Laporkan Masalah

Evaluasi hasil operasi Transanal Pull Through satu tahap tahun 2005-2006 di RSUP Dr. Sardjito

SARIFIN, Is, dr. Rochadi, SpB.,SpBA-K

2006 | Tesis | PPDS I Ilmu Bedah

Latar belakang : Penyakit Hirschprung atau dikenal penyakit Megakolon Kongenital merupakan kelainan tersering sebagai penyebab obstruksi pada neonatus. Insiden penyakit ini berkisar antara 125400 sampai 127200 dari kelahiran. Operasi transanat pull through satu tahap merupakan metode operasi yang relative baru yang dipakai di RS DR Sadrjito. Tujuan penetitian ini adalah evaluasi fungsi anorektal pasien paska operasi dengan menggunakan skoring Klotz. Metode Penelitian : Pengumputan data dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari medical record, wawancara dan kuisioner pada pasien yang dioperasi periode 2005 - 2006. data yang diambil meliputi karakteristik dasar yaitu umur, jenis kelamin, status gizi, komplikasi operasi dan evaluasi paska operasi yang dinilai dengan skoring Klotz. Kemudian dilakukan uji kemaknaan masing-masing karakteristik dengan Chi Square test. Hasil : Dari 15 kasus yang diobservasi pada penelitian ini didapatkan skoring Klotz; 3 (20%) sangat baik, 5 (33.33%) baik, 5 (33,33%) cukup dan 2 (13.34%) pasien dengan hasil scoring Klotz kurang. Jenis kelamin tidak bermakna secara statistic terhadap fungsi anorektal yang dinilai dengan skoring Klotz (p=0,511). Tidak terdapat korelasi antara status gizi dengan komptikasi operasi (p=0,330). Terdapat perbedaan yang bermakna antara gejala klinis preoperasi dengan komplikasi operasi (p=0,017). Terdapat perbedaan yang bermakna antara komplikasi operasi dengan nilai skoring Klotz (p=0,003) Kesimpulan : Jenis kelamin dan status gizi tidak mempengaruhi hasit operasi penyakit Hirschsprung, sedangkan komplikasi paska operasi mempengaruhi hasil operasi penyakit Hirschsprung.

Background: Hirschsprung’s disease or known as congenital megacolon is the most common couse that found in neonatal intestinal obstruction. The incidence rate of this condition is between 1:5400 to 117200 of birth. One stage Transanal Pull through is the newest method that has been being applied in Sardjito General Hospital. The objective of this experiment is to evaluate post operative anorectal function by Klotz scoring. Method : Data was taken from medical record retrospectively, interview and questionnaire to the patients who through operation from 2005 - 2006. Data include base haracteristic: age, sex, nutritional status, complication of the operation and post operation evaluation by Klotz scoring. Chi-square test was apllied to statistically analisys. Result: From 15 patients in this study, Klotz scoring shown that: 3 (20%) were excellent, 5 (33.33%) were good, 5 (33.33%) were moderate and 2 (13,34%) were poor. Sex is not correlate to the anorectal function that be evaluated by Klotz scoring (p=0,511). Either, nutrition status is not correlate to the post i operative complication (p=0,330)The was a significantly difference between preoperative clinical symptoms and operative complications (p=0,017), and also, there was a significantly difference Operative complication and Klotz scoring (p=0,003) Conclution: Sex and nutrition status were not influence the result of Hirschsprung operation. Post operative complications was influence the result of Hirschsprung operation.

Kata Kunci : Penyakit Hirschprung,Operasi Transanal Pull Through Satu Tahap, Hirschsprung’s disease, Klotz scoring, one stage transanal pull j through


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.