Laporkan Masalah

Analisis pengaruh Corporate Governance terhadap manajemen laba dan kualitas laba :: Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ

HUTAPEA, Frank Romero Parulian, Prof.Dr. Indra Wijaya Kusuma, MBA

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Earning management merupakan masalah moral hazard manajer yang timbul karena adanya konflik kepentingan antara manajer sebagai agent dan pemegang saham atau pemilik sebagai principal. Perilaku manajemen laba ini secara langsung akan mempengaruhi kualitas laba yang akan dilaporkan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menguji adanya pengaruh beberapa mekanisme corporate governance, yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan jumlah dewan direksi terhadap indikasi manajemen laba (yang diproksi dengan nilai discretionary accrual) dan kualitas laba (yang diproksi dengan earning response coefficient/ ERC). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam perusahaan manufaktur untuk periode pengamatan selama tahun 2000-2005. Kriteria dari sample lainnya adalah perusahaan yang memiliki data kepemilikan manajerial dan institusional serta jumlah dewan direksi. Dengan menggunakan pooling data, akan diperoleh sebanyak 108 perusahaan dengan keseluruhan observasi selama periode pengamatan sebanyak 621 observasi. Dengan menggunakan metode analisis regresi ordinary least square, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan saham oleh manajerial, kepemilikan saham oleh institusional, dan ukuran dewan direksi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba. Terhadap kualitas laba, kepemilikan institusional berpengaruh positif dan memiliki hubungan yang sangat signifikan, sedangkan kepemilikan saham oleh manajerial dan ukuran dewan direksi tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kepemilikan institusional berhasil menjadi mekanisme corporate governance yang dapat mengurangi konflik kepentingan antara manajer dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan yang pada akhirnya berdampak pada pengurangan masalah keagenan. Tetapi kepemilikan manajerial dan ukuran dewan direksi tidak menunjukkan pengaruhnya sebagai mekanisme corporate governance. Hal ini memerlukan pengujian lebih lanjut dengan tidak hanya menggunakan ukuran atau jumlah dewan direksi tetapi juga independensi, kompetensi, dan motivasi dewan direksi.

Earning management is a moral hazard issue emerged by conflict of interest among manager as an agent and owner as a principal. This earning management behavior will directly influence earning quality reported. This research has a purpose to test the influences of some corporate governance variables such as managerial ownership, institutional ownership and size of board directors toward earning management indication (discretionary accrual used as proxy) and earning quality (earning response coefficient/ ERC used as proxy). Sample utilized within this research comprised of all manufacture firms for the period of 2000 – 2005. Another criterion is determined by managerial, institutional data and size of board directors. Pooling data method used in generating 108 firms with a thorough observation along supervision period of 621 number of samples. By using ordinary least square regression analysis method result within this research that managerial, institutional ownership and size of board directors do not have significant influence toward earning management. Concern to earning management, institutional ownership has positive influence and significant relationship toward earning management. On contrary, managerial ownership and size of board director do not have significant influences. In a nutshell, result of this research indicates that institutional ownership is appropriate as corporate governance mechanism that may mitigate conflict of interest among manager and related parties and reduce agency problems. Nevertheless, managerial and size of board directors do not present any influences as corporate governance mechanism factor. These issues need further examination in different measurements such as independency, competency and motivation of board directors.

Kata Kunci : Manajemen Laba,Kualitas Laba,Corporate Governance, Corporate Governance, Earning Management , Earnings Response Coefficient, Agency Theory


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.