Adverse Selection dan pembingkaian negatif sebagai determinan dari eskalasi komitmen :: Studi pada keputusan evaluasi proyek
DWITA, Sany, Dr. Bambang Riyanto LS., MBA
2007 | Tesis | S2 AkuntansiPenelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai faktorfaktor yang mempengaruhi manager melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan (eskalasi komitmen) pada keputusan evaluasi proyek berdasarkan penjelasan teori keagenan dan teori prospek. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa (1) manager yang mengalami kondisi adverse selection, (2) manager yang mengalami kondisi pembingkaian negatif, serta (3) manager yang mengalami kondisi adverse selection dan pembingkaian negatif akan memperlihatkan kecenderungan yang lebih besar untuk melanjutkan proyek yang tidak menguntungkan. Desain penelitian adalah eksperimen laboratorium 2 x 2 faktorial dengan subjek 68 orang mahasiswa MM Eksekutif dan MAKSI Weekend di Yogyakarta sebagai proksi manager proyek. Masing-masing subjek disajikan salah satu dari empat versi kasus yang tersedia secara random (random assignment). Metoda statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah two-way ANOVA. Hasil penelitian tidak menunjukkan adanya pengaruh kondisi adverse selection, pembingkaian negatif, dan interaksi keduanya terhadap keputusan evaluasi proyek yang signifikan secara statistik (F1=0,221; p1= 0,640; F2=0,439; p2=0,510; F3=0,350; p3=0,556). Hasil uji manipulasi menunjukkan bahwa manipulasi eksperimen tidak berhasil terhadap sebagian besar subjek (69,81%) sehingga pengambilan keputusan yang dilakukan sebagian besar subjek tidak berdasarkan konteks yang digambarkan dalam masing-masing versi kasus eksperimen. Diduga hal ini disebabkan oleh pelaksanaan eksperimen yang tidak secara eksplisit meminta subjek membaca kasus beberapa kali—hanya meminta subjek membaca kasus secara saksama. Hasil penelitian ini harus ditindaklanjuti dengan terus melakukan penelitian mengenai penjelasan teori keagenan dan teori prospek terhadap fenomena eskalasi komitmen pada keputusan evaluasi proyek.
The study aims at identifying factors influencing managers to continue a failing project (escalation of commitment) on project evaluation decisions based on agency and prospect theory explanation. The study hypothesized that: (1) managers experiencing adverse selection condition, (2) managers experiencing negative framing condition, and (3) managers experiencing both adverse selection and negative framing conditions will exhibit a greater tendency to continue a poorly performing project. Laboratory experiment with 2 x 2 factorial design is conducted. Sixty-eight Executive MM and MAKSI Weekend students—as the proxy of project managers—participate in the experiment. Each subject is presented randomly (random assignment) with one case out of four versions available. Two-way ANOVA is used in hypothesis testing. Results indicate that the influence of adverse selection, negative framing, also both adverse selection and negative framing condition to project evaluation decisions is not statistically significant (F1=0.221, p1= 0.640, F2=0.439, p2=0.510, F3=0.350, p3=0.556). Manipulation check responses show that the experiment’s treatments is not successfully applied to most of subjects (69.81%). Therefore, subjects fail to make a project evaluation decision based on the context described in each version of cases. It is proposed that the absent of explicit instruction for subject to read the cases several times before making a decision responsible for this result. This results should be followed up by continuing study of factors influencing project evaluation decisions based on agency and prospect theory explanation.
Kata Kunci : Manajer,Evaluasi Proyek, adverse selection, negative framing, escalation of commitment, project evaluation decisions