Bahaya longsor pada situs-situs Arkeologi di Pegunungan Baturagung Daerah Istimewa Yogyakarta
ADIBRATA, Ambarini, Prof.Dr. Sutikno
2007 | Tesis | S2 GeografiPenelitian ini bertujuan: (1) untuk mempelajari dan mengidentifikasi tingkat bahaya longsor pada situs-situs arkeologi di daerah penelitian, dengan menentukan tingkat bahayanya pada masing-masing situs; (2) untuk mengkaji usaha penanggulangan dan konservasi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya bahaya longsor di kawasan situs-situs arkeologi. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik sampling secara purposif. Satuan pemetaan yang digunakan adalah satuan lahan. Penilaian tingkat bahaya longsor dilakukan dengan cara pengharkatan dan pembobotan parameterparameter lahan. Besarnya pengaruh parameter lahan terhadap tingkat bahaya longsor ditentukan dengan analisa statistik model tata jenjang Spearman. Klasifikasi tingkat bahaya longsor yang diperoleh dibagi dalam lima klas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 22 situs arkeologi di daerah penelitian dan sebagian besar mempunyai tingkat bahaya longsor klas bahaya yaitu sebanyak 11 situs. Situs-situs yang mempunyai tingkat bahaya sedang sebanyak empat situs dan situs yang termasuk dalam kategori tidak bahaya sebanyak tujuh situs. Variasi tingkat bahaya longsor ini ditentukan oleh adanya variasi karakteristik lahan. Upaya penanggulangan bahaya longsor pada situs-situs arkeologi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: (1) mengubah geometri lereng; (2) penambatan; (3) pengendalian aliran permukaan dan air rembesan; (3) konservasi vegetatif. Pada kawasan situs metode konservasi vegetatif yang sebaiknya digunakan adalah dengan tanaman yang mempunyai perakaran ringan sehingga akarnya tidak akan mengganggu konstruksi bangunan atau tinggalan yang lain. Konservasi situs secara mekanis yang diterapkan di kawasan situs semaksimal mungkin harus tetap mempertahankan keaslian situs terutama berkaitan dengan nilai-nilai kultural situs.
The aims of this research are: (1) to observe and analyze the rate of landslide hazard on the archaeological sites in the research area, by determine the hazard’s rate in each site, then observe the spatial distribution of the sites that potentially had landslide; (2) to observe and study the conservation and mitigation efforts that can be done to prevent landslide on archaeological sites area. This research uses survey method with purposive sampling. Land unit is used as the mapping unit and it is based on the landform unit, slope, soil and land use. The assessment of landslide hazard uses the scoring tecnique of the land’s parameter. The amount of influence of the land’s parameter to the landslide rate is determined by statistic analysis of Spearman rank order model. The rate of landslide hazard classification which is obtained, is distinguished into five classes, i.e. not danger, rather danger, medium danger, danger, and very danger. The result shows there are 22 archaeological sites in the research area and most of them have the danger class of landslide hazard, i.e. 11 sites.The medium danger class is obtained in 4 (four) sites, and the not danger class is found in 7 (seven) sites. The variation of this landslide hazard rate is determined by the variation of the land characteristics. Mitigating and conservation of the landslide hazard on the archaeological sites can be done by using 4 (four) ways : (1) change the slope geometry, (2) mooring, (3) control the surface water, and (4) vegetatif conservation. In site’s area vegetatif conservation should use the plant with relatively light root, in order to prevent the planr from interrupting the building construction or any other artifact which is still under ground. The mechanic conservation that will be applied on the archaeological site’s area should maintain the site’s orriginality as much as possible.
Kata Kunci : Longsor,Situs Arkeologi,Konservasi, landslide hazard, archaeological site, site conservation