Laporkan Masalah

Pengaruh minyak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) terhadap gambaran Sel Beta Pankreas dan efek Hipoglikemik Glibenklamid pada tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar diabetik

WINARTO, dr. Maliyah Madiyan, SU

2007 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis (Histologi d

Stres oksidatif terlibat dalam patogenesis dan perkembangan beberapa kelainan degeneratif termasuk diabetes mellitus yang terjadi secara alami dan induksi bahan kimia. Pada diabetes mellitus terjadi penambahan peningkatan produksi radikal bebas sehingga sistem pertahanan antioksidan terganngu. Akhirnya stres oksidatif menyebabkan kerusakan oksidatif seluler, termasuk pada sel β pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian minyak buah merah terhadap aktivitas hipoglikemik glibenklamid dan perubahan gambaran histologis pada pulau Langerhans pankreas. Penelitian ini menggunakan 30 tikus Rattus norvegicus jantan yang diseleksi secara random. Hewan coba dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing terdiri 15 ekor tikus. Setiap kelompok dibagi menjadi 3 grup, kelompok 1 terdiri dari grup 1, 2, 3 dan kelompok 2 terdiri dari grup 4,5, 6. Kelompok 2 dilakukan induksi diabetes dengan streptozotosin 60 mg/kg BB secara intraperitonial. Grup 1 dan 4 tidak diberikan perlakuan, grup 2 dan 5 diberikan glibenklamid 0,09 gr/kg BB/hari dan grup 3 dan 6 diberikan minyak buah merah 0,3 ml/kg BB/hari dan glibenklamid 0,09 gr/kg BB/hari. Pemberian minyak buah merah dan glibenklamid dilakukan selama 14 hari. Pemeriksaan penurunan kadar gula darah serial dilakukan pada hari ke-1, 7, 14, dan dilakukan juga pada jam ke-0, 1, 2, 4, dan 6 setelah perlakuan hari ke-14. Darah diambil dari sinus orbitalis. Kadar gula darah diperiksa menggunakan metode GOD-PAP. Pada hari ke-15 hewan coba dibunuh untuk mengambil pankreas. Data diuji dengan anova satu jalan dilanjutkan dengan uji post-hoc dan juga diuji dengan student unpaired t-test. Data pemeriksaan imunohistokimia di uji dengan test non parametrik (Kruskal-Wallis). Pemberian minyak buah merah dan glibenklamid memberikan perbedaan yang signifikan terhadap penurunan kadar gula darah pada pemeriksaan serial hari ke-1, 7, 14 dibandingkan kelompok kontrol dan kelompok yang diberikan glibenklamid pada kelompok tikus normal dan diabetes. Perbedaan signifikan juga didapati pada pemeriksaan serial pada jam ke-0, 1, 2, 4, dan 6 setelah perlakuan hari ke-14. Pada grup yang diberikan minyak buah merah menunjukkan hasil yang signifikan peningkatan histoskor, jumlah dan diameter pulau Langerhans. Kesimpulan, minyak buah merah meningkatkan histoskor, jumlah dan diameter pulau Langerhans dan efek hipoglikemik glibenklamid pada tikus diabetes.

Oxidative stress has been implicated in pathogenesis and progression of many degenerative disorders including naturraly accuring and chemically-induced diabetes mellitus. In addition to increased production of free radicals, antioxidant defense systems are disturbed in diabetes mellitus. As a result, oxidative stress may cause oxidative damage of cellular, including B-cell pancreas. This study was aimed at investigating the effect of P. conoideus Lam. on hypoglycemic activity of glibenclamide and histochemical changes in pancreatic islets. Thirty male Rattus norvegicus rat were used throughout the study, and randomly selected. The animals were devided into two group, each group were 15 rat. Each group were devided into 3 subgroup, the first group named subgroup1, 2, 3 and the second gruop named subgroup 4, 5, 6. Streptozotocin was injected intraperitoneally at a single dose of 60 mg/kg for induction of diabetes in second group. Subgroup 1 and 4 not received anything, subgroup 2 and 5 received glibenclamide 0,09 gr/ kgBW/day and subgroup 3 and 6 received P. conoideus Lam. 0,3 mL/kgBW/day and glibenclamide 0,09 gr/ kgBW/day. Rats were given P. conoideus Lam. and glibenclamide everyday for 14 day. Hypoglicemic activity was evaluated in overnight fasted at day 1, 7 and 14, and the acute hypoglycemic activity was evaluated at time 0, 1, 2, 4, and 6 hour after treatment at day 14. Blood were collected from orbital sinuses. Blood glucose level were determined using GOD-PAP method. At 15 day rat were killed, pancreas were removed. The data was compared statistically using one-way analysis of variance (ANOVA) followed by post-hoc test and student unpaired t-test. For the analysis of immunohistochemical data, a non parametric test (Kruskal-Wallis) was used. The combination of P. conoideus Lam. and glibenclamide produced significant reduction in blood glucose in serial study at day 1, 7 and 14 and comparable with that of standard drug, glibenclamide also control groups in normal and diabetic rats. It also produced significant reduction in blood glucose in serial study at time 0, 1, 2, 4, and 6 hour after treatment at day 14.. Significant increasing histoscore, number and diameter of islets Langerhans were observed in P. conoideus Lam. treated rats. In conclusion, P. conoideus Lam. could increase histoscore, number, diameter islets Langerhans and the hypoglycemic effect of glibenclamide in diabetic rats.

Kata Kunci : Diabetes Mellitus,Minyak Buah Merah,Sel Beta Pankreas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.