Laporkan Masalah

Koreksi mal oklusi Mal Union Mandibula dan Non Union Maksila serta Fistula Oronasal pasca operasi

HARMONO, Oentoro Ermes, drg. H. Soelistiono, Sp.BM(K)

2007 | Tesis | PPDGS I Ilmu Bedah Mulut

Telah dilaporkan koreksi mal oklusi mal union mandibula dan non union maksila serta fistula oronasal pada seorang perempuan muda yang mengalami kecelakaan lebih dari satu tahun sebelumnya, yang segera dioperasi sesudah kecelakaan saat itu. Operasi yang dilakukan belum berhasil, karena mandibula salah sambung dan maksila tidak dapat menyambung. Kondisi tersebut sangat mengganggu fungsi, terutama pengunyahan, karena terjadi mal oklusi. Keadaan tersebut perlu dikoreksi dan direkonstruksi. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran bagaimana cara melakukan prosedur penatalaksanaan medis untuk mengoreksi mal oklusi mal union mandibula dan non union maksila serta fistula oronasal pasca operasi, dan pengaruhnya terhadap fungsi pengunyahan, bicara, keindahan wajah dan perbaikan sikap percaya diri penderita. Proses penyembuhan dan penyambungan tulang patah sangat ditentukan oleh penatalaksanaan reposisi dan imobilisasi yang adekuat terhadap fragmen – fragmen tulang patah. Apabila tidak dicapai reposisi dan imobilisasi maka dapat berakibat mal union, non union, dan delayed union. Refrakturasi tulang maksila kiri yang telah menyambung pada regio muka dan terpisah pada linea mediana dilakukan dengan menggunakan teknik osteotomi Le Fort I untuk digerakkan ke arah latero kranial difiksasi menggunakan plat mini titanum berbentuk L dengan tiga buah sekrup. Tulang maksila kanan dan kiri yang terpisah dengan jarak cukup lebar pada linea mediana telah dilakukan cangkok tulang, yang dipndahkan dari regio dagu. Penatalaksanaan fistula oronasal untuk menutup lubang pada mukosa palatum tidak mudah pelaksanaannya. Dari hasil evaluasi selama empat bulan, penatalaksanaan koreksi mal oklusi mal union mandibula dan non union maksila serta fistula oronasal yang dipasang plat mini dan suspensi zygoma pada rahang atas kiri dilakukan cangkok tulang menunjukkan hasil yang baik. Tidak ditemukan adanya infeksi dan penolakan jaringan terhadap plat mini dan sekrup serta bone graft. Fungsi dan estetika oral nampak lebih baik dan kepercayaan diri meningkat.

It was reported that the mal occlusion correction, mandibulary mal union and maxillary non union, also oronasal fistule on a young woman experiencing an accident one year before. The woman was operated soon, however, it was felt not succesful yet. The mandible was improperly connected and the maxilla was disconnected. The condition had to be corrected due to the effect making the victim to have difficulty in graining food. The aim of this study was to have a vivid elaboration on what medical operation procedures to be implemented to correct the mal oclusion on the case of mandibulary mal union, maxillary non union, and oronasal fistule on them after being operated. The study also aimed at knowing the influence on graining, speeching, aestetic relating to self relience. The connection and recovery of the broken bone are much influenced by the reposition opertion and adequate imobilization towards the fragments resulted from the broken bones. If proper reposition and imobilization are not achieved, mal union, non union, and delayed union will be the consequences.Bone refracturation on left maxilla already connecting to the face region and separated from the median line is implemented using osteotomi Le Fort I released toward latero carnial, fixed using an L form of titanum mini plate with three screws. Long spare on right and left maxillas on line median have been bone grafted with that taken from the jaw. The oronasal fistule operation to cover a hole on palatum mucous is difficult enough. From the four months periode of evaluation, the correction and reconstruction on mal union and non union with oronasal mini plate and zygoma suspension on the upper left jaw or bone grafted showed excellent result. Infection is not founded; rejection from tissue towards the mini plate and screws is absent. Function and facial aestetic show a better condition

Kata Kunci : Cangkok Tulang,Patah Rahang,Penatalaksanaan Koreksi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.