Evaluasi manajemen obat di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung
SIMATUPANG, Tiurma Clara, Prof.Dr. Lukman Hakim, M.Sc.,Apt
2006 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi (Magister Manajemen Farmasi)Berlakunya Undang-Undang Nomor 22 dan 25 tahun 2000 membawa perubahan pada kewenangan di bidang kesehatan yang menjadi tanggungjawab daerah. Perubahan ini memberikan dampak terhadap manajemen obat di GFK Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung yang membawahi 92 buah puskesmas. Atas dasar itu, telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengevaluasi manajemen obat yang meliputi perencanaan, pengadaan dan distribusi dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas obat publik di Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan mengikuti rancangan penelitian deskriptif bersifat retrospektif terhadap manajemen obat dengan menggunakan data sekunder tentang pengelolaan obat. Wawancara mendalam dilakukan dengan pihak terkait langsung dengan pengelolaan obat untuk memperkuat analisis terhadap evaluasi manajemen obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen obat yang telah dilaksanakan belum memberikan hasil yang maksimal, hal ini dapat dilihat: 1) perencanaan obat yang dilaksanakan walaupun mengalami peningkatan setiap tahun dari kurang baik hingga menjadi sangat baik, masih memerlukan perbaikan pada perhitungan kebutuhan obat, 2) biaya obat per penduduk masih relatif kecil, tetapi biaya per kunjungan pasien sudah cukup baik, dan anggaran pengadaan obat masih relatif kecil dibandingkan dengan anggaran bidang kesehatan, 3) tingkat ketersediaan obat berada pada tingkat aman, tetapi masih terdapat obat dengan tingkat ketersediaan yang berlebih 4) persentase distribusi obat masih termasuk dalam kategori rendah - sangat rendah
Since the law No. 22 and 25 of 2000 have been issued, the authorization in health is to be the responsible of the Goverment of Bandung Regency. The changing gives an impact on drugs management in GFK Health of Dine of Bandung Regency that control of 92 Public Health Centre. Based on the above matters, a research was execute to evaluate of drug management that including the planning, procurement and distribution in order to improve the efficiency and effectivity of public drug in Bandung Regency. This research is carried out following the framework of descripted evaluation-retrospectively design towards the drugs management by using data since year of 2001 to 2004 on the drug management. The interview is carried out with person which involve with drug management to strengthen the analysis of drug management evaluation. The result has showed that the drug management is not yet optimal that indicated by a) drug planning has carried out its improve every years from poor to very good , but is still need improvement especially in calculation of drug, b) the cost of drug for each population is relatively small, and budget of drug if compared with other health sector is relative low, c) the level of drug sufficiently in save degree, but appart is excessive and d) drug distribution percentage grouped is very low to low categories
Kata Kunci : Manajemen Obat,Gudang Farmasi, evaluation, drug management, drug instalation, health of dine, bandung regency