faktor prognosis baik (pendidikan awal Karnnamanohara) dan faktor prognosis buruk (pendidikan usia standar) kemudian setelah anak mendapat pendidikan minimal 1 tahun dilakukan tes kemampuan membaca pada semua kelompok. Jumlah sampel yang dibutuhkan pada masing-masing kelompok 64 anak. Hubungan antara skor kemampuan membaca dengan saat mulai pendidikan dianalisis dengan uji X2, uji X2 Mantel-Haenzel, dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penatalaksanaan anak tuna rungu dan berguna untuk pengembangan pendidikan sejak awal.
Reading activity is an important factor in almost all aspect of life and is significantly correlated with gaining information and knowledge. Speech perception, production and the development of language are closely associated as well as become the key of learning to read process. Deaf children who received early intervention at Karnnamanohara, which improves verbal communication ability at the age of speech and language development were expected to have optimal language quotient in order to support their learning to read process and gain normal reading ability. The study was designed to identify the correlation between early intervention in deaf children at Karnnamanohara in deaf children and their reading ability score. The study design was a retrospective cohort study. The subjects who met the inclusion and exclusion criteria were divided into two groups based on good prognosis (early intervention at Karnnamanohara) and poor prognosis (conventional age). Reading skill test was conducted to both groups when the subjects had received 1 year education minimally. Each group consisted of 64 children. The correlation between reading ability and early intervention was analyzed by Chi-square and Chi-square Mantel-Haenszel tests. Statistical significance was defined as p < 0.05. The result of this study can hopefully be considered as one the factor in managing deaf children and be useful develop early age education
Kata Kunci : Tuna Rungu,Penatalaksanaan,Kemampuan Membaca, deaf child, early intervention, reading ability