Laporkan Masalah

Daya guna analgetik Parecoxib 40 mg (IV) dan morfin 10 mg (IV) pasca operasi elektif ginekologi mayor dengan anestesi umum

HERMAWAN, Fandi, Dr. Bambang Suryono, SpAn.KIC.,KNA.,M.Kes

2006 | Tesis | PPDS I Anestesiologi dan Reanimasi

Tujuan Penelitian adalah mengevaluasi daya guna Parecoxib 40 mg (IV) sebagai analgetik untuk penanganan nyeri pasca operasi elektif ginekologi mayor dengan anestesi umum dibanding Morfin 10 mg (IV). Rancangan penelitian ini adalah uji klinik acak terkendali dengan pembutaan berganda. Populasi penelitian adalah pasien yang menjalani operasi elektif ginekologi mayor dengan anestesi umum di rumah sakit dr.Sardjito Yogyakarta, dr. Suradji Tirtonegoro Klaten, Prof.dr. Margono Soekardjo Purwokerto dan rumah sakit Banyumas. Subyek penelitian, 92 pasien wanita, usia 18-60 tahun, tidak menyusui, status fisik ASA I-II, berat badan 50-70 kg. Subyek dirandomisasi secara blok dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok M (N=46) mendapat morfin 10 mg (IV) dan kelompok P (N=46) mendapat parecoxib 40 mg (IV), 30 menit sebelum operasi selesai (jahit peritoneum). Dilakukan pengamatan skor nyeri di ruang pulih sadar selama 2 jam dilanjutkan dibangsal selama 10 jam. Pengukuran Utama BPS & VPS. Analisis data menggunakan mann whitney test, chi square test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna pada rerata skor VPS & BPS ( p > 0.05 ) pada Morfin & Parecoxib. Kesimpulan penelitian ini, Parecoxib 40 mg (IV) mempunyai daya guna analgesi sebanding dengan Morfin 10 mg (IV) pada periode 12 jam pasca operasi elektif ginekologi mayor dengan anestesi umum.

The objective of this research was to evaluate efficacy of parecoxib 40 mg (IV) as an analgesic to gynaecologic major operation with general anesthesia compare with morphine 10 mg (IV). Method of these research was randomized double blind controlled trial. Study population were Women undergoing elective gynaecologic major operation with general anesthesia at dr.Sardjito hospital Yogyakarta, dr. Suradji Tirtonegoro hospital Klaten, Banyumas hospital, Prof.dr. Margono Soekardjo hospital Purwokerto. Subjects were 92 women, age 18-60 years, weight 50-70 kg, not lactating, ASA I – II. Subjects were divided into two groups using block randomization, group M (N=46) received morphine 10 mg (IV) and Group P (N=46) received parecoxib 40 mg (IV) at 30 minutes before the end of surgery (peritoneum closure). Observation pain scale for 2 hours in the recovery room and 10 hours at ward. Main measurement were BPS & VPS scores. Data analyze with mann whitney test, chi square test, and independent sample t-test. The result of study shows there were not any significant different ( p > 0,05 ) in mean VPS & BPS scores, between parecoxib & morphine. The conclusion of these research, Parecoxib 40 mg (IV) has a analgesic efficacy equal with morphine 10 mg(IV) at twelve hour periods after elective gynaecologic major operation with general anesthetic.

Kata Kunci : Anestesi Umum,Parecoxib,Nyeri Pasca Operasi, Postoperative Pain, Analgesic, Parecoxib


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.