Laporkan Masalah

Makanan dan struktur budaya Minangkabau :: Studi kasus di Nagari Kapau Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, Sumatera Barat

MARYETTI, Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, MA.,M.Phil

2007 | Tesis | S2 Antropologi

Kajian ini bertujuan untuk memahami struktur budaya Minangkabau melalui makanannya. Aspek makanan dalam hal ini ditempatkan sebagai ‘pintu masuk’ untuk melihat lebih jauh ke dalam budaya Minangkabau. Pendekatan yang digunakan dalam kajian ini adalah strukturalisme Levi-Strauss. Pendekatan tersebut digunakan agar pemahaman terhadap budaya Minangkabau bisa lebih utuh, karena strukturalisme Levi-Strauss memiliki asumsi dasar bahwa fenomena budaya dapat ditanggapi sebagai suatu sistem atau rangkaian tanda. Mekanisme bekerjanya tanda ini berada pada tataran yang tidak disadari oleh para pelakunya atau para pengguna tanda itu sendiri. Tanda yang dimaksud dalam hal ini dibedakan dari simbol karena tanda tidak memiliki makna referensial atau makna acuan, sementara simbol memilikinya. Dengan demikian kalau ‘makna’ simbol adalah apa yang diacunya, maka ‘makna’ tanda terletak pada relasinya dengan tanda-tanda yang lain. Makanan sebagai sebuah fenomena budaya yang terdiri dari rangkaian tanda, kemudian dilihat dalam relasinya dengan tanda-tanda yang terdapat dalam fenomena budaya yang lain seperti dengan organisasi sosial kewilayahan, organisasi sosial kekerabatan, kelarasan, dengan sistem kepemimpinan dan falsafah hidup. Hasil yang diperoleh dari membandingkan tanda-tanda itu adalah adanya transformasi atau alih-rupa dari fenomena makanan ke berbagai fenomena budaya yang lain tersebut. Alih-rupa yang terjadi hanya pada struktur permukaannya saja, sedangkan pada struktur dalam atau deep structure-nya tidak terjadi perubahan.

This study is aimed at understanding the structure of Minangkabau culture through its food. The aspect of the food, in this case, is placed as an entrance gate to profoundly view the culture of Minangkabau. The approach used in this study is Levi-Strauss structuralism. This approach is applied in order the understanding toward Minangkabau culture obtained is complete, because Levi-Strauss structuralism has basic assumption that culture phenomenon is of possibility to be responded as a system or achain of sign. The mechanism of this sign works is in the level which is not realized by the doer or the user of this sign. The sign is different from the symbolbecause the sign does not have referential meaning unlike the symbol. The meaning of the symbol, therefore , is its reference, and the meaning of the sign is in the relation among the signs. The food as a culture phenomenon comprised the chain of signs is then seen within its relation with the signs found in other culture phenomena, such as regional social organization, kinship social organization, the harmonity with the leadership system and philosophy of life. The results of analysis indicate that there is a transformation from the food phenomenon into various culture phenomena. This transformation is only found in the surface structure but not in the deep structure.

Kata Kunci : Budaya Minangkabau,Falsafah, Upacara dan Makanan, food, relation, transformation and structure.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.