Manajemen laba pada perusahaan yang melanggar perjanjian utang
HERAWATI, Nurul, Prof.Dr. Zaki Baridwan, M.Sc
2007 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pola praktik manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan yang melanggar perjanjian utang dan mengenai apakah manajemen laba perusahaan yang melanggar perjanjian utang lebih besar daripada manajemen laba perusahaan yang tidak melanggar perjanjian utang. Hipotesis yang diajukan adalah: (1) manajemen perusahaan yang melanggar perjanjian utang termotivasi untuk melakukan manajemen laba melalui discretionary accruals yang meningkatkan laba dan (2) manajemen laba perusahaan yang melanggar perjanjian utang lebih besar daripada manajemen laba perusahaan yang tidak melanggar perjanjian utang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 13 perusahaan manufaktur yang melanggar perjanjian utang dan 20 perusahaan manufaktur yang tidak melanggar perjanjian utang. Metoda pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Perusahaan-perusahaan tersebut merupakan perusahaan publik di BEJ. Perioda pengamatan untuk pemilihan sampel adalah tahun 2000-2004 sedangkan tahun observasi yang digunakan adalah sembilan tahun. Metoda statistik yang digunakan adalah uji beda. Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa rata-rata akrual diskresioner perioda sebelum melanggar secara statistis signifikan lebih besar daripada rata-rata akrual diskresioner perioda saat perusahaan melanggar perjanjian utang. Hal ini mendukung hipotesis perjanjian utang. Sedangkan hasil pengujian pada saat pelanggaran dan perioda setelah pelanggaran tidak terbukti. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa rata-rata akrual diskresioner perusahaan yang melanggar perjanjian utang secara statistis lebih kecil atau sama dengan rata-rata akrual diskresioner perusahaan kontrol pada perioda sebelum dan saat terjadi pelanggaran perjanjian utang. Jadi ada faktor-faktor lain selain pelanggaran perjanjian utang yang memicu manajemen perusahaan melakukan manajemen laba.
This research aims to give empirical evidence concerning earnings management in firms violating debt covenant and to test whether earnings management in those firms are larger than that in control firms. The research hypothesized that: (1) management of firms violating debt covenant perform earnings management by choosing profit increasing-discretionary accruals and (2) earnings management in firms violating debt covenant is larger than that in control firms. Research population is manufacturing company listed at Bursa Efek Jakarta. The sample includes 13 firms violating debt covenant and 20 firms as control firms. The sampling method is purposive sampling. Observation period for sample selection is 2000-2004 while observation year used is nine year. Method of statistics used is ttest. The statistic test of first hypothesis shows that mean of discretionary accruals at a year before violation is significantly larger than that at the year violation debt covenant. This result supports Debt Covenant hypothesis. But, mean difference at the year of violation and at a year after violation does not provide the support for the hypothesis. The statistic test of second hypothesis shows that mean of discretionary accruals of firms violating debt covenant at a year before and at the year violation of debt covenant is not significantly larger than that of control firms. Thus, we can conclude that there are other factors besides violation of debt covenant that motivate management to perform earnings management.
Kata Kunci : Manajemen Laba,Perjanjian Utang, Earnings Management, Debt Covenant Hypothesis, Debt Covenant Violation, Accrual Discretionary.