Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan implementasi anggaran berbasis kinerja :: Studi pada pemerintah pusat

ASMADEWA, Indra, Dr. Indra Bastian, MBA

2007 | Tesis | S2 Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor rasional/teknokratis dan faktor politis/kultural pada implementasi anggaran berbasis kinerja di pemerintah pusat, dan perbedaan pengaruh dari kedua faktor tersebut pada implementasi anggaran berbasis kinerja. Penelitian persepsian ini melibatkan 87 responden yang berasal dari 3 kementrian koordinator, 17 departemen, 5 kementerian negara, dan 2 lembaga setingkat menteri. Responden terdiri dari para pejabat eselon II, III, dan IV pada Bagian Perencanaan Biro Perencanaan di tiap kementerian negara/lembaga. Pengumpulan data dilakukan dengan survei atas persepsi responden mengenai variabel-variabel dalam faktor rasional/teknokratis dan faktor politis/kultural. Metoda analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan atau keefektifan implementasi anggaran berbasis kinerja pemerintah pusat saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor rasional/teknokratis daripada faktor politis/kultural. Temuan ini tidak dapat diartikan bahwa pendekatan anggaran ini telah merubah proses penganggaran menjadi lebih rasional, karena variabel-variabel yang terbukti menjelaskan implementasi saat ini (sumber daya dan informasi) lebih merupakan aspek formal proses penganggaran. Variabel lainnya yang lebih bersifat teknis (pengembangan sistem pengukuran kinerja dan kesulitan penentuan indikator kinerja) tidak berhasil menjelaskan perkembangan implementasi yang terjadi. Dari sudut pandang teori organisasi yang melihat implementasi anggaran berbasis kinerja sebagai sebuah perubahan organisasional, perkembangan implementasi saat ini belum efektif karena faktor politis/kultural belum memberikan pengaruh yang signifikan.

This study aims to examine the effect of rational/technocratic factors and political/cultural factors on performance–based budgeting implementation in central government, and the difference of preponderance of influence between those factors on the implementation. This perceptional study involves 87 respondents coming from 3 coordinator ministries, 17 ministries, 5 state ministries, and 2 institutions which are the same level as ministry. The respondents consist of officials of echelon II, III, and IV from Planning Division of Planning Bureau in each of the ministries/institutions. Data collection is conducted by surveying respondent’s perception on variables in rational/technocratic factors and political/cultural factors. Multipleregression analysis is used to analyze the data. The study results show that the effectiveness of performance-based budgeting implementation in central government is more heavily influenced by rational/technocratic factors than political/cultural factors. This finding can’t be interpreted that this budgeting approach has changed budgeting process to be more rational on the grounds that variables explaining the implementation (resources and information) are more formal aspect of budgeting process. Other variables those are more technical i.e. performance measurement system development and metrics difficulty don’t succeed in explaining the implementation development. From the organizational theory standpoint that views performancebased budgeting implementation as an organizational change, current implementation development is not effective yet because political/cultural factors don’t affect the implementation significantly yet.

Kata Kunci : Anggaran Berbasis Kinerja,Efektivitas, Performance–based Budgeting, Performance Measurement, Organizational Change


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.