Laporkan Masalah

Berat lahir rendah sebagai faktor risiko epilepsi pada anak

SUDIBJO, Prijo, Prof.dr. Harsono, Sp.S(K)

2006 | Tesis | PPDS I Ilmu Penyakit Saraf

Latar Belakang: Bayi dengan berat lahir rendah cenderung mengalami kerusakan otak serta kejadian epilepsi pada kehidupan selanjutnya. Tingginya insidensi epilepsi pada anak khususnya di negara sedang berkembang terjadi karena kerusakan otak permanen akibat malnutrisi dan komplikasi prenatal atau perinatal. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara berat lahir rendah dengan epilepsi onset anak, serta untuk mengetahui apakah bayi berat lahir rendah memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya epilepsi pada anak dibandingkan dengan berat lahir cukup. Metode Penelitian: Penelitian merupakan studi kontrol kasus. Subjek penelitian ini adalah anak penderita epilepsi berumur sampai dengan 7 tahun pada saat onset, epilepsi sesuai dengan kriteria diagnosis epilepsi dari ILAE (International League Agains Epilepsy, 1981) yang berobat jalan di poliklinik saraf anak RS Dr. Sardjito Jogjakarta. Analisis statistik menggunakan Odds Ratio (OR) dengan interval kepercayaan 95%, dan untuk mengetahui tingkat kemaknaan menggunakan uji Chi-Square. Untuk menghitung faktor pengganggu secara simultan dan menyeluruh digunakan analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil: Penelitian melibatkan 180 subjek penelitian terdiri dari 90 anak kelompok penderita epilepsi dan 90 anak kelompok kontrol. Analisis univariat menunjukkan hasil yang signifikan pada variabel BLR (OR 3,59; 95% CI: 1,70-7,56; p=0,001); lahir tidak langsung menangis (OR 4,53; 95% CI: 1,74-11,8; p=0,001) ; dan riwayat keluarga epilepsi (OR 2,14; 95% CI: 1,82-2,51; p=0,001). Namun dengan analisis multivariat yang menunjukkan hasil yang signifikan hanya BLR (OR 3,1; 95% CI: 1,41-6,80; p 0,005) dan lahir tidak langsung menangis (OR 3,4; 95% CI: 1,22-9,23; p=0,02). Simpulan: BLR terbukti sebagai faktor risiko epilepsi pada anak.

Background: Low birth weight can caused brain injury and risk of childhood epilepsy. There were a high incidence of childhood epilepsy in developing countries according to permanent brain injury caused by malnutrition and pre- or perinatal complication. Aim: To identify an association between Low Birth Weight and childhood epilepsy and to know whether low birth weight baby had a higher risk of childhood epilepsy. Methods: A unmatch case-control study base on consecutive childhood patients aged until 7 years old admitted as epilepsy according to International League Agains Epilepsy 1981 criteria from out patien neuropediatrics department Sardjito Hospital. The 95% confidence interval (CI) for each odds ratio was obtain. Chi square test will be used in univariate analysis and confounding factors will be analysed using multivariate logistic regression analysis. Results: This study includes 180 patient consist of 90 epilepsy patient as a study group and 90 non-epilepsy patien as control group. Univariat analysis found the odds ratio for low birth weight was 3,59 (95% CI: 1,70-7,56; p=0,001), history of not crying baby was 4,53 (95% CI: 1,74-11,8; p=0,001) and a family history of epilepsy was 2,14 (95% CI: 1,82-2,51; p=0,001). Multivariate logistic regression analysis found that only low birth weight (OR 3,1; 95% CI: 1,41-6,80; p 0,005) and history of not crying baby (OR 3,4; 95% CI: 1,22-9,23; p=0,02) were significant independent risk factors for childhood epilepsy. Conclusion: Low birth weight is a significant risk factor for childhood epilepsy.

Kata Kunci : Epilepsi Pada Anak, Berat Lahir Rendah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.